Mengenal Dokter Bedah Mulut, Mulai dari Pendidikan, Peran, hingga Prosedur yang Ditangani

0,0
05 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dokter bedah mulut adalah dokter gigi yang memiliki spesialisasi dalam pembedahan mulutDokter bedah mulut sedang melakukan sebuah prosedur medis
Dokter bedah mulut adalah dokter gigi yang memiliki spesialisasi dalam pembedahan mulut, wajah, dan rahang. Untuk menjadi dokter spesialis bedah mulut, dibutuhkan pendidikan dan pelatihan tambahan dalam bidang bedah mulut dan maksilofasial.Jika dibandingkan dengan dokter gigi umum, dokter bedah mulut dapat memberikan layanan prosedur-prosedur medis yang lebih kompleks, misalnya prosedur pencabutan impaksi gigi bungsi, operasi gigi yang rumit, pencangkokan tulang, dan sebagainya.Dokter gigi umum akan merujuk pasiennya ke dokter spesialis bedah mulut jika dibutuhkan tindakan medis yang lebih kompleks untuk mengatasi masalahnya.

Pendidikan dokter bedah mulut

Untuk menjadi seorang dokter bedah mulut di Indonesia, ada beberapa tahapan pendidikan yang harus dilalui.
  • Pertama adalah pendidikan jenjang sarjana kedokteran gigi yang umumnya ditempuh dalam 7-8 semester atau sekitar 3,5-4 tahun. Para mahasiswa yang lulus dari pendidikan kedokteran gigi umum akan mendapatkan gelar sarjana kedokteran gigi (S.KG).
  • Pendidikan selanjutnya setelah lulus sarjana adalah jenjang profesi (koas) yang ditempuh setidaknya selama 1,5 tahun. Dalam periode ini, para calon dokter gigi melakukan praktik di sebuah layanan kesehatan di bawah pengawasan dokter pembimbing. Setelah menyelesaikan jenjang profesi, gelar sebagai dokter gigi (drg) akan didapatkan.
  • Walaupun telah mendapatkan gelar, dokter gigi harus mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI). Jika telah lulus UKDGI, seorang dokter gigi dapat mengurus surat tanda registrasi (STR) yang dapat digunakan untuk membuka praktik kedokterannya. Namun, ia harus mengikuti ujian lagi jika tidak lulus.
  • Untuk menjadi spesialis bedah mulut, seorang dokter gigi umum harus mengambil pendidikan spesialisasi bedah mulut dan maksilofasial selama 10-12 semester atau sekitar 5-6 tahun.

Jenis-jenis penyakit yang ditangani dokter bedah mulut

Dokter spesialis bedah mulut dapat menangani sejumlah penyakit, cedera dan cacat pada area kepala, leher, wajah, rahang, jaringan keras dan lunak di mulut, serta daerah maksilofasial (rahang dan wajah).Berikut adalah beberapa kondisi atau penyakit yang umumnya memerlukan keahlian seorang dokter bedah mulut.
  • Impaksi gigi bungsu
  • Pemasangan implan gigi 
  • Cangkok tulang
  • Trauma atau cedera wajah, misalnya mengalami fraktur atau dislokasi rahang
  • Sleep apnea, yang umumnya terjadi karena buruknya posisi rahang atau jumlah jaringan lunak yang berlebihan di sekitar lubang jalan napas
  • Kista, tumor, atau kanker pada area mulut dan rahang
  • Gangguan sendi temporomandibular (TMJ)
  • Cacat bawaan rahang yang dapat mengganggu tampilan dan fungsi rahang.

Tindakan atau prosedur yang dapat dilakukan dokter bedah mulut

Seorang dokter bedah mulut juga memiliki wewenang untuk melakukan tindakan atau prosedur yang berkenaan dengan bedah mulut, rahang, dan wajah. Berikut adalah sejumlah prosedur yang masuk dalam cakupan wewenang dokter spesialis bedah mulut.
  • Pencabutan gigi sederhana
  • Pencabutan gigi yang rumit, termasuk impaksi gigi bungsu, gigi yang berada di bawah permukaan, atau gigi patah
  • Pemasangan implan gigi
  • Pencangkokan tulang rahang
  • Perbaikan patah tulang di rahang dan wajah
  • Pengangkatan kista dan tumor rahang
  • Biopsi jaringan lunak
  • Operasi penyelarasan rahang untuk memperbaiki perbedaan gigitan
  • Bedah kosmetik
  • Bedah TMJ.

Waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter bedah mulut

Anda dapat mengunjungi dokter spesialis bedah mulut jika mengalami berbagai gangguan kesehatan berikut:
  • Impaksi gigi bungsu
  • Gigi ompong
  • Gangguan pada sendi rahang, seperti nyeri, berbunyi, kaku, hingga sakit kepala
  • Rahang dan gigi tidak sejajar, khususnya jika sampai menyebabkan gangguan makan, bicara, bernapas, dan menelan
  • Mengalami gangguan tidur, seperti sleep apnea
  • Mengalami infeksi persisten pada area mulut, leher, rahang, atau wajah
  • Muncul tahi lalat baru atau perubahan tahi lalat yang mencurigakan pada area wajah.
Sebelum Anda pergi ke dokter spesialis bedah mulut, sebaiknya kunjungi dokter gigi terlebih dahulu. Dokter gigi umumnya dapat mengatasi beberapa gangguan kesehatan umum pada area gigi dan mulut.Jika masalah yang Anda hadapi cukup rumit dan berada di luar cakupan dokter gigi umum, maka Anda akan dirujuk ke dokter bedah mulut.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kesehatan gigikesehatan mulut
Las Vegas OMS. https://www.lasvegasoms.com/what-conditions-does-an-oral-and-maxillofacial-surgeon-treat/
Diakses 22 Juni 2021
Manchester Oral Surgery. https://manchesteroralsurgery.com/2015/06/oral-surgeon-vs-dentist-why-choose-an-oral-surgeon/
Diakses 22 Juni 2021
Dental.id. http://dental.id/berapa-lama-sih-biar-jadi-dokter-gigi/
Diakses 22 Juni 2021
Web MD. https://www.webmd.com/oral-health/need-oral-surgery#3
Diakses 22 Juni 2021
Red Lands Dental. https://www.redlandsdental.com.au/media-centre/dentist-vs-oral-surgeon-whats-the-difference/
Diakses 22 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait