Mengenal Fungsi Diffuser yang Baik untuk Kesehatan dan Cara Pakainya


Fungsi diffuser dan essential oil cukup beragam untuk kesehatan. Manfaat diffuser dan penggunaannya bergantung pada jenis yang digunakan begitu juga dengan macam-macam essential oil yang dipakai di dalamnya.

0,0
09 Mar 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Fungsi diffuser untuk kesehatanPenggunaan diffuser harus dicampur dengan essential oil untuk mendapatkan manfaat dari uapnya
Apakah Anda sering dengar tentang diffuser? Benda ini belakangan memang sedang naik pamor, seiring meningkatnya minat orang-orang akan essential oil atau minyak esensial. Sebenarnya apa sih fungsi diffuser itu?Dalam arti luas, diffuser adalah suatu perangkat yang menyebarkan sesuatu ke area yang luas. Pada konteks ini, yang disebarkan adalah essential oil dan diffuser sebagai alatnya.Diffuser dirancang untuk mengolah tetesan essential oil yang dicampur dengan air di dalamnya untuk menghasilkan uap halus yang disebarkan ke ruangan. Hasil uap yang dihasilkan biasanya memiliki aroma menenangkan dan dapat berkhasiat bagi kesehatan.

Manfaat dan fungsi diffuser

Tea tree oil
Tea tree oil punya banyak manfaat
Dikutip dari penelitian, pada umumnya fungsi diffuser dapat memberikan efek terapi atau efek menyembuhkan karena menghasilkan partikel-partikel dari essential oil. Partikel-partikel tersebut akan merangsang sistem saraf untuk mengirimkan sinyal ke sistem limbik di otak.Otak kemudian akan merespons dengan berbagai fungsi fisiologis, seperti pelepasan hormon, mengurangi rasa sakit, atau dorongan positif dalam suasana hati.Manfaat diffuser lainnya adalah untuk terapi pernapasan, peningkatan mood, relaksasi, pemurnian udara, dan banyak lagi tergantung dari essential oil yang digunakan.Cara pakai diffuser yang direkomendasikan adalah 30-60 menit dengan meneteskan 3-5 tetes essential oil. Selain itu, pastikan pula ruangan tempat diffuser digunakan memiliki ventilasi yang baik.Agar bisa berfungsi secara optimal, diffuser sebaiknya ditaruh di area strategis, seperti di meja kerja, samping tempat tidur, hingga bagian tengah ruang keluarga. Baca juga: Rekomendasi Diffuser Terbaik untuk Aromaterapi di Rumah

Jenis-jenis diffuser

Ada empat jenis diffuser yang banyak beredar di pasaran, di antaranya adalah:

1. Ultrasonic diffuser

Ultrasonic diffuser bekerja dengan memanfaatkan gelombang listrik untuk mengencerkan minyak yang diteteskan pada tanki air alat ini. Pada alat ini juga terdapat suatu komponen yang dapat bergetar cepat dalam tangki air. Getaran tersebut akan memecah campuran minyak dan air menjadi uap air halus serupa kabut untuk disebarkan ke udara.Biasanya proses pemanasan dibutuhkan dalam proses perubahan cairan menjadi uap. Namun pada alat ini, hanya perlu arus udara alami yang berasal dari ruangan untuk terjadinya pemanasan.Alat ini dianggap lebih hemat karena dapat bekerja dengan essential oil berjumlah sedikit. Selain itu alat ini sudah memiliki sistem otomatis untuk mematikan alat agar minyak yang disebar lebih terkontrol jumlahnya. Anda juga akan mendengar suara lembut menenangkan yang dihasilkan dari tetesan air sehingga membuat alat ini semakin menarik.

2. Atomizing/nebulizer diffuser

Dalam nebulizer diffuser, ada alat yang dinamakan atomizer yang berfungsi untuk memecah essential oil menjadi molekul yang sangat kecil tanpa merusak manfaat terapi yang dikandungnya. Udara bertekanan di dalam alat tersebut kemudian akan menyebarkannya ke dalam ruangan dalam bentuk kabut halus. Perangkat ini terdiri dari mesin yang dikemas dalam tabung atau botol kaca.Kelebihan dari alat ini adalah lebih mudah digunakan. Partikel kecil yang dihasilkan juga lebih mudah untuk diserap tubuh. Selain itu, efek terapinya bertahan cukup lama karena partikel kecil essential oil akan melayang di udara selama berjam-jam setelah alat dinyalakan selama 15-30 menit.Sayangnya, alat ini biasanya lebih sulit untuk dibersihkan daripada jenis diffuser lain. Wadah kacanya juga sangat rawan untuk pecah dan harganya cukup tinggi jika harus diganti. Nebulizer diffuser juga mungkin tidak cocok untuk Anda yang menginginkan suasana hening karena alat ini menghasilkan suara yang cukup bising.

3. Evaporative diffusers

Evaporative diffusers sebetulnya memiliki metode sederhana dalam mengolah essential oil, namun dibuat lebih canggih dengan ditambahkan kipas kecil di dalamnya. Kipas ini kemudian digunakan untuk meniup minyak yang telah diteteskan ke filter di dalamnya. Udara yang bertiup dari kipas menyebabkan minyak menguap lebih cepat dan menyebarkan aroma ke dalam ruangan.Selain itu, evaporative diffuser juga memiliki bentuk berupa stik dupa yang terbuat dari kayu rotan atau bambu. Cara kerjanya adalah dengan mencelupkan stik pada vas berisi minyak atsiri, lalu stik akan menyerap minyak dan menguapkannya ke udara.Satu kelemahan utama dari metode ini adalah molekul yang lebih ringan dari minyak kemungkinan akan menguap dan menyebar lebih cepat daripada molekul yang lebih berat, membuat penyebaran menjadi tidak seimbang karena adanya pemisahan.Pemisahan ini dapat mengganggu kualitas terapi minyak sehingga tidak semua essential oil bisa digunakan pada alat ini, Anda harus memilih minyak yang memiliki kandungan dengan molekul seragam.Alat ini cocok untuk penggunaan pribadi di area yang kecil atau dibawa bepergian, tapi kurang cocok untuk digunakan di area besar atau outdoor. Contoh evaporative diffusers yang paling umum digunakan adalah reed diffuser.

4. Heat diffuser

Cara kerja heat diffuser tidak jauh berbeda dari evaporative diffuser, hanya saja alih-alih menggunakan angin pada alat ini digunakan pemanasan. Heat diffuser bekerja dengan menghangatkan essential oil yang kemudian dilepaskan ke udara dalam bentuk asap.Kelebihan alat ini adalah mudah untuk didapat dan digunakan, harganya juga relatif murah dan wangi yang dihasilkan cukup kuat dan sangat harum. Kelemahannya adalah kurang optimal dari sisi terapeutiknya karena pemanasan bisa merusak sifat minyak.Contoh paling populer dari heat diffuser adalah lilin aromaterapi. Selain itu, juga ada banyak bentuk lain yang lebih unik, seperti cincin lampu diffuser yang dipasang langsung pada bohlam lampu untuk memanfaatkan panas dari bohlam agar tercipta partikel minyak.

5. Reed diffuser

Reed diffuser adalah jenis diffuser yang terbilang unik karena tidak memanfaatkan suhu panas listrik, melainkan menggunakan batang rotan. Jenis ini biasanya dijual dengan botol minyak aromaterapi. Batang tanaman yang digunakan dalam diffuser ini dapat menyerap minyak aromaterapi yang tersimpan dalam botol, kemudian melepaskannya ke udara, sehingga menghasilkan aroma wangi dalam ruangan.

Perbedaan humidifier dan diffuser

Perbedaan humidifier dan diffuser berbeda dari segi fungsi, cara kerja, hingga kebutuhan penggunaannya. Fungsi humidifier adalah untuk melembapkan udara, sedangkan fungsi diffuser adalah sebagai alat untuk menyegarkan aroma ruangan.Cara kerja keduanya juga berbeda. Humidifier bekerja dengan mengeluarkan uap air untuk meningkatkan kadar kelembapan udara. Sedangkan diffuser mengeluarkan uap ke udara dari essential oil yang dimasukkan ke dalamnya.

Jenis oil diffuser yang sering digunakan

Berikut adalah beberapa essential oil yang sering digunakan karena manfaat efek terapinya dan memberikan aroma diffuser yang menyegarkan:

1. Lavender

Lavender bersifat menenangkan, baik untuk meredakan emosi dan masalah fisik seperti cedera kulit ringan, kram dan hidung tersumbat, sakit kepala, gangguan kecemasan, dan susah tidur.

2. Tea tree

Diyakini memiliki aktivitas sebagai antimikroba, tea tree dikenal banyak manfaatnya untuk membantu perawatan kulit, pengobatan jerawat, dan jamur kuku.

3. Peppermint

Essential oil jenis ini dipercaya dapat meningkatkan fungsi pernapasan dan meredakan hidung tersumbat. Aromanya juga dapat menstimulasi otak untuk meredakan mual dan meningkatkan fungsi otak.

4. Jeruk

Essential oil jeruk bermanfaat untuk mengurangi kecemasan dan stres. Selain itu, minyak ini dapat  menenangkan sistem saraf dan membuat aliran limfatik yang sehat.

5. Lemon

Jenis minyak ini digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan aliran limfatik. Sifat antibakteri dan antivirus yang terkandung dalam lemon membuatnya berguna dalam merawat kondisi kulit dari gigitan serangga, bisul, dan jerawat.Baca juga: Jangan Asal Pakai, Ini Perbedaan Humidifier, Diffuser, dan Purifier

Bahaya diffuser

Cara menggunakan diffuser yang benar perlu diperhatikan. Sebaiknya letakkan diffuser yang jauh dari jangkauan anak-anak karena bisa berbahaya.Cara pakai diffuser yang benar dapat meminimalisir efek samping penggunaannya. Aromaterapi yang digunakan dalam diffuser bisa menyebabkan sejumlah efek samping, seperti:
  • Keracunan pada anak-anak
  • Bikin kulit mudah terbakar matahari
  • Iritasi kulit
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung
  • Meningkatkan risiko terkena asma
Jika jenis aromaterapi yang digunakan tidak cocok, maka Anda bisa mengalami alergi yang ditandai dengan gatal-gatal, mata berair, hingga batuk pilek.

Pesan dari SehatQ

Penggunaan essential oil pada diffuser memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, namun Anda perlu menggunakannya dengan hati-hati, terutama ketika Anda pertama kali mencobanya.Fungsi diffuser bisa menjadi maksimal jika penggunaannya benar. Jauhkan dari mata dan waspadai reaksi alergi pada beberapa orang yang sensitif terhadap essential oil.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
minyak atsiri
HEALTHLINE. https://www.healthline.com/health/how-to-use-essential-oils#benefits
Diakses pada 6 maret 2020
DIFFUSERWORLD.https://www.diffuserworld.com/FeedItem/Choosing-The-Best-Essential-Oil-Diffuser-inus-the-Confusion/
Diakses pada 6 maret 2020
AROMAESSENTIAL.https://aromessential.com/best-oil-diffuser/What-is-it
Diakses pada 6 maret 2020
GREENOPEDIA.https://greenopedia.com/essential-oil-diffusers-comparison/
Diakses pada 6 maret 2020
VERYWELLHEALTH.https://www.verywellhealth.com/what-are-aromatherapy-diffusers-88806
Diakses pada 6 maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait