Mengenal Dermatitis Stasis, Peradangan Kulit Akibat Masalah Sirkulasi di Kaki

(0)
12 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dermatitis stasis adalah peradangan kulit yang terjadi ketika adanya masalah sirkulasi darahDermatitis stasis biasanya terjadi pada kaki bagian bawah
Dermatitis merupakan peradangan pada kulit yang umum dialami masyarakat. Kondisi kulit ini terdiri atas beberapa jenis, termasuk salah satunya yakni dermatitis stasis. Dermatitis stasis disebut juga dengan eksim vena karena masalah kulit ini berkaitan dengan pembuluh vena yang mengalirkan darah ke jantung. Seperti apa?

Apa itu dermatitis stasis?

Dermatitis stasis adalah peradangan kulit yang terjadi ketika adanya masalah sirkulasi darah, terutama di kaki bagian bawah. Masalah sirkulasi ini terjadi ketika katup di pembuluh vena kaki melemah dan bocor - sehingga darah dan cairan keluar dari jalurnya lalu menumpuk di kulit bagian kaki tersebut.  Masalah sirkulasi ini, atau disebut juga dengan insufisiensi vena, dapat terjadi karena penuaan tubuh pasien. Maka tak heran, kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang berusia 50 tahun ke atas. Disebutkan bahwa wanita lebih sering mengalami insufisiensi vena dibandingkan laki-laki.Beberapa kondisi medis lain juga berisiko membuat seseorang mengalami dermatitis stasis, misalnya:
  • Tekanan darah tinggi
  • Deep vein thrombosis (DVT), yaitu gumpalan darah pada kaki
  • Vena varikosa, yakni pembesaran dan pembengkakan pembuluh vena yang mengalirkan darah kembali ke jantung
  • Berat badan yang sangat berlebih
  • Gangguan jantung seperti gagal jantung kongestif
  • Gagal ginjal
  • Gumpalan darah terutama di kaki 
  • Memiliki riwayat sering hamil
  • Riwayat menjalani operasi atau memiliki cedera di kaki
  • Duduk atau berdiri terlalu lama
  • Kurang berolahraga
Sebagai informasi, dermatitis stasis disebut juga dengan dermatitis gravitasi, dermatitis stasis vena, atau eksim vena. 

Gejala dermatitis stasis yang tak hanya ganggu penampilan kulit kaki

Salah satu gejala dermatitis stasis adalah munculnya varises di kaki
Varises di kaki merupakan salah satu gejala dermatitis stasis
Berikut ini gejala dermatitis stasis yang bisa sangat menyiksa bagi penderitanya:
  • Pembengkakan di sekitar pergelangan kaki. Pembengkakan ini terasa membaik saat tidur namun kembali memburuk di siang hari.
  • Kaki terasa berat saat berdiri atau berjalan
  • Kulit di sekitar pergelangan kaki tampak kemerahan, kekuningan, atau kecokelatan
  • Varises di kaki yang terlihat bengkok, menonjol, dan berwarna ungu tua atau biru
  • Rasa gatal
  • Rasa sakit
  • Luka yang mengeluarkan cairan, mengeras, atau terlihat bersisik
  • Kulit menebal di sekitar pergelangan kaki atau tulang kering 
  • Rambut rontok di pergelangan kaki atau tulang kering

Penanganan dermatitis stasis dari dokter

Ada beberapa strategi penanganan dermatitis stasis yang akan direkomendasikan dokter, misalnya:

1. Melancarkan sirkulasi

Gangguan sirkulasi di kaki bagian bawah merupakan penyebab utama dermatitis stasis. Penanganan untuk melancarkan sirkulasi termasuk:
  • Menyarankan penggunaan stoking kompresi untuk meredakan pembengkakan dan melancarkan aliran darah
  • Meminta pasien untuk menjaga posisi kaki tetap tinggi di atas jantung saat di rumah. Cara ini bisa dilakukan selama 15 menit setiap 2 jam dan saat pasien tidur.
  • Meminta pasien banyak bergerak
  • Menawarkan operasi untuk memperbaiki pembuluh vena.

2. Obatan-obatan

Dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan tertentu untuk mengatasi gejala dermatitis stasis. Beberapa contoh obat tersebut yaitu:
  • Kortikosteroid oles untuk meredakan rasa sakit, pembengkakan, dan kemerahan pada kulit. Obat ini akan dioleskan di kaki dan pergelangan kaki.
  • Krim atau pil antihistamin untuk menenangkan gatal-gatal
  • Antibiotik jika ditemukan adanya infeksi
  • Koyo dengan kandungan tertentu untuk mempercepat pemulihan kulit kaki pasien

3. Pelembap kulit

Untuk mengatasi kulit kering pada pasien dan menjaganya tetap lembut, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan produk pelembap kulit seperti petroleum jelly. Anda juga bisa memilih produk pelembap lain yang tidak mengandung pewangi dan pewarna untuk menghindari iritasi kulit.

Adaptasi gaya hidup untuk memulihkan dermatitis stasis

Agar dermatitis stasis bisa terkendali, Anda juga akan perlu menerapkan penyesuaian gaya hidup, misalnya:
  • Alokasikan waktu untuk beristirahat dan berubah posisi jika pekerjaan Anda menuntut untuk duduk atau berdiri dalam jangka waktu lama
  • Berolahraga teratur untuk melancarkan aliran darah
  • Mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar seperti baju berbahan katun
  • Memerhatikan produk perawatan kulit, seperti hanya menggunakan produk sabun yang lembut atau produk pelembap yang tidak mengandung pewangi
  • Menggunakan handuk yang lembut setiap kali mandi
  • Menjauhkan iritan dan alergen yang memiliki riwayat mengganggu kulit Anda

Catatan dari SehatQ

Dermatitis stasis terjadi ketika adanya masalah pada sirkulasi di bagian kaki. Kondisi ini dapat diatasi dengan beberapa cara yang perlu dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup.
peradanganinsufisiensi venamasalah kulitdermatitisperedaran darah
Healthline. https://www.healthline.com/health/stasis-dermatitis-and-ulcers
Diakses pada 28 Agustus 2020
National Eczema Assocation. https://nationaleczema.org/eczema/types-of-eczema/stasis-dermatitis
Diakses pada 28 Agustus 2020
Web MD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/eczema/venous-stasis-dermatitis
Diakses pada 28 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322896#risk-factors
Diakses pada 28 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait