Mengenal Diskalkulia, Kesulitan Memahami Konsep Matematika


Diskalkulia adalah diagnosis yang ditegakkan pada kondisi seseorang yang sulit memahami konsep matematika. Apabila disleksia adalah kesulitan mulai dari membaca hingga menulis, diskalkulia khusus mengacu pada kondisi lemah di matematika.

0,0
10 May 2021|Azelia Trifiana
Orang diskalkulia kesulitan memahami konsep matematikaOrang diskalkulia kesulitan memahami konsep matematika
Diskalkulia adalah diagnosis yang ditegakkan pada kondisi seseorang yang sulit memahami konsep matematika. Apabila disleksia adalah kesulitan mulai dari membaca hingga menulis, diskalkulia khusus mengacu pada kondisi lemah di matematika.Setidaknya, sebuah studi menemukan estimasi 3-7% orang dewasa dan anak-anak mengalami dyscalculia. Data ini diperoleh dari murid-murid Jerman yang duduk di bangku sekolah dasar.

Bukan sekadar tidak bisa matematika

Berbeda dengan kesulitan kebanyakan murid atau orang dewasa saat berhadapan dengan matematika, diskalkulia jauh lebih kompleks. Ini bukan cuma perkara salah ketika menghitung atau mengurangi angka.Orang dengan diskalkulia akan sukar memahami konsep besar dari matematika, seperti mengapa angka ini lebih besar dari angka itu. Konsep dasarnya saja masih tidak dipahami.Bergantung pada usia dan tahapan perkembangan individunya, berikut ini beberapa gejala terjadinya diskalkulia:
  • Sulit memahami atau mengingat konsep matematika seperti perkalian, pembagian, atau rumus lainnya
  • Sulit memadukan antara angka secara verbal dan tertulis, contohnya “satu” dan “1”
  • Terkendala saat menjelaskan rumus matematika tertentu
  • Kesulitan menjelaskan urutan kejadian atau mengingat tahapan dalam proses matematika

Apa penyebabnya?

Masih perlu lebih banyak lagi studi untuk mengulik apa penyebab diskalkulia. Namun, ada beberapa teori yang mungkin bisa jadi jawaban. Beberapa peneliti sepakat bahwa diskalkulia adalah dampak dari kurangnya instruksi konkret sejak dini ketika mengenal matematika.Anak-anak mungkin dulunya hanya menuntaskan tugas matematika berdasarkan aturan tertentu saja. Mereka tidak mendapat penjelasan mengapa ada rumus semacam itu. Sehingga, sukar memahami kerangka berpikir matematika yang lebih rumit.Lebih jauh lagi, seorang anak yang tidak pernah diajari berhitung menggunakan sempoa atau melihat pertambahan dengan objek terlihat seperti stik atau kancing, akan rentan mengalami dyscalculia.Ada kalanya dyscalculia terjadi sendiri. Namun, tak menutup kemungkinan kondisi ini terjadi bersamaan dengan terlambatnya perkembangan dan masalah saraf.Itulah mengapa, anak-anak dan orang dewasa lebih rentan mendapatkan diagnosis diskalkulia apabila memiliki:Selain itu, ada faktor genetik yang juga turut berperan dalam terbentuknya kondisi ini. Namun, sulit merunut seberapa besar pengaruh faktor keturunan ini serta pengaruh dari pola asuh sejak kecil.Sebagai contoh, orangtua yang selalu menolak mengajari matematika karena menganggapnya sulit rentan menumbuhkan anak yang juga sulit memahami pelajaran ini. Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami seberapa besar peran faktor genetik.

Diagnosis dan penanganan diskalkulia

Ada beberapa tahap untuk menegakkan diagnosis diskalkulia. Pertama-tama, dokter akan memeriksa riwayat medis dan juga latar belakang keluarga. Ini untuk memastikan tidak ada kondisi fisik yang perlu diobati terlebih dahulu.Kedua, dokter akan memberikan rujukan sesuai kondisi. Orang dewasa akan mendapat rujukan ke psikolog sementara anak-anak ke tim khusus yang biasanya terdiri dari psikolog dan pakar pendidikan.Untungnya, ada beberapa strategi untuk menangani diskalkulia, yaitu:

1. Pada anak-anak

Pakar pendidikan akan merekomendasikan penanganan yang bisa diterapkan baik di sekolah maupun di rumah, seperti:
  • Mengulang latihan konsep matematika seperti berhitung
  • Memecah materi pelajaran dalam unit kecil sehingga lebih mudah dipahami
  • Menggunakan kelompok anak-anak lain untuk mengajarkan dengan cara menyenangkan
  • Mengulang konsep dasar matematika lewat objek yang bisa dihitung langsung
Tingkat keberhasilan dari penanganan semacam ini bergantung pada kondisi tiap anak. Mulai dari minat, kebutuhan, serta talenta mereka.

2. Pada orang dewasa

Sementara pada orang dewasa, penanganan bisa jadi lebih menantang terutama jika tidak ada tenaga pengajar mumpuni. Intinya, pakar akan membantu memberikan materi pendidikan matematika untuk memperkuat lintasan saraf terkait matematika. Umumnya, pembelajaran ini diberikan lewat kursus privat.

Catatan dari SehatQ

Penting untuk mengenali tanda-tanda tidak bisa matematika serta menangani agar tidak sampai terbawa hingga dewasa. Sebab, orang dewasa yang mengalami hal ini bisa kesulitan mengelola keuangannya.Namun, harapan kesembuhan dari dyscalculia cukup besar. Semakin dini diagnosis ditegakkan, akan berdampak signifikan pada persepsi pasien terhadap matematika. Mungkin memang sulit, namun bukan berarti mustahil. Kondisi ini sangat mungkin tertangani dengan baik.Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar tanda-tanda anak lemah di matematika, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalhidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/dyscalculia
Diakses pada 26 April 2021
Deutsches Ärzteblatt International. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6440373/
Diakses pada 26 April 2021
Dyscalculia. https://www.dyscalculia.org/dyscalculia/math-ld-causes
Diakses pada 26 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait