Mengenal Epidemiologi dan Hubungannya dengan Isu Kesehatan Terkini

Epidemiologi adalah ilmu tentang penyebaran penyakit
Ilustrasi mengenai berbagai proses dalam epidemiologi

Ketika virus seperti novelcorona merebak, peran para ahli epidemiologi sangatlah krusial. Apa itu epidemiologi dan apa saja yang sebetulnya mereka lakukan?

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari penyebaran semua hal yang berhubungan dengan dunia kesehatan, termasuk penyakit. Orang yang mempraktikkan ilmu ini disebut epidemiologis.

Pada praktiknya, epidemiologi adalah metode yang digunakan oleh epidemiologis untuk menentukan penyebab terjadinya penyakit tertentu di tengah masyakat. Epidemiologi juga dapat digunakan untuk melakukan kontrol terhadap masalah kesehatan tertentu.

Apa yang dikaji dalam epidemiologi?

Studi epidemiologi dapat digolongkan ke dalam dua tipe dasar, yaitu:

  • Studi retrospektif, yakni epidemiologi yang dilakukan setelah adanya kasus kesehatan tertentu, misalnya merebaknya virus corona, sehingga disebut sebagai studi kontrol-kasus. Dalam studi retrospektif, penyakit yang diteliti adalah penyakit yang penyebabnya belum diketahui atau penyakit yang tidak lazim terjadi di tengah masyarakat.
  • Studi prospektif, yakni epidemiologi yang dilakukan untuk memprediksi kejadian kesehatan di masa depan. Dibanding studi retrospektif, epidemiologi prospektif lebih jarang dilakukan. Penelitan yang sering dilakukan dalam studi ini adalah efek obat atau komplikasi sebuah penyakit.

Penyakit bukanlah satu-satunya hal yang dipelajari dalam epidemiologi. Disiplin ilmu ini juga menggali pengetahuan dalam hal sebagai berikut:

  • Masalah lingkungan, misalnya pencemaran air akibat timbal dan logam berat lainnya serta pencemaran udara hingga penyebab asma.
  • Penyakit menular, misalnya penyakit yang disebabkan makanan, influenza, dan pneumonia.
  • Penyakit noninfeksi, misalnya kenaikan jumlah penderita kanker tipe tertentu di lingkungan masyarakat atau meningkatnya kasus bayi yang lahir dengan cacat bawaan.
  • Kecelakaan, misalnya kenaikan jumlah kasus pembunuhan dalam suatu komunitas hingga kenaikan jumlah kekerasan dalam rumah tangga dalam skala nasional.
  • Bencana alam, misalnya gempa bumi, banjir, dan angin topan.
  • Terorisme, misalnya kasus World Trade Center atau penyebaran virus anthraks.

Langkah pertama dalam studi epidemiologi adalah mendefinisikan dengan tepat persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengklasifikasikan sebuah masalah kesehatan sebagai ‘kasus’. Penentuan ini menjadi mudah ketika sebuah kejadian menimbulkan korban meninggal dunia, namun menjadi sulit ketika para ahli tidak setuju tentang klasifikasi penyakit tertentu.

Sedangkan kekuatan studi epidemiologis akan tergantung pada jumlah kasus dan kontrol yang dimasukkan dalam penelitian ini. Semakin banyak kasus individual yang diteliti, semakin besar kemungkinan akan ditemukannya hubungan yang signifikan antara penyakit dan faktor risiko.

Istilah yang dikenal dalam epidemiologi

Ada banyak istilah yang digunakan dalam studi epidemiologi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Wabah (outbreak)

Wabah adalah masalah kesehatan yang terjadi ketika penyakit muncul dalam jumlah yang lebih besar dari yang diperkirakan di komunitas atau wilayah atau selama musim tertentu. Wabah dapat terjadi di satu komunitas atau bahkan meluas ke beberapa negara dan bisa bertahan dari hari ke tahun.

Penyakit menular juga bisa dikategorikan sebagai wabah bila penyakit itu baru muncul ke permukaan atau baru muncul di kelompok masyarakat tertentu. Penyakit lain yang dikategorikan sebagai wabah adalah penyakit yang sudah lama hilang, tapi muncul kembali, misalnya difteri maupun campak.

  • Epidemik

Sebuah kejadian kesehatan dikatakan sebagai epidemik bila penyakit tertentu menyebar dengan cepat dan menjangkiti orang banyak di wilayah tertentu. Contoh konkret dari epidemik adalah penyebaran SARS pada 2003 silam.

Sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga masih mengkategorikan virus corona sebagai epidemik, bukan pandemik. Meski demikian, WHO meminta dunia internasional untuk mewaspadai penyebaran virus dengan nama ilmiah 2019-nCoV ini agar statusnya tidak meningkat menjadi pandemik.

  • Pandemik

Pandemik adalah kejadian penyakit yang sudah merebak di seluruh dunia, misalnya pandemik virus HIV/AIDS. Virus influenza juga pernah menjadi pandemik, misalnya flu Spanyol yang menelan 40-50 juta jiwa pada 1918, flu Asia yang menewaskan 2 juta jiwa pada 1957, dan flu Hong Kong yang merenggut 1 juta orang pada 1968.

Virus influenza dianggap sebagai pandemik jika disebabkan oleh jenis virus baru yang belum diketahui penanganannya. Pandemik influenza bisa terjadi secara bergelombang (misalnya dalam 6-8 bulan) karena penyebaran virus ini melalui udara juga membutuhkan proses yang tidak instan.

Meski demikian, Anda tidak perlu panik terhadap isu kesehatan yang beredar belakangan ini, apalagi sampai termakan berita bohong alias hoaks. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, konsultasikan dengan tenaga medis terdekat atau melalui chat dokter di aplikasi SehatQ terlebih dahulu.

WHO. https://www.who.int/topics/epidemiology/en/
Diakses pada 7 Februari 2020

CDC. https://www.cdc.gov/careerpaths/k12teacherroadmap/epidemiology.html
Diakses pada 7 Februari 2020

Cornell University. http://pmep.cce.cornell.edu/
Diakses pada 7 Februari 2020

Science Alert. https://www.sciencealert.com/scientists-think-the-wuhan-coronavirus-might-soon-be-declared-a-pandemic
Diakses pada 7 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/what-are-epidemics-pandemics-outbreaks
Diakses pada 7 Februari 2020