Mengenal Emetophobia, Rasa Takut pada Muntah yang Berlebihan

(0)
19 Mar 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sering takut dan jijik berlebihan dengan muntah? Bisa jadi Anda sedang mengidap emetophobia.Emetophobia adalah fobia yang membuat penderitanya takut akan muntah.
Merasa jijik atau takut muntah umumnya dianggap normal. Namun, jika rasa jijik dan takut yang dialami terasa berlebihan, bahkan sampai terus-menerus memikirkannya, bisa jadi Anda mengidap emetophobia.Emetophobia adalah fobia yang ditandai dengan perasaan takut berlebihan saat melihat muntah atau menyaksikan seseorang yang sedang muntah. Bahkan, memikirkan seseorang yang sedang muntah saja dapat membuat penderita emetophobia merasa sangat cemas. Selain itu, emetophobia juga bisa membuat penderitanya takut mengidap penyakit.

Gejala emetophobia yang bisa mengganggu keseharian penderitanya

Emetophobia adalah fobia yang membuat penderitanya takut akan muntah
Emetophobia membuat penderitanya berhati-hati dalam memilih makanan
Emetophobia dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Misalnya, penderita fobia ini akan menghindari naik mobil karena takut mengalami mabuk perjalanan dan muntah.Selain itu, mereka juga akan berhati-hati dalam memilih makanan agar tidak muntah. Bahkan, tidak sedikit penderita emetophobia yang merasa takut ke kamar mandi karena ketakutan bisa melihat bekas muntah orang lain.Terdapat berbagai macam gejala emetophobia yang dapat diidentifikasi dalam kehidupan sehari-hari penderitanyai:
  • Menyingkirkan makanan yang dapat membuat dirinya muntah
  • Mengonsumsi makanan dengan perlahan dan sangat sedikit
  • Hanya mau makan di rumah
  • Selalu mencium atau mengecek makanan terlebih dahulu untuk memastikan makanannya belum basi
  • Tidak mau menyentuh permukaan karena takut terpapar dengan kuman penyebab penyakit
  • Mencuci tangan dan peralatan makan secara berlebihan
  • Menghindari alkohol dan obat-obatan yang bisa membuatnya mual
  • Menghindari bepergian ke luar rumah, seperti sekolah, pesta, transportasi public, atau tempat keramaian lainnya
  • Sulit bernapas, dada terasa sesak, dan detak jantung meningkat saat memikirkan tentang muntah.
Berbagai perilaku di atas biasanya juga dapat disertai dengan gangguan mental, seperti:
  • Rasa takut berlebihan saat sedang melihat seseorang muntah
  • Rasa takut berlebihan terhadap perasaan ingin muntah dan tidak menemukan kamar mandi untuk muntah
  • Rasa takut berlebihan jika dirinya tidak bisa berhenti muntah
  • Panik saat memikirkan cara untuk melarikan diri dari sebuah tempat di mana ada orang yang muntah
  • Cemas dan stres saat sedang mual atau memikirkan muntah.
Setiap orang dapat memiliki gejala emetophobia yang berbeda-beda. Misalnya, Anda dapat merasa takut akan muntah, sedangkan penderita emetophobia lainnya bisa lebih takut melihat orang lain muntah.

Penyebab emetophobia

Emetophobia biasanya disebabkan oleh perasaan trauma terhadap sebuah pengalaman yang melibatkan kejadian muntah, misalnya:
  • Merasa sangat sakit dan mual di tempat umum
  • Pernah mengalami keracunan makanan yang parah
  • Pernah melihat seseorang muntah
  • Pernah terkena muntahan seseorang
  • Mengalami serangan panik saat melihat muntah.
Terkadang, emetophobia juga bisa terjadi tanpa sebab. Sejumlah ahli percaya bahwa faktor genetik dan lingkungan memainkan peranan penting dalam munculnya fobia, termasuk emetophobia. Dalam kasus ini, memiliki anggota keluarga yang juga mengidap emetophobia juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami fobia ini.Emetophobia umumnya dimulai pada masa kanak-kanak. Namun, sebagian penderita emetophobia tidak mengingat awal mula peristiwa yang memicu fobia ini.

Apakah emetophobia dapat diobati?

Jika Anda termasuk salah satu penderita emetophobia atau fobia lainnya, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, ada berbagai macam tindakan pengobatan untuk mengatasi masalah ini.
  • Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku penderita fobia. Di dalam sesi terapi ini, biasanya terapis akan meyakinkan penderita emetophobia bahwa pikiran dan sensasi fisik sebenarnya terhubung.Sebuah penelitian membuktikan bahwa terapi perilaku kognitif adalah cara yang efektif untuk mengatasi emetophobia.
  • Terapi eksposur

Terapi eksposur dianggap sebagai salah satu terapi yang paling efektif dalam mengatasi fobia. Dalam terapi ini, penderita emetophobia akan dihadapkan dengan muntah guna melawan rasa takutnya.Dalam kasus emetophobia, terapis mungkin akan mengajak penderitanya untuk mencoba makanan baru di restoran atau memintanya berputar-putar hingga merasa mual. Di saat yang bersamaan, terapis akan mengajari Anda cara untuk melawan rasa cemas dan takut.
  • Obat-obatan

Obat-obatan, seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) dan serotonin norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs), juga dapat diresepkan dokter untuk mengatasi depresi dan gangguan kecemasan.Obat-obatan ini dipercaya bisa mengontrol rasa takut yang dirasakan penderita emetophobia. Selain itu, obat antidepresan mungkin juga diresepkan dokter.Satu hal yang perlu Anda ingat, jangan pernah mengonsumsi obat-obatan di atas sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter.

Catatan dari SehatQ

Emetophobia adalah fobia yang tidak boleh diremehkan. Sebab, fobia ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Maka dari itu, jika Anda merasa memiliki fobia ini, cobalah berkonsultasi dengan dokter.Jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
penyakitmuntahfobia
Healthline. https://www.healthline.com/health/emetophobia
Diakses pada 4 Februari 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/fear-of-vomiting-or-emetophobia-2671857
Diakses pada 4 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/emetophobia#treatment
Diakses pada 4 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait