Mengenal Efek Kokain yang Menyeramkan, Gangguan Fisik Hingga Mental

Efek kokain pada tubuh bisa terjadi dalam jangka pendek dan panjang
Efek kokain pada tubuh bisa langsung terjadi meski baru pertama kali memakai

Memang, tidak ada hal positif yang bisa terjadi akibat kecanduan narkoba, termasuk kokain. Selain bisa mengganggu kehidupan secara sosial, penggunaan obat-obatan terlarang juga bisa menghancurkan tubuh Anda. Bahkan efek kokain pada tubuh akan langsung terasa begitu pertama kali Anda menggunakannya.

Melihat fakta tersebut, tentu istilah hanya coba-coba tidak bisa digunakan dalam hal menggunakan kokain. Efek kokain juga bisa terasa dalam jangka pendek dan jangka panjang. Tidak hanya fisik, obat terlarang ini juga lama-kelamaan akan merusak kesehatan mental Anda.

Efek kokain di tubuh bisa timbul karena hal ini

Kokain adalah obat yang berasal dari tumbuhan coca (Erythroxylum coca) yang berasal dari Amerika selatan. Obat ini biasanya dijual secara ilegal dalam bentuk bubuk kristal putih. Tumbuhan yang menjadi bahan baku kokain bersifat stimulan. Artinya, saat dikonsumsi, penggunanya akan merasakan suntikan stimulasi secara besar, sehingga membuatnya merasa lebih berstamina dan muncul euforia.

Zaman dahulu kala, sebelum ada obat bius, kokain digunakan oleh dokter sebagai obat pereda rasa sakit. Namun saat ini, kokain tidak lagi digunakan untuk indikasi medis apapun karena efeknya jauh lebih berbahaya dari manfaat yang bisa didapatkan.

Saat masuk ke dalam tubuh, kokain menyebabkan produksi dopamin di tubuh jadi meningkat drastis. Dopamin adalah salah satu jenis neurotransmitter di tubuh yang berhubungan dengan rasa kenikmatan dan kesenangan.

Penumpukan dopamin di otak inilah yang menjadi awal mula keburukan penggunaan kokain. Sebab, saat digunakan terus-menerus tubuh akan mulai membiasakan diri dihujani oleh dopamin yang bisa memberikan rasa senang dan euforia.

Akibatnya, saat dopamin dalam jumlah banyak tersebut tidak terpenuhi, tubuh akan mulai merasakan ngidam. Jika berhubungan dengan penggunaan narkoba, kondisi sakau bisa muncul. Penggunaan kokain ini lalu akan mengubah susunan kimiawi di otak, sehingga membuat kecanduan.

Efek kokain bisa langsung muncul pada penggunaan pertama

Efek kokain bisa langsung terasa sejak penggunaan pertama. Sebab, obat ini langsung menyerang sistem saraf pusat. Berikut ini efek samping yang sering terjadi pada penggunaan pertama.

  • Mimisan
  • Sesak napas
  • Irama jantung tidak teratur
  • Nyeri dada
  • Insomnia
  • Impotensi
  • Tremor
  • Sakit kepala
  • Kram perut
  • Mual
  • Diare
  • Penurunan tekanan darah yang ekstrim

Meski jarang terjadi, kejadian kematian setelah penggunaan kokain untuk pertama kali juga pernah dilaporkan. Hal ini bisa terjadi karena kokain berisiko memicu terjadinya serangan jantung atau kejang.

Efek kokain pada ibu hamil

Penyalahgunaan kokain selama kehamilan akan mendatangkan dampak buruk bukan hanya pada ibu hamil, tapi juga bagi janin di dalam kandungan. Sebab, kokain yang masuk ke tubuh bisa menembus plasenta dan mengganggu pembentukan jantung pada janin. Hal ini bisa memicu keguguran, kelahiran prematur, serta penyakit jantung bawaan pada bayi.

Kokain juga bisa memengaruhi saraf dan kadar dopamin di otak ibu, bahkan setelah melahirkan dan menyebabkan ibu lebih rentan terkena gejala postpartum, seperti:

Ibu hamil yang menggunakan kokain dan menghentikan adiksinya pada trimester pertama kehamilan, maka risiko efek sampingnya akan menurun. Hal ini meningkatkan potensi bayi lahir dalam keadaan sehat.

Efek kokain dalam jangka pendek

Penggunaan kokain dalam jangka pendek dapat menimbulkan peningkatkan energi secara berlebihan. Kondisi ini seringkali disebut dengan high. Kokain juga bisa menimbulkan efek samping jangka pendek lainnya, seperti:

  • Menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan, suara, dan cahaya
  • Rasa bahagia berlebihan
  • Mudah marah dan stres
  • Merasa paranoid
  • Berkurangnya nafsu makan

Efek kokain di atas, membuat beberapa orang merasa jadi lebih mudah menjalankan tugas atau pekerjaan mereka. Namun, sebagian besar justru merasa sebaliknya dan akan kesulitan untuk menjalani kehidupan sebagai manusia normal.

Apabila dalam satu pemakaian, kokain digunakan dengan jumlah yang banyak, maka bukanlah euforia yang didapat namun justru akan memicu penggunanya berperilaku aneh. Tidak jarang, penggunaan kokain menyebabkan seseorang jadi berperilaku kasar dan tidak diduga-duga.

Efek euforia kokain juga hanya akan bertahan sebentar, mulai dari hitungan menit hingga beberapa jam.

Efek kokain dalam jangka panjang

Penggunaan kokain dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kerusakan di tubuh yang tidak bisa disembuhkan. Berikut ini efek kokain dalam jangka panjang yang bisa terjadi.

1. Kerusakan jantung

Masuknya kokain ke tubuh bisa menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan detak jantung. Beberapa orang juga mengalami peningkatan tekanan darah. Hal inilah yang juga memicu perasaan stres, gangguan kecemasan, dan paranoia pada pengguna kokain.

Sementara itu dalam jangka panjang, kokain akan merusak jantung dengan cara:

  • Memicu terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke
  • Nyeri dada
  • Infark miokard atau kematian otot jantung akibat kurangnya suplai oksigen dalam darah.
  • Tekanan darah tinggi permanen
  • Takikardi atau jantung terus menerus berdetak dengan kencang
  • Aritmia atau detak jantung tidak teratur
    Serangan jantung merupakan penyebab utama kematian para pengguna kokain.

2. Kerusakan hidung

Menghirup kokain melalui hidung akan merusak jaringan yang ada di rongga hidung dan berujung pada kematian jaringan. Lama-kelamaan, kondisi ini akan menyebabkan struktur hidung menjadi hancur dan menyebabkan pengguna kokain sulit bernapas.

3. Kerusakan sistem pernapasan

Kokain yang dikonsumsi dengan cara dihisap seperti rokok, akan menyebabkan kerusakan pada sistem pernapasan atas. Kondisi ini dapat mengakibatkan batuk kronis dan meningkatkan risiko terjadinya TBC, pneumonia, asma, ISPA, dan edema paru.

Bahkan, ada satu penyakit khas yang timbul akibat kerusakan pernapasan pada para pengguna kokain, yaitu crack lung atau kerusakan paru-paru pengguna kokain. Gejala kondisi ini antara lain:

  • Dahak berwarna hitam 
  • Batuk-batuk
  • Napas berbunyi
  • Sakit dada
  • Meningkatnya jumlah sel darah putih
  • Suhu tubuh naik

4. Kerusakan otak

Kokain juga bisa merusak otak dan menimbulkan berbagai gangguan seperti:

  • Stroke ringan
  • Kejang
  • Penyusutan otak atau atropi otak
  • Radang pembuluh darah di otak
  • Suhu badan meningkat drastis
  • Penurunan kemampuan otak dalam berbagai hal seperti kecerdasan hingga kemampuan motorik

5. Kerusakan sistem pencernaan

Penggunaan kokain jangka bisa menyebabkan kerusakan di sistem pencernaan, dengan membuat usus besar cedera dan meradang. Kondisi ini disebut sebagai kolitis iskemik dan berisiko mengakibatkan gangguan pencernaan serius bahkan kematian.

6. Kerusakan hati

Racun dari kokain yang masuk ke tubuh mau tidak mau harus disaring oleh hati. Penggunaan kokain berlebihan dalam jangka waktu lama, akan menyebabkan kerja hati jadi semakin berat hingga rusak.

7. Kerusakan ginjal

Pada kondisi paling parahnya, penggunaan kokain bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Sebelumnya, obat terlarang ini akan menyebabkan kerusakan ginjal karena meningkatkan aliran darah secara siginifikan ke ginjal dan merusak otot yang ada di ginjal.

8. Lebih mudah tertular infeksi

Para pengguna kokain akan berisiko lebih tinggi tertular penyakit infeksi berbahaya seperti HIV dan hepatitis. Selain itu, karena obat ini menyababkan perubahan perilaku, maka penggunanya juga umumnya cenderung untuk melakukan hubungan seksual secara tidak aman, sehingga risiko terkena infeksi menular seksual pun akan meningkat.

Efek kokain baik dalam jangka pendek maupun panjang sama-sama bisa merusak tubuh. Dampak yang sudah terjadi, bisa saja tidak bisa disembuhkan dan akan merusak tubuh Anda selamanya. Sehingga, para pecandu harus segera menjalani rehabilitasi sebelum kerusakan yang terjadi di tubuh semakin parah.

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/cocaine-use-and-its-effects#1
Diakses pada 14 Februari 2020

National Institute on Drugs Abuse. https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/cocaine
Diakses pada 14 Februari 2020

American Addiction Centers. https://americanaddictioncenters.org/cocaine-treatment/long-term-side-effects-of-abuse
Diakses pada 14 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/what-happens-if-you-do-coke-once
Diakses pada 14 Februari 2020

Artikel Terkait