Mengenal Ciri-ciri DBD Sebagai Langkah Antisipasi Penyakit Ini

Ciri-ciri DBD yang muncul pada anak-anak dan orang dewasa berbeda
Salah satu ciri-ciri DBC adalah munculnya bercak kemerahan

Bila terjadi demam yang tidak kunjung membaik disertai dengan penurunan trombosit atau keping darah, maka salah satu penyakit yang biasanya langsung terpikirkan adalah demam berdarah dengue (DBD). Akan tetapi, penyakit DBD tidak hanya ditandai dengan dua hal tersebut. Ada ciri-ciri DBD lain yang bisa terjadi pada berbagai organ tubuh. Ciri-ciri yang muncul juga berbeda pada anak-anak dan orang dewasa.

Ciri-ciri DBD pada anak-anak umumnya lebih ringan dibandingkan dengan ciri yang dialami oleh orang dewasa atau anak-anak yang lebih tua. Pada bayi dan anak yang lebih kecil, gejala demam dan bercak kemerahan pada kulit biasanya muncul, namun kondisi ini dapat menyerupai gejala berbagai penyakit lainnya.

Pada infeksi pertama, gejala yang dialami akan lebih ringan dan terkadang tidak Anda sadari. Tubuh akan membentuk kekebalan terhadap virus dengue. Akan tetapi, tubuh masih dapat terinfeksi virus dengue tipe lainnya. Pada infeksi berikutnya, gejala yang dialami akan lebih berat.

Ciri-ciri DBD utama

Empat ciri utama pada demam berdarah dengue (DBD) adalah demam tinggi, perdarahan, pembesaran pada hati, dan kegagalan sirkulasi darah. Selain itu, dalam pemeriksaan darah akan ditemukan trombositopenia (penurunan jumlah keping darah atau trombosit) disertai peningkatan konsentrasi darah.

Anak yang mengalami DBD akan mengalami peningkatan suhu tubuh tiba-tiba. Demam yang dialami oleh anak dapat mencapai 40 derajat Celcius. Pada bayi dan anak-anak, waspadai terjadinya kejang demam apabila suhu tubuh terlalu tinggi.

Demam akan mulai dirasakan dalam 4 hari hingga 2 minggu setelah mengalami gigitan nyamuk yang membawa virus dengue. Umumnya gejala dialami dalam rentang 2-7 hari. Penurunan demam yang terjadi tidak menandakan Anda telah terbebas dari DBD. Masa-masa ini merupakan waktu yang perlu Anda waspadai karena berisiko menjadi kondisi yang kritis.

Pada DBD, kulit akan mengalami petekie, yaitu bercak-bercak kemerahan pada kulit yang tidak menghilang saat ditekan. Hal ini disebabkan akibat pecahnya pembuluh darah kapiler pada kulit. Petekie tersebar pada lengan, tungkai, ketiak, wajah, dan langit-langit mulut.

Ciri-ciri DBD yang menyertai demam dan bercak pada kulit, yaitu flushing atau wajah yang terasa panas dan gejala-gejala umum, seperti penurunan berat badan atau anoreksia, sakit kepala berat, nyeri otot, tulang, dan persendian. Ciri khas yang juga mungkin terjadi adalah nyeri pada belakang mata.

Beberapa anak biasanya turut mengalami sakit tenggorokan. Batuk dan rinitis bisa saja terjadi walaupun keduanya jarang menjadi ciri pada seseorang yang mengalami DBD.

Organ hati akan mengalami pembesaran pada awal demam. Umumnya, hati dapat teraba sebesar 2-4 cm di bawah tulang iga. Walaupun terjadi pembesaran hati, jarang ditemukan kulit kuning atau jaundice. Selain hati, limpa juga dapat mengalami pembesaran. Kondisi ini jarang ditemukan pada bayi.

[[artikel-terkait]]

Ciri-ciri DBD umum

Setelah demam menurun, ciri-ciri DBD umum akan semakin menonjol. Selain itu, Anda juga mudah mengalami perdarahan. Contohnya, gusi berdarah saat menyikat gigi atau mengalami mimisan tiba-tiba. Anda juga perlu memerhatikan tubuh apabila mudah terjadi memar. Perdarahan mungkin terjadi pada saluran cerna dan organ lainnya dalam tubuh. Hal ini ditandai dengan adanya muntah darah atau BAB berwarna hitam.

Adanya gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan nyeri perut berat juga termasuk cici-ciri penyakit DBD. Pada kondisi yang parah, penderita DBD bisa mengalami gangguan pernapasan, dehidrasi, hingga syok. Walaupun jarang terjadi, kondisi ini dapat berakibat fatal bila tidak segera mendapat penanganan oleh dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/dengue-hemorrhagic-fever
Diakses pada Mei 2019

KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/dengue.html
Diakses pada Mei 2019

Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever. World Health Organization. 2011

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed