Mengenal Ensefalitis, Penyebab Pemain Timnas U-16 Alfin Lestaluhu Meninggal

Ensefalitis bisa disebabkan oleh virus herpes simplex. (Foto: IG: bimasakti230176)
Diketahui, Alfin Lestaluhu menjadi salah satu korban gempa yang menimpa Ambon beberapa waktu lalu. (Foto: IG: bimasakti230176)

Kabar duka tengah menyelimuti masyarakat Indonesia. Salah satu pemain sepak bola kebanggaan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16, Alfin Lestaluhu, dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit ensefalitis (radang otak) dengan hipoalbuminemia.

Pemain bernomor punggung 2 yang berposisi sebagai bek kanan itu tutup usia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pada Kamis (31/10). Sebelum jatuh sakit, Alfin menjadi salah satu korban bencana alam gempa di Ambon pada 26 September lalu.

Dianggap sebagai pemain andalan pelatih Bima Sakti di timnas, tentu saja kepergiannya membawa kesedihan yang mendalam bagi masyarakat pecinta sepak bola Indonesia.

Apa itu ensefalitis?

Ensefalitis adalah peradangan jaringan otak. Penyebab paling umum dari ensefalitis ialah infeksi virus. Pada beberapa kasus langka, ensefalitis juga disebabkan oleh bakteri atau jamur.

Ada dua jenis ensefalitis, yakni primer dan sekunder. ensefalitis primer terjadi saat virus menginfeksi otak dan sumsum tulang belakang secara langsung. Sementara itu pada ensefalitis sekunder, infeksinya dimulai di area tubuh lainnya, dan kemudian menyebar ke otak.

Ensefalitis adalah penyakit yang jarang terjadi, tapi sangat serius karena mengancam nyawa.

Apa saja gejala ensefalitis?

Gejala ensefalitis bisa dibagi menjadi dua, yakni yang ringan hingga parah. Beberapa gejala ringan dari ensefalitis meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Muntah-muntah
  • Leher kaku
  • Mudah lelah

Sementara itu, gejala parah penyakit ini berupa:

  • Demam tinggi mencapai 39,4 derajat Celsius
  • Kebingungan
  • Mudah ngantuk
  • Berhalusinasi
  • Koma
  • Kejang
  • Pergerakan tubuh lebih lambat
  • Mudah marah
  • Penurunan kesadaran
  • Sensitivitas terhadap cahaya

Bayi dan anak kecil memiliki gejala yang berbeda. Jika anak Anda mengalami gejala seperti muntah-muntah, fontanel (ubun-ubun) menonjol, sering menangis, tubuh kaku hingga nafsu makan yang buruk, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Penyebab ensefalitis

Penyebab ensefalitis yang paling umum ialah virus herpes simplex. Virus ini “melaju” dari saraf ke dalam kulit. Infeksi virus herpes simplex mampu menyebabkan luka lepuhan di sekitar bibir. Dalam kasus yang sangat langka, virus herpes simplex bisa masuk ke otak.

Ensefalitis ini biasanya memengaruhi lobus temporal, yaitu bagian otak yang mengendalikan ingatan, hingga kemampuan berbicara. Lobus frontal, yang mengendalikan emosi dan perilaku seseorang, juga bisa terdampak ensefalitis.

Ensefalitis yang disebabkan oleh herpes bisa sangat berbahaya, bahkan mampu mengakibatkan kerusakan otak parah dan kematian.

Beberapa virus dan penyakit yang mampu menyebabkan ensefalitis adalah:

  • Penyakit gondok
  • Epstein-Barr
  • HIV
  • Sitomegalovirus

Sebagai orangtua, Anda bisa mencegah timbulnya ensefalitis pada anak dengan cara memberikan vaksin. Sebab, ada beberapa virus yang sering menyerang anak kecil, dan bisa menyebabkan ensefalitis, seperti cacar air, campak dan rubella.

Selain itu, ensefalitis juga bisa disebabkan oleh virus yang dibawa oleh serangga, yakni arbovirus.

Pengobatan ensefalitis

Ensefalitis yang disebabkan oleh virus herpes, dapat diobati dengan obat antivirus. Namun, pengobatan ini tidak akan mampu mengatasi ensefalitis yang terjadi karena virus lain.

Biasanya, perawatan akan dilakukan untuk meringankan gejala yang muncul. Beberapa perawatan itu meliputi:

  • Beristirahat
  • Mengonsumsi obat penahan rasa sakit (pain killers)
  • Kortikosteroid (untuk mengurangi peradangan otak)
  • Pemasangan ventilasi mekanis (untuk membantu pernapasan)
  • Pemberian antikonvulsan (untuk menghindari atau menghentikan kejang)
  • Pemberian obat penenang (untuk meredakan rasa gelisah dan amarah)
  • Pemberian cairan infus

Penderita ensefalitis harus segera dibawa ke rumah sakit untuk dirawat inap, apalagi jika kejang-kejang atau mengalami pembengkakan otak.

Perawatan ensefalitis harus dilakukan dengan sangat intensif, karena ada komplikasi yang bisa timbul, jika perawatannya tidak baik. Beberapa komplikasi seperti hilang ingatan, epilepsi, koma, sulit bernapas, bahkan kematian bisa terjadi.

Apa itu hipoalbuminemia?

Selain ensefalitis, Alfin dikabarkan juga mengidap penyakit hipoalbuminemia. Penyakit ini bisa muncul dalam diri seseorang, jika tingkatan albumin dalam darah rendah. Kondisi ini sangat berbahaya, sebab albumin adalah protein darah yang memproduksi sebagian besar plasma darah.

Ada beberapa penyebab hipoalbuminemia, seperti gagal hati, gagal jantung, kerusakan pada ginjal, hilangnya enteropati pada protein, hingga malnutrisi.

Biasanya, hipoalbuminemia dapat diobati denganmenaikan kadar albumin dalam darah seseorang. Seperti menyuntikkan albumin misalnya.

Perawatan lain untuk kondisi hipoalbuminemia meliputi:

  • Mengontrol tekanan darah untuk penderita penyakit ginjal atau gagal jantung
  • Perubahan gaya hidup, terutama menghindari alkohol bagi orang yang memiliki penyakit hati
  • Obat-obatan untuk mengatasi penyakit pencernaan (gastrointestinal) kronis atau mengurangi peradangan pada tubuh
  • Antibiotik, jika seseorang mengidap hipoalbuminemia karena luka bakar parah
  • Perubahan pola makan, untuk mengurangi kerusakan pada ginjal atau jantung

Sama seperti ensefalitis, hipoalbuminemia juga punya beberapa gejala berupa muntah-muntah, diare, rambut yang menipis, kulit kering dan gatal-gatal, mudah letih hingga pembengkakan kaki atau tangan.

Mengonsumsi daging sapi, susu, telur, ikan dan yogurt, dapat meningkatkan kadar albumin dalam tubuh.

Catatan dari SehatQ

Ensefalitis dan hipoalbuminemia ialah dua penyakit serius yang bisa mengancam nyawa. Maka dari itu, segeralah ubah gaya hidup yang bisa membuat tubuh rentan terhadap kedua penyakit tersebut.

Jika gejala-gejala di atas timbul, jangan buang waktu, segera temui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

CNN Indonesia. https://cnnindonesia.com/olahraga/20191101043354-142-444723/pssi-alfin-lestaluhu-meninggal-karena-ensefalitis

Diakses pada 1 November 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/encephalitis

Diakses pada 1 November 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321149.php

Diakses pada 1 November 2019

 

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed