Mengenal Diuretik Hemat Kalium yang Penting untuk Hipertensi dan Gagal Jantung

(0)
18 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Diuretik hemat kalium adalah kelompok obat yang membantu membuang kelebihan cairan tubuh namun tetap menjaga kadar kaliumSpironolactone merupakan salah satu jenis obat diuretik hemat kalium
Beberapa penyakit membuat cairan menumpuk di dalam tubuh. Penumpukan cairan ini dapat diatasi dengan kelompok obat yang disebut diuretik. Diuretik pun dibagi lagi atas beberapa jenis sub-kelompok, termasuk diuretik hemat kalium salah satunya. Kenali cara kerja diuretik hemat kalium serta risiko efek sampingnya. 

Apa itu diuretik hemat kalium?

Diuretik hemat kalium adalah kelompok obat yang membantu membuang kelebihan cairan dari tubuh namun tetap menjaga (menghemat) kadar mineral kalium. Obat ini menjadi salah satu jenis diuretik yang berperan dalam penyingkiran cairan di tubuh sehingga kerap dijuluki obat air atau pil air.Diuretik hemat kalium digolongkan sebagai diuretik yang lemah. Dengan demikian, dokter biasanya meresepkan obat-obat ini dengan mengombinasikannya bersama diuretik lain.Karena diuretik hemat kalium tidak menyingkirkan kalium, obat diuretik ini tidak menyebabkan hipokalemia atau kadar kalium rendah dalam darah. Namun, jika digunakan dengan obat lain yang juga mempertahankan kadar kalium seperti ACE inhibitor, pasien berisiko mengalami hiperkalemia atau kadar kalium tinggi.

Contoh obat diuretik hemat kalium

Terdapat empat jenis obat yang masuk dalam kelompok diuretik hemat kalium, yaitu:

Cara kerja obat diuretik hemat kalium

Obat diuretik hemat kalium yang diresepkan dokter
Obat diuretik membantu membuang kelebihan cairan
Cara kerja diuretik hemat kalium terbagi atas dua mekanisme. Mekanisme pertama oleh amiloride dan triamterene, dan mekanisme kedua oleh spironolactone dan eplerenone.

1. Amiloride dan triamterene

Amiloride dan triamterene bekerja agar ginjal mengeluarkan lebih banyak cairan. Cara ini dilakukan dengan mengganggu transportasi garam dan air yang melintasi sel-sel tertentu di ginjal. Banyaknya cairan yang dikeluarkan oleh ginjal membuat cairan dalam aliran darah menjadi sedikit. Kemudian, cairan yang ada di bagian tubuh lain seperti paru-paru akan ditarik ke aliran darah - untuk mengganti cairan yang dikeluarkan ginjal. Selain meningkatkan jumlah air yang keluar, diuretik hemat kalium juga akan memblokir saluran yang dilewati kalium. Dengan terblokirnya jalur kalium tersebut, kadar mineral ini akan tetap terjaga di tubuh.

2. Spironolactone dan eplerenone

Spironolactone dan eplerenone bekerja dengan mekanisme yang sedikit berbeda dengan amiloride dan triamterene. Obat ini bekerja dengan memblokir kerja hormon yang disebut aldosteron.Aldosteron menjadi hormon yang memiliki efek retensi (menahan) urine dan natrium, namun meningkatkan ekskresi kalium. Karena efek dari aldosteron terhambat, cairan pun pun lebih banyak keluar namun kadar kalium tetap tertahan.Karena memiliki efek berlawanan terhadap aldosteron, spironolactone dan eplerenone sering dirujuk sebagai aldosterone antagonists.

Tujuan penggunaan diuretik hemat kalium

 Ada beberapa tujuan dokter dalam meresepkan diuretik hemat kalium, termasuk:
  • Mencegah hipokalemia atau kadar kalium yang rendah. Kondisi ini kerap terjadi sebagai efek dari diuretik lain.
  • Menangani gagal jantung. Penumpukan cairan berisiko terjadi karena jantung gagal untuk memompa darah ke seluruh tubuh seperti pada kondisi normal. Penumpukan cairan di dalam tubuh, seperti di paru-paru, menjadi kondisi yang membahayakan karena membuat pasien menjadi sulit bernapas. Penumpukan cairan di kaki juga juga menimbulkan pembengkakan. 
  • Mengendalikan asites, yakni penumpukan cairan di dalam rongga perut. Penumpukan cairan ini bisa terjadi karena berbagai hal, seperti sirosis hati dan beberapa jenis kanker.
  • Menangani hipertensi atau tekanan darah tinggi, dengan kombinasi bersama obat lain.

Efek samping dari obat-obatan diuretik hemat kalium

Layaknya seperti obat-obat lain, diuretik hemat kalium juga dapat menimbulkan efek samping tertentu.

1. Amiloride dan triamterene

  • Sakit perit atau kram
  • Mulut kering
  • Merasa pusing atau pingsan, terutama ketika bangun dari posisi duduk atau berbaring (karena tekanan darah terlalu rendah).
  • Ruam kulit
  • Merasa mengantuk atau bingung
  • Sakit kepala
  • Sakit dan nyeri di tubuh
  • Kram otot
  • Tubuh menjadi lemah
  • Diare atau sembelit
  • Kadar kalium menjadi terlalu tinggi atau hiperkalemia

2. Spironolactone dan eplerenone

  • Rasa tak nyaman pada perut
  • Mual atau muntah
  • Gangguan seksual
  • Pembesaran payudara, baik pada pria dan wanita
  • Periode menstruasi menjadi tidak teratur
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Ruam kulit
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan
  • Gangguan pada hati
  • Naiknya kadar kalium 

Catatan dari SehatQ

Diuretik hemat kalium adalah kelompok diuretik yang membuang kelebihan cairan namun tetap menjaga kadar kalium. Obat-obatan diuretik hemat kalium cenderung berefek lemah sehingga biasanya akan diresepkan dengan obat diuretik lain.
penyakit ginjalhiperkalemiahipokalemiapenumpukan cairan
Drugs. https://www.drugs.com/drug-class/potassium-sparing-diuretics.html
Diakses pada 4 April 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470339
Diakses pada 4 April 2020
Patient Info. https://patient.info/digestive-health/dietary-potassium/potassium-sparing-diuretics
Diakses pada 4 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait