Mengenal Diffuser, Pasangan Essential Oil yang Baik Untuk Kesehatan

Diffuser adalah mesin penguap air untuk menyebarkan uap tersebut ke sekelilingnya
Penggunaan diffuser harus dicampur dengan essential oil untuk mendapatkan manfaat dari uapnya

Apakah Anda sering dengar tentang diffuser? Benda ini belakangan memang sedang naik pamor, seiring meningkatnya minat orang-orang akan essential oil atau minyak esensial. Sebenarnya apa sih diffuser itu?

Dalam arti luas, diffuser adalah suatu perangkat yang menyebarkan sesuatu ke area yang luas. Pada konteks ini, yang disebarkan adalah essential oil dan diffuser sebagai alatnya.

Diffuser dirancang untuk mengolah tetesan essential oil yang dicampur dengan air di dalamnya untuk menghasilkan uap halus yang disebarkan ke ruangan. Hasil uap yang dihasilkan biasanya memiliki aroma menenangkan dan dapat berkhasiat bagi kesehatan.

Jenis-jenis diffuser

Ada empat jenis diffuser yang banyak beredar di pasaran, di antaranya adalah:

  • Ultrasonic diffuser

Ultrasonic diffuser bekerja dengan memanfaatkan gelombang listrik untuk mengencerkan minyak yang diteteskan pada tanki air alat ini. Pada alat ini juga terdapat suatu komponen yang dapat bergetar cepat dalam tangki air. Getaran tersebut akan memecah campuran minyak dan air menjadi uap air halus serupa kabut untuk disebarkan ke udara.

Biasanya proses pemanasan dibutuhkan dalam proses perubahan cairan menjadi uap. Namun pada alat ini, hanya perlu arus udara alami yang berasal dari ruangan untuk terjadinya pemanasan.

Alat ini dianggap lebih hemat karena dapat bekerja dengan essential oil berjumlah sedikit. Selain itu alat ini sudah memiliki sistem otomatis untuk mematikan alat agar minyak yang disebar lebih terkontrol jumlahnya. Anda juga akan mendengar suara lembut menenangkan yang dihasilkan dari tetesan air sehingga membuat alat ini semakin menarik.

  • Atomizing/nebulizer diffuser

Dalam nebulizer diffuser, ada alat yang dinamakan atomizer yang berfungsi untuk memecah essential oil menjadi molekul yang sangat kecil tanpa merusak manfaat terapi yang dikandungnya. Udara bertekanan di dalam alat tersebut kemudian akan menyebarkannya ke dalam ruangan dalam bentuk kabut halus. Perangkat ini terdiri dari mesin yang dikemas dalam tabung atau botol kaca.

Kelebihan dari alat ini adalah lebih mudah digunakan. Partikel kecil yang dihasilkan juga lebih mudah untuk diserap tubuh. Selain itu, efek terapinya bertahan cukup lama karena partikel kecil essential oil akan melayang di udara selama berjam-jam setelah alat dinyalakan selama 15-30 menit.

Sayangnya, alat ini biasanya lebih sulit untuk dibersihkan daripada jenis diffuser lain. Wadah kacanya juga sangat rawan untuk pecah dan harganya cukup tinggi jika harus diganti. Nebulizer diffuser juga mungkin tidak cocok untuk Anda yang menginginkan suasana hening karena alat ini menghasilkan suara yang cukup bising.

  • Evaporative diffusers

Evaporative diffusers sebetulnya memiliki metode sederhana dalam mengolah essential oil, namun dibuat lebih canggih dengan ditambahkan kipas kecil di dalamnya. Kipas ini kemudian digunakan untuk meniup minyak yang telah diteteskan ke filter di dalamnya. Udara yang bertiup dari kipas menyebabkan minyak menguap lebih cepat dan menyebarkan aroma ke dalam ruangan.

Selain itu, evaporative diffuser juga memiliki bentuk berupa stik dupa yang terbuat dari kayu rotan atau bamboo. Cara kerjanya adalah dengan mencelupkan stik pada vas berisi minyak atsiri, lalu stik akan menyerap minyak dan menguapkannya ke udara.

Satu kelemahan utama dari metode ini adalah molekul yang lebih ringan dari minyak kemungkinan akan menguap dan menyebar lebih cepat daripada molekul yang lebih berat, membuat penyebaran menjadi tidak seimbang karena adanya pemisahan.

Pemisahan ini dapat mengganggu kualitas terapi minyak sehingga tidak semua essential oil bisa digunakan pada alat ini, Anda harus memilih minyak yang memiliki kandungan dengan molekul seragam.

Alat ini cocok untuk penggunaan pribadi di area yang kecil atau dibawa bepergian, tapi kurang cocok untuk digunakan di area besar atau outdoor. Contoh evaporative diffusers yang paling umum digunakan adalah reed diffuser.

  • Heat diffuser

Cara kerja heat diffuser tidak jauh berbeda dari evaporative diffuser, hanya saja alih-alih menggunakan angin pada alat ini digunakan pemanasan. Heat diffuser bekerja dengan menghangatkan essential oil yang kemudian dilepaskan ke udara dalam bentuk asap.

Kelebihan alat ini adalah mudah untuk didapat dan digunakan, harganya juga relatif murah dan wangi yang dihasilkan cukup kuat dan sangat harum. Kelemahannya adalah kurang optimal dari sisi terapeutiknya karena pemanasan bisa merusak sifat minyak.

Contoh paling populer dari heat diffuser adalah lilin aromaterapi. Selain itu, juga ada banyak bentuk lain yang lebih unik, seperti cincin lampu diffuser yang dipasang langsung pada bohlam lampu untuk memanfaatkan panas dari bohlam agar tercipta partikel minyak.

Fungsi terapi diffuser dan jenis essential oil

Tea tree oil
Tea tree oil punya banyak manfaat

Pada umumnya diffuser dapat memberikan efek terapi atau efek menyembuhkan karena menghasilkan partikel-partikel dari essential oil. Partikel-partikel tersebut akan merangsang sistem saraf untuk mengirimkan sinyal ke sistem limbik di otak.

Otak kemudian akan merespons dengan berbagai fungsi fisiologis, seperti pelepasan hormon, mengurangi rasa sakit, atau dorongan positif dalam suasana hati. Kegunaan umum lainnya adalah untuk terapi pernapasan, peningkatan mood, relaksasi, pemurnian udara, dan banyak lagi tergantung dari essential oil yang digunakan.

Berikut adalah beberapa essential oil yang sering digunakan karena manfaat efek terapinya:

  • Lavender

Lavender bersifat menenangkan, baik untuk meredakan emosi dan masalah fisik seperti cedera kulit ringan, kram dan hidung tersumbat, sakit kepala, gangguan kecemasan, dan susah tidur.

  • Tea tree

Diyakini memiliki aktivitas sebagai antimikroba, tea tree dikenal banyak manfaatnya untuk membantu perawatan kulit, pengobatan jerawat, dan jamur kuku.

  • Peppermint

Essential oil jenis ini dipercaya dapat meningkatkan fungsi pernapasan dan meredakan hidung tersumbat. Aromanya juga dapat menstimulasi otak untuk meredakan mual dan meningkatkan fungsi otak.

  • Jeruk

Essential oil jeruk bermanfaat untuk mengurangi kecemasan dan stres. Selain itu, minyak ini dapat  menenangkan sistem saraf dan membuat aliran limfatik yang sehat.

  • Lemon

Jenis minyak ini digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan aliran limfatik. Sifat antibakteri dan antivirus yang terkandung dalam lemon membuatnya berguna dalam merawat kondisi kulit dari gigitan serangga, bisul, dan jerawat.

Penggunaan essential oil pada diffuser memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, namun Anda perlu menggunakannya dengan hati-hati, terutama ketika Anda pertama kali mencobanya. Jauhkan dari mata dan waspadai reaksi alergi pada beberapa orang yang sensitif terhadap essential oil.

HEALTHLINE. https://www.healthline.com/health/how-to-use-essential-oils#benefits
Diakses pada 6 maret 2020

DIFFUSERWORLD.https://www.diffuserworld.com/FeedItem/Choosing-The-Best-Essential-Oil-Diffuser-inus-the-Confusion/
Diakses pada 6 maret 2020

AROMAESSENTIAL.https://aromessential.com/best-oil-diffuser/What-is-it
Diakses pada 6 maret 2020

GREENOPEDIA.https://greenopedia.com/essential-oil-diffusers-comparison/
Diakses pada 6 maret 2020

VERYWELLHEALTH.https://www.verywellhealth.com/what-are-aromatherapy-diffusers-88806
Diakses pada 6 maret 2020

Artikel Terkait