Mengenal Conduct Disorder, Gangguan Perilaku pada Anak yang Harus Diwaspadai

0,0
24 May 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Conduct disorder dapat ditandai dengan anak yang berperilaku kasarConduct disorder membuat anak menunjukkan perilaku yang kasar dan mengganggu
Apakah anak suka berkelahi, merusak barang, atau berperilaku kasar? Jika berbagai perilaku ini sering terjadi, bisa jadi ia mengalami conduct disorder. Conduct disorder adalah gangguan perilaku dan emosional serius yang membuat anak menunjukkan pola perilaku mengganggu, kasar, serta sulit mengikuti aturan.Conduct disorder dapat berlangsung lama, bertentangan dengan norma perilaku, dan mengganggu kehidupan sehari-hari anak ataupun keluarga. Oleh karena itu, Anda mengenali berbagai gejala dan cara mengatasinya supaya masalah ini bisa segera ditangani.

Gejala conduct disorder

Conduct disorder terbagi dalam tiga tingkatan, yakni ringan, sedang, dan berat. Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) IV, seorang anak dikatakan mengalami conduct disorder jika menunjukkan tiga gejala spesifik selama sekurang-kurangnya 12 bulan dan paling tidak satu gejala muncul selama lebih dari enam bulan terakhir. 
anak berperilaku kasar pada orang lain
Anak dengan conduct disorder kasar terhadap orang lain
Berikut adalah gejala-gejala conduct disorder yang bisa dikenali.
  • Kasar terhadap orang lain atau binatang
  • Merusak barang-barang
  • Suka berbohong atau mencuri
  • Kerap melanggar aturan
  • Suka mengintimidasi orang lain
  • Suka berkelahi
  • Menyulut pertengkaran
  • Bolos dari sekolah
  • Mudah marah dan kehilangan mood
  • Suka mengganggu orang lain
  • Memiliki harga diri yang rendah
  • Pendengki dan mudah tersinggung
  • Suka menyalahkan orang lain.
Gejala conduct disorder pada anak umumnya muncul sebelum berusia 10 tahun. Sementara itu, anak remaja dapat mengalaminya setelah usia 10 tahun. Jika dimulai pada masa kanak-kanak, tidak sedikit kasus yang menimbulkan efek jangka panjang hingga remaja, bahkan dewasa. 

Penyebab conduct disorder

Penyebab conduct disorder tidak diketahui secara pasti, tapi faktor biologis, genetik, lingkungan, psikologis, dan sosial dipercaya memiliki peran dalam menyebabkannya.
  • Faktor genetik

Sebagian anak dengan conduct disorder memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit mental, termasuk gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, atau gangguan penggunaan zat. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian kasus conduct disorder kemungkinan diturunkan.
  • Faktor biologis

Conduct disorder dikaitkan dengan area tertentu pada otak yang terlibat dalam pengaturan perilaku, kontrol impuls, dan emosi. Jika lintasan sel saraf di sepanjang area otak ini tidak berfungsi dengan baik, maka gejala bisa muncul. Selain itu, anak dengan conduct disorder juga bisa memiliki gangguan mental lain, seperti ADHD, gangguan belajar, depresi, atau gangguan kecemasan, yang dapat memicu gejala conduct disorder pada anak.
  • Faktor lingkungan

anak dihukum oleh orangtua
Pendisiplinan dengan cara yang salah bisa memicu conduct disorder
Kehidupan atau fungsi keluarga yang tidak berjalan dengan baik, penganiayaan di masa kanak-kanak, pengalaman traumatis, pendisiplinan dengan cara yang salah, dan penyalahgunaan zat dalam keluarga, juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan conduct disorder
  • Faktor psikologis

Anak yang memiliki masalah dengan kesadaran moral, termasuk rendahnya rasa bersalah atau penyesalan dan kurangnya proses berpikir, juga dipercaya dapat memicu conduct disorder pada anak.
  • Faktor sosial

Risiko conduct disorder juga bisa meningkat apabila anak merasa memiliki status sosial ekonomi yang rendah dan tidak diterima oleh teman sebaya.Gangguan perilaku ini dapat memengaruhi kehidupan anak. Ia mungkin menjadi lebih sering dihukum guru, putus sekolah, sulit mendapatkan teman, tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan keluarga, bahkan mendapat sanksi karena melanggar aturan.

Pengobatan conduct disorder

Jika Anda khawatir anak mengalami conduct disorder, sebaiknya bawa ke psikolog atau psikiater untuk mendapat penanganan yang tepat. Pengobatan conduct disorder umumnya dilakukan dengan:
  • Obat-obatan

Walaupun tidak ada obat yang digunakan secara khusus untuk mengobati conduct disorder, terkadang dokter dapat meresepkan obat untuk mengendalikan gejala atau mengatasi penyakit mental yang mendasarinya.
  • Psikoterapi

Psikoterapi membantu anak belajar mengekspresikan dan mengendalikan emosi dengan cara yang tepat. Anak akan dilatih mempelajari keterampilan baru, seperti memecahkan masalah, meredam amarah, dan mengontrol impuls.
  • Terapi keluarga

Dalam pengobatan ini, orangtua dan anggota keluarga lainnya menghadiri terapi bersama anak. Terapi keluarga akan meningkatkan hubungan anak dengan keluarga dan interaksi di dalamnya.Supaya gangguan ini tidak semakin berkembang, anak harus mendapat penanganan dengan segera. Jadi, waspadai tanda-tanda conduct disorder pada anak sedini mungkin.Apabila Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar masalah conduct disorder, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
gangguan mentalanak nakalcara mendidik anak
Web MD. https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-conduct-disorder
Diakses pada 10 Mei 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/signs-of-conduct-disorder-in-children-4127239
Diakses pada 10 Mei 2021Jurnal Nasional UMP. http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/PSYCHOIDEA/article/view/194/191#:~:text=Secara%20lebih%20rinci%20lagi%2C%20dikatakan,dan%20orang%20lain%2C%20menyulut%20pertengkaran%2C
Diakses pada 10 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait