Mengenal Dampak Diet Ketogenik bagi Kesehatan Tubuh Anda

(0)
31 May 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Anda harus berhati-hati saat menjalankan diet ketogenik.Sebelum melakukan diet ketogenik, sebaiknya Anda ketahui dulu manfaat dan bahayanya.
Diet ketogenik atau diet keto adalah salah satu jenis diet yang paling populer di kalangan masyarakat dunia. Sejumlah selebritas mengaku kalau diet ketogenik telah berhasil membantu mereka menurunkan berat badan secara cepat. Inilah alasan mengapa banyak orang yang tergiur untuk menjalankannya.Sebelum mencoba diet ketogenik, ada baiknya Anda pahami dulu apa itu diet ketogenik, manfaat, sekaligus potensi bahayanya yang perlu diwaspadai.

Apa itu diet ketogenik?

Diet ketogenik adalah jenis diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang diklaim mampu menurunkan berat badan. Namun, belum banyak yang tahu bahwa diet ini telah lama digunakan sebagai bagian dari terapi medis.Dilansir dari Epilepsy Society, diet ketogenik telah dilakukan sebagai program terapi untuk membantu mereka yang hidup dengan epilepsi, terutama yang masih anak-anak, sejak tahun 1920.Selama menjalani diet ketogenik, asupan karbohidrat dibatasi hingga kurang dari 50 gram per hari, akibatnya tubuh para pasien mengalami kekurangan glukosa sebagai sumber energi utamanya.Kondisi ini memicu terjadinya proses ketosis, di mana terjadi pemecahan lemak sebagai sumber energi alternatif yang menghasilkan senyawa keton.Diet ketogenik umumnya dijadikan sebagai 'jalan pintas' untuk menurunkan berat badan, tapi tidak untuk meraih manfaat kesehatan.

Manfaat diet ketogenik

Salah satu manfaat diet ketogenik yang membuat banyak orang tergiur adalah menurunkan berat badan, setidaknya dalam jangka pendek.Akan tetapi, pengaruh diet ketogenik terhadap berat badan dalam jangka panjang belum bisa dipastikan dan dianggap tidak lebih baik jika dibandingkan dengan program diet lainnya.

Bahaya diet ketogenik

Di sisi lain, ada sejumlah bahaya diet ketogenik yang perlu Anda waspadai. Dalam jangka pendek atau di awal diet, Anda berpotensi mengalami bahaya diet ketogenik, seperti gangguan pencernaan, sakit kepala, rasa lemas, kehilangan energi, sembelit, serta gangguan tidur.Sementara itu, bahaya diet ketogenik dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan ginjal, gangguan organ hati, kekurangan vitamin dan mineral, hingga berpengaruh negatif terhadap metabolisme tulang.

Apakah diet ketogenik sebaiknya dijalani?

Meski diet ketogenik dapat menurunkan berat badan, Anda perlu memahami bahwa ini adalah program diet yang sangat ketat sehingga sulit untuk dilakukan dalam jangka panjang.Ditambah lagi, diet ketogenik bersifat "yo-yo", di mana berat badan Anda berpotensi untuk naik kembali setelah melakukan program diet ini.Diet ketogenik juga sering kali dikaitkan dengan konsumsi daging merah dan makanan olahan tinggi yang mengandung lemak dan garam sehingga bisa membawa masalah pada tubuh Anda dalam jangka panjang.Ketimbang menjalani diet ketogenik, lebih baik Anda menjalankan pola makan sehat dan seimbang, seperti mengonsumsi sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian utuh, hingga kacang-kacang. Jangan lupa juga untuk memilih sumber protein dan lemak sehat.Batasi juga makanan yang bisa memberikan lemak berlebih dan tinggi kalori, misalnya mie instan. Sebagai alternatifnya, Anda bisa memilih mie shirataki yang mengandung rendah lemak, rendah garam, dan tinggi serat.Saat ini, sudah ada pilihan mie shirataki yang rendah kalori dan lebih rendah garam sehingga cocok dikonsumsi untuk diet.
tips dietdiet ketopola hidup sehatadv tropicana slim
Web MD. https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-ketogenic-diet
Diakses pada 30 April 2021
Health Harvard Edu. https://www.health.harvard.edu/blog/ketogenic-diet-is-the-ultimate-low-carb-diet-good-for-you-2017072712089
Diakses pada 30 April 2021
Web MD. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-shirataki-noodles#1
Diakses pada 30 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait