Mengenal Dermatitis Kontak Alergi yang Bikin Kulit Gatal dan Memerah

(0)
19 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dermatitis kontak alergi adalah reaksi alergi kulit yang terjadi akibat paparan alergenGatal dan kemerahan merupakan gejala umum yang muncul saat seseorang mengalami dermatitis kontak alergi
Dermatitis kontak adalah reaksi kulit akibat paparan dengan benda dan zat tertentu. Dermatitis ini terdiri atas tiga jenis, dan dermatitis kontak alergi merupakan salah satu yang sering dialami masyarakat. Kenali gejala dermatitis kontak alergi yang bikin kulit gatal dan memerah. 

Mengenal dermatitis kontak alergi

Sesuai namanya, dermatitis kontak alergi adalah reaksi alergi kulit yang terjadi akibat paparan dengan benda-benda tertentu yang disebut alergen. Reaksi kulit ini dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman, termasuk gatal dan kulit memerah.Secara spesifik, dermatitis kontak alergi atau dermatitis alergi terjadi ketika sel imun CD4+ limfosit T mendeteksi adanya antigen di permukaan kulit. Paparan tersebut merangsang pelepasan sitokin yang mengaktifkan sistem imun sehingga terjadilah dermatitis.Dermatitis kontak alergi berbeda dengan reaksi alergi biasa. Reaksi alergi, yang terkadang juga memengaruhi pernapasan, terjadi ketika tubuh melepaskan antibodi yang disebut IgE. IgE tidak dilepaskan tubuh saat mengalami dermatitis kontak alergi.Dermatitis alergi merupakan satu dari jenis dermatitis kontak yang sering terjadi. Jenis dermatitis kontak lain yang juga kerap dialami masyarakat adalah dermatitis kontak iritan, yang sebagian besar terjadi akibat paparan zat-zat racun.

Gejala dermatitis kontak alergi yang bikin tak nyaman

Kulit yang gatal merupakan tanda gejala dermatitis kontak alergi
Gejala dermatitis kontak yang tak nyaman adalah gatal-gatal
Beberapa gejala yang dikaitkan dengan dermatitis kontak alergi meliputi:
  • Lepuhan di kulit yang mungkin merembes
  • Kulit yang kering dan bersisik
  • Gatal-gatal
  • Biduran 
  • Kulit merah, yang bisa muncul dalam bentuk bercak-bercak
  • Kulit terasa seperti terbakar, tetapi tidak terlihat adanya luka
  • Kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari
Gejala yang disebabkan dermatitis alergi tidak selalu muncul langsung setelah kontak terjadi. Anda mungkin baru merasakan gejala 12 hingga 72 jam setelah paparan dengan benda-benda yang menjadi ‘musuh’ kulit tersebut. Gejala-gejala dermatitis alergi di atas juga dapat berlangsung cukup lama, yakni 2-4 minggu setelah kontak terjadi. 

Penyebab dermatitis kontak  alergi 

Dermatitis kontak alergi disebabkan oleh kontak tubuh dengan zat-zat dan benda tertentu yang merangsang reaksi sistem imun. Reaksi imun tersebut dapat memicu gejala seperti kulit gatal dan teriritasi.Terdapat beberapa zat dan benda yang kerap memicu dermatitis alergi bagi beberapa orang, misalnya:
  • Antibiotik
  • Logam seperti nikel
  • Tanaman ivy dan ek
  • Zat pengawet, seperti formalin (formaldehyde) dan sulfit
  • Produk karet seperti lateks
  • Tabir surya
  • Tinta tato
  • Pewarna rambut

Penanganan dermatitis kontak  alergi

Tablet antihistamin untuk atasi dermatitis kontak alergi
Dokter biasanya akan meresepkan obat antihistamin untuk penderita dermatitis kontak alergi
Penanganan dermatitis kontak alergi disandarkan pada penyebab dan tingkat keparahannya.

1. Penanganan dermatitis alergi yang ringan

Pada kasus di mana pasien mengalami dermatitis alergi ringan, penanganan berikut bisa dilakukan dokter:
  • Obat antihistamin, seperti diphenhydramine, cetirizine, dan loratadine
  • Kortikosteroid topikal, seperti hidrokortison
Dokter mungkin juga akan menyarankan pasien melakukan mandi dengan oatmeal, memberikan losion atau krim yang menenangkan, atau menawarkan terapi cahaya.

2. Penanganan dermatitis alergi yang parah

Sementara itu, pada kasus dermatitis alergi yang parah, dokter mungkin akan memberikan prednisone dan menawarkan terapi wet wrap (wet dressing). Terapi ini dilakukan dengan membungkus area kulit yang terpengaruh dermatitis dengan kain lembap, baik selama beberapa jam di siang hari maupun semalaman.Apabila terjadi infeksi, dokter mungkin juga akan memberikan antibiotik.

Pencegahan dermatitis alergi

Pencegahan dermatitis kontak alergi melibatkan ketelitian sebelum menggunakan produk-produk tertentu. Misalnya, sebelum mencoba berbagai produk skin care, perawatan rambut, produk rumah tangga, atau perhiasan, Anda harus memastikan bahwa zat dan komponen penyusun produk tidak masuk dalam riwayat pemicu reaksi di kulit. Kemudian, jika Anda mencurigai bahwa Anda baru terpapar benda atau zat yang sekiranya menimbulkan alergi, Anda dianjurkan mencucinya dengan sabun dan air hangat sesegera mungkin. Anda juga bisa mengaplikasikan kompres dingin untuk menenangkan rasa gatal dan iritasi.

Catatan dari SehatQ

Dermatitis kontak alergi merupakan reaksi alergi kulit setelah terpapar benda dan zat tertentu. Apabila Anda pernah memiliki alergi kontak dengan benda-benda tertentu, Anda harus senantiasa waspada untuk menghindarinya di kemudian hari.
alergimasalah kulitdermatitisdermatitis kontak
DermNet Nz. https://dermnetnz.org/topics/allergic-contact-dermatitis
Diakses pada 5 Agustus 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/eczema/tried-wet-wrap-therapy-eczema-heres-what-happened
Diakses pada 5 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/contact-dermatitis
Diakses pada 5 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/contact-dermatitis
Diakses pada 5 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait