Mengenal Dekongestan untuk Atasi Hidung Tersumbat


Obat dekongestan menjadi salah satu golongan obat yang diberikan ketika hidung tersumbat akibat kondisi pilek atau flu. Meski dijual bebas, ada beberapa kelompok orang yang tidak diizinkan meminum obat ini.

0,0
obat dekongestan membantu mengatasi masalah hidung tersumbatBeberapa jenis obat dekongestan untuk hidung tersumbat dapat dibeli tanpa resep dokter
Kondisi hidung tersumbat sering kali membuat Anda tidak nyaman, bahkan dapat mengganggu waktu istirahat. Untuk mengatasi hal ini, obat golongan dekongestan biasanya ampuh untuk meredakan hidung tersumbat. Yuk, kenali lebih jauh manfaat dan cara kerja obat dekongestan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakannya. 

Apa itu dekongestan?

Dekongestan meredakan gejala hidung tersumbat akibat flu
Dekongestan meredakan gejala hidung tersumbat akibat flu
Dekongestan adalah jenis obat yang dapat meredakan hidung tersumbat. Obat ini biasanya digunakan untuk meringankan gejala hidung tersumbat akibat:
  • Flu dan pilek
  • Alergi
  • Sinusitis
  • Radang selaput lendir hidung
Dekongestan termasuk obat bebas (over the counter/OTC). Artinya, Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di apotek tanpa resep dokter. Namun, Anda tetap harus memastikan bahwa obat yang Anda beli berlabel hijau.Beberapa jurnal, seperti Annals of Allergy, Asthma, & Immunology dan American Journal of Rhinology menyebut bahwa dekongestan mengandung bahan aktif yang telah terbukti secara ilmiah mampu meredakan kongesti hidung atau hidung tersumbat, di antaranya:

Mekanisme kerja obat dan penggunaan dekongestan pada hidung tersumbat 

Ketika hidung tersumbat, selaput lendir yang melapisi saluran hidung dapat meradang akibat iritasi atau infeksi. Peradangan ini menyebabkan pembengkakan pembuluh darah dan jaringan di hidung. Dekongestan kemudian bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan pembuluh darah di hidung sehingga membuka saluran udara. Terdapat beberapa jenis dekongestan hidung yang dapat menjadi pilihan obat flu untuk meredakan hidung tersumbat, antara lain:
  • Tablet atau kapsul
  • Cairan atau sirup
  • Obat tetes
  • Semprotan hidung (nasal spray)
  • Bubuk untuk dilarutkan dalam air
Penggunaan obat dekongestan secara oral (diminum) biasanya tidak lebih dari 1-4 kali dalam sehari. Untuk penggunaan dekongestan berupa obat semprot hidung atau tetes hidung tidak boleh digunakan lebih dari 3 hari. Penggunaan nasal spray lebih lama dapat membuat efek ketergantungan bahkan dapat menyebabkan penyumbatan hidung yang lebih berat. Bacalah aturan pakai pada kemasan obat atau tanyakan langsung dengan apoteker dan dokter terkait penggunaan dekongestan.

Perhatikan hal ini sebelum konsumsi obat dekongestan

Meski dijual bebas, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan dekongestan pada anak
Meski dijual bebas, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan dekongestan pada anak
Meskipun dapat dibeli tanpa resep dokter, obat yang mengandung dekongestan tidak sepenuhnya aman dikonsumsi oleh orang dengan kondisi tertentu. Beberapa orang dengan kondisi tertentu membutuhkan saran dokter bahkan tidak boleh mengonsumsi dekongestan, seperti.

1. Bayi dan anak-anak 

Bayi dan anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat dekongestan. Dokter mungkin akan meresepkan jenis obat flu untuk bayi lain yang lebih aman.Selanjutnya, ketika anak memasuki usia 6-12 tahun, dekongestan boleh diberikan tetapi tidak lebih dari 5 hari.

2. Ibu hamil dan menyusui

Penggunaan dekongestan pada ibu hamil dan menyusui masih menjadi perdebatan di kalangan ahli. Amannya, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat jenis ini. Pada ibu menyusui, biasanya dekongestan hidung berupa semprotan atau tetes hidung lebih disarankan.

3. Penderita gangguan kesehatan tertentu

Orang dengan gangguan kesehatan tertentu biasanya tidak dianjurkan untuk mengonsumsi dekongestan. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki satu atau lebih kondisi kesehatan berikut:
  • Diabetes 
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Hipertiroid
  • Pembesaran prostat
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit jantung
  • Glaukoma 

4. Konsumsi obat tertentu

Jika sedang mengonsumsi obat lain, seperti antidepresan, obat hipertensi, dan obat asma, Anda biasanya tidak diizinkan untuk menggunakan obat pereda hidung tersumbat ini dahulu.Anda tidak boleh menggunakannya berbarengan dengan obat dekongestan lainnya karena kemungkinan interaksi obat. Interaksi obat membuat kerja obat tidak optimal atau meningkatkan risiko efek samping.Memeriksakan kondisi kesehatan Anda sebelum mengonsumsi dekongestan sangat dianjurkan untuk menghindari efek samping dekongestan. Jika Anda mengalami sakit kepala, mulut kering, gelisah, ruam, tremor, jantung berdebar, atau iritasi pada lapisan hidung, segera periksakan diri Anda ke dokter.Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait penggunaan obat dekongestan yang aman menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang! 
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/decongestants/
Diakses pada 16 Juni 2021
British Journal of Clinical Pharmacology . https://bpspubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1111/j.1365-2125.2006.02833.x
Diakses pada 16 Juni 2021
Annals of Allergy, Asthma, & Immunology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19230461/
Diakses pada 16 Juni 2021
Web MD. https://www.webmd.com/allergies/decongestants
Diakses pada 16 Juni 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a608026.html
Diakses pada 16 Juni 2021
American Journal of Rhinology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18655753/
Diakses pada 16 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait