Mengenal 14 Ciri-ciri Bipolar: Bukan Sekedar Sedih lalu Bahagia

Ciri-ciri bipolar bisa sangat berbeda, tergantung jenisnya, mania atau depresi
Ciri-ciri bipolar bisa dibagi jadi dua jenis, mania dan depresi

Bipolar disorder atau gangguan kepribadian bipolar adalah kondisi gangguan mental yang membuat pengidapnya memiliki mood swings atau perubahan suasana hati ekstrem. Sehingga ciri-ciri bipolar sendiri bisa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu saat suasana hati penderitanya sangat buruk atau justru sangat baik, hingga terlihat seperti kelebihan energi.

Pengidap bipolar yang sedang memasuki fase mania akan terlihat sangat berbeda dengan pengidap yang sedang masuk fase depresi. Itulah sebabnya, penderita bipolar sering disebut memiliki kepribadian ganda.

Orang yang sudah menunjukkan ciri-ciri bipolar, sebaiknya segera menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis jiwa. Sebab dengan perawatan yang tepat, pengidap bipolar tetap bisa menjalani kehidupannya sehari-hari dengan lancar tanpa terganggu oleh mood swing yang ekstrem.

Ciri-ciri bipolar berdasarkan jenis gangguannya

Ciri-ciri bipolar bisa sangat berbeda pada tiap penderitanya. Sebagian orang bisa saja lebih sering mengalami gejala episode mania dan sebagian lainnya lebih kerap merasakan gejala bipolar depresi. Ada juga pengidap yang merasakan gejala kedua episode tersebut dengan porsi nyaris sama.

Ciri-ciri bipolar pun tidak setiap saat muncul. Beberapa pengidapnya bahkan ada yang hanya mengalaminya beberapa kali selama hidupnya. Lebih lanjut, berikut ini ciri yang perlu dikenali pada orang yang dicurigai terkena bipolar.

Euforia dan senang berlebihan juga masuk ciri-ciri bipolar
Perasaan euforia berlebihan bisa menandakan bipolar

• 7 Ciri-ciri bipolar episode mania

Saat pengidap bipolar memasuki episode mania, seorang pengidap bipolar akan merasakan peningkatan drastis pada energinya. Selain itu, ia akan merasakan euforia dan kreativitasnya pun akan meningkat. Singkatnya, mungkin ia akan terlihat seperti orang yang hiperaktif.

Ciri yang seringkali muncul pada pengidap bipolar mania antara lain:

  • Merasa sangat bahagia dalam jangka waktu yang lama
  • Merasa tidak butuh tidur
  • Berbicara dengan sangat cepat karena pikirannya pun bergerak begitu cepat
  • Tidak bisa diam di satu tempat dan impulsif
  • Sangat mudah terdistraksi
  • Menilai kemampuan diri secara berlebihan atau overconfidence
  • Mulai melakukan hal-hal yang berisiko tinggi seperti menghabiskan tabungan untuk judi, melakukan hubungan seks tidak aman, atau belanja barang-barang yang tidak diperlukan

Perasaan “di atas angin” pada pengidap bipolar saat memasuki fase mania ini sangat berbahaya. Selain memicu tindakan berbahaya, perasaan ini juga akan merusak hubungan dengan orang sekitar.

Sifat agresif dan mudah marah yang muncul pada fase ini, akan membuat pengidap bipolar tak ragu untuk memicu konflik dengan orang sekitar. Selain itu, ia juga akan jadi gelap mata dan menyalahkan semua orang yang berusaha membantu menasihati atau memberikan saran.

Ciri-ciri bipolar bisa mirip gejala depresi
Ciri-ciri bipolar depresi berkebalikan dari bipolar mania

• 7 Ciri-ciri bipolar episode depresi

Perlu diingat jika bipolar episode depresi, berbeda dengan depresi. Meski mungkin gejalanya cukup mirip, namun perawatan untuk bipolar depresi dan depresi sangatlah berbeda. Bipolar tidak bisa diobati dengan obat antidepresan. Justru, jika pengidap bipolar mengonsumsi antidepresan, gangguan yang dialaminya akan semakin parah.

Beberapa gejala yang sering muncul ada bipolar episode depresi adalah:

  • Merasa sedih dan tidak punya harapan hidup dalam jangka waktu yang lama
  • Menjauh dari teman dan keluarga
  • Tidak lagi tertarik melakukan hal yang sebelumnya dianggap menyenangkan
  • Nafsu makan berubah drastis, entah itu jadi sama sekali tidak nafsu makan atau justru jadi ingin selalu makan.
  • Merasa sangat lelah dan tidak punya energi
  • Penurunan daya ingat serta konsentrasi dan tidak punya kemampuan untuk memutuskan sesuatu
  • Terpikir untuk bunuh diri atau mulai banyak berpikir tentang kematian

Jika ciri-ciri bipolar sudah muncul, apa yang harus dilakukan?

Jika ciri-ciri bipolar mulai dirasakan, sebaiknya konsultasi ke dokter
Konsultasi ke dokter spesialis jiwa bisa bantu redakan gejala bipolar

Apabila merasakan ciri-ciri bipolar di atas, maka segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis kejiwaan mengenai kondisi Anda. Menyadari ada sesuatu yang salah dengan kondisi mental Anda adalah tahap awal yang sangat penting dan patut diapresiasi.

Anda juga dapat mengajak orang terdekat untuk menemani. Sebab pengalaman mereka saat berhadapan dengan Anda akan berguna bagi dokter untuk menganalisis lebih dalam. Saat pemeriksaan, dokter juga bisa saja akan meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan tambahan berupa tes urine dan tes darah.

Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang bisa menimbulkan gejala mirip bipolar. Seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Para pengidap bipolar umumnya akan berusaha mencari perawatan saat mereka berada di fase depresi. Sehingga, untuk memastikan bahwa Anda mengidap bipolar, dokter juga akan menanyakan riwayat yang sekiranya berhubungan dengan ciri-ciri bipolar mania.

Tidak semua kondisi yang telah disebutkan di atas pasti menandakan bipolar. Ada banyak kondisi mental yang gejala atau cirinya saling beririsan satu sama lain. Sehingga, sebaiknya jangan membuat diagnosis sendiri apalagi menjalani pengobatan sendiri. Percayakan diagnosis pada dokter agar perawatan yang dijalani lebih efektif.

Healthline. https://www.healthline.com/health/could-it-be-bipolar-signs-to-look-for
Diakses pada 14 April 2020

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/bipolar-disorder/bipolar-disorder-signs-and-symptoms.htm
Diakses pada 14 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/symptoms-causes/syc-20355955
Diakses pada 14 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/37010
Diakses pada 14 April 2020

Artikel Terkait