Mengenal Ciri-ciri Cacar Api pada anak dan Cara Mengobatinya


Cacar api pada anak adalah kondisi yang jarang terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab cacar air. Ciri-ciri cacar api yang paling utama adalah ruam kulit yang bisa berubah menjadi lepuhan berisi nanah.

0,0
20 Oct 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cacar api pada anak bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baikCacar api atau herpes zoster juga bisa dialami anak-anak
Cacar api pada anak bukanlah kondisi yang umum terjadi seperti cacar air. Cacar api atau herpes zoster adalah ruam kulit menyakitkan akibat infeksi virus pada saraf yang berada tepat di bawah kulit. Penyakit cacar api disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab cacar air, yaitu virus varicella zoster.
Penyakit cacar api dapat terjadi pada anak yang pernah mengalami cacar air sebelumnya. Meskipun demikian, cacar api jarang terjadi pada anak di bawah usia 3 tahun. Untuk informasi lebih lengkap mengenai cacar api pada anak, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Penyebab cacar api pada anak

Setelah anak mengalami cacar air, virus varicella zoster akan 'tidur' atau tidak aktif di sel saraf. Namun, virus tersebut bisa aktif atau 'bangun' kembali dan menjadi penyebab cacar api pada anak.Berikut adalah beberapa kondisi pada anak yang dapat menyebabkan virus tersebut kembali aktif.
  • Terjadi penurunan kondisi setelah sakit
  • Anak memiliki kondisi yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh
  • Sedang mengonsumsi obat yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Penyakit cacar api bisa ditularkan kepada anak yang belum diimunisasi cacar air atau belum pernah mengalami cacar air sebelumnya, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, serta bayi baru lahir.

Ciri-ciri cacar api pada anak

Penyakit cacar api pada anak dapat menunjukkan gejala awal di area kulit tempat ruam muncul. Gejala cacar api yang muncul bisa diawali dengan:Ciri-ciri cacar api dalam bentuk ruam umumnya diawali dengan kemunculan sekelompok bintil kecil di salah satu bagian tubuh. Bintil tersebut lebih sering muncul pada tubuh bagian atas ketimbang pada wajah, lengan, atau kaki. Ruam yang muncul biasanya tidak terlalu gatal, tetapi bisa jadi sangat sakit.Rasa sakit yang terjadi pada anak mungkin ringan atau parah. Bintil yang muncul dapat bertambah dalam beberapa hari, kemudian berubah menjadi lepuhan berisi nanah.Lepuhan cacar api pada anak dapat pecah dan menjadi keropeng dalam waktu sekitar 7-10 hari. Keropeng biasanya sembuh sekitar 2-4 minggu setelah munculnya ciri-ciri cacar api berupa ruam.Walaupun tidak umum, berikut adalah gejala cacar api pada anak lainnya yang bisa muncul.
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Pegal-pegal
Gejala cacar api pada anak biasanya lebih ringan jika dibandingkan pada orang tua yang telah berusia di atas 50 tahun. Jika anak belum pernah terkena cacar air atau diimunisasi cacar air, sebaiknya hindarkan mereka dari kontak langsung kepada penderita cacar api.

Komplikasi cacar api pada anak

Penyakit cacar api pada anak yang tidak ditangani dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:
  • Selulitis, yaitu Infeksi kulit yang disebabkan karena ruam cacar api terinfeksi bakteri.
  • Postherpetic neuralgia (PHN), yakni komplikasi berupa rasa sakit yang bisa berlangsung lama, bahkan setelah ruam herpes zoster hilang. Konsultasikan dengan dokter jika rasa sakit tetap ada setelah ruam cacar api pada anak hilang.
  • Gangguan penglihatan. Cacar api di dekat atau pada area mata dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
  • Masalah sistem saraf. Cacar api di wajah dapat mengganggu berbagai saraf yang terhubung ke otak. Hal ini dapat menyebabkan masalah saraf, seperti kelumpuhan wajah, masalah pendengaran, dan masalah keseimbangan.
Dalam kasus yang sangat jarang, cacar api juga dapat menyebabkan ensefalitis (radang otak).

Cara mengobati cacar api pada anak

Cara mengobati cacar api pada anak tergantung pada gejala, usia, seberapa parah kondisinya, serta kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang mungkin diberikan.
  • Obat antivirus dapat membantu mengurangi durasi dan tingkat keparahan gejala. Jenis obat antivirus yang mungkin diberikan adalah acyclovir, famciclovir atau valacyclovir.
  • Obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat mengurangi demam dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan cacar api. Jenis obat pereda nyeri untuk cacar api pada anak meliputi acetaminophen atau ibuprofen. Jangan berikan ibuprofen kepada anak di bawah 6 bulan, kecuali atas petunjuk dokter. Anda juga disarankan untuk tidak menggunakan aspirin pada anak-anak karena dapat menyebabkan efek samping serius yang disebut sindrom Reye.
  • Jika rasa sakit yang dialami anak tergolong parah, dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri yang lebih kuat.
Itulah ciri-ciri dan cara mengobati cacar api pada anak. Saat ini, belum ada vaksin cacar api untuk anak, tetapi pemberian imunisasi cacar air dapat meringankan gejala saat anak terkena penyakit ini.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
penyakit anakcacar apiherpes zoster
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/shingles.html
Diakses 6 Oktober 2021
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/shingles
Diakses 6 Oktober 2021
Childrens National. https://childrensnational.org/visit/conditions-and-treatments/skin-disorders/herpes-zoster-shingles
Diakses 6 Oktober 2021
Web MD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/shingles/shingles-skin
Diakses 6 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait