Chemoport, Alat Bantu untuk Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi


Chemo port adalah alat bantu untuk pasien kanker yang menjalani perawatan kemoterapi. Chemoport berupa sebuah lubang kecil yang terhubung dengan pembuluh darah besar. Biasanya digunakan ketika banyak melibatkan pengambilan darah.

0,0
02 Aug 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Chemo port adalah alat bantu untuk pasien kanker yang menjalani perawatan kemoterapiObat kemoterapi, cairan, atau obat lain dapat diberikan langsung melalui chemoport
Perawatan kanker seringkali melibatkan banyak pengambilan darah. Selain itu, jika Anda menjalani perawatan kemoterapi, Anda perlu memasukkan obatnya melalui pembuluh darah. Seiring berjalannya waktu, akan terasa menyakitkan jika berulang kali ditusuk dengan jarum atau jalur intravena (IV). Port kemoterapi atau chemoport dapat menjadi pilihan dalam situasi ini untuk mempermudah pengambilan darah dan memasukkan obat kemo dan cairan intravena ke dalam aliran darah Anda.

Apa itu chemoport?

Chemo port adalah lempengan atau wadah kecil yang terbuat dari plastik atau logam dengan segel karet di bagian atas. Tabung tipis, lembut, fleksibel, yang disebut kateter, mengalir dari lempengan chemoport ini. Posisinya menghadap keluar tubuh dan terhubung langsung ke pembuluh vena besar.Port kemo biasanya dimasukkan tepat di bawah tulang selangka atau lengan atas. Ukurannya kira-kira beberapa sentimeter sehingga menciptakan tonjolan kecil di bawah kulit Anda yang dapat ditutupi pakaian.Obat kemoterapi, cairan, atau obat lain dapat diberikan langsung melalui port ini. Caranya dengan menggunakan jarum khusus yang masuk ke titik akses dalam port. Cairan atau obat mengalir langsung melalui kateter dan menuju pembuluh vena besar. Darah juga bisa diambil dengan cara ini.Cara ini lebih mudah dan tidak terlalu menyakitkan daripada memasukkan jarum terus-menerus ke dalam pembuluh darah Anda. Selain itu, chemoport juga memudahkan tenaga kesehatan untuk memberikan akses pada pembuluh darah, mengurangi ketidaknyamanan bagi pasien, sekaligus mengurangi risiko infeksi dan iritasi kulit.

Fungsi chemoport

Sebelum memutuskan untuk memasang port, Anda dan dokter akan membicarakan tentang prosedur, kemungkinan manfaat, dan risikonya. Anda yang akan memutuskan apakah cara ini tepat untuk Anda. Manfaat dari port kemo adalah sebagai berikut:
  • Pengurangan penggunaan jumlah jarum suntik
  • Mengurangi ketidaknyamanan saat perawatan kemoterapi
  • Bisa diberikan obat pada waktu yang sama, jika ada dua port
  • Bisa melakukan tes darah sekaligus memberikan obat kemoterapi dalam waktu yang sama serta port yang sama
  • Mengurangi iritasi karena obat-obatan tak menyentuh kulit

Bagaimana prosedur pemakaian chemo port?

Port ditanamkan melalui pembedahan. Prosedur ini cukup singkat dan Anda bisa pulang setelah operasi. Biasanya caranya adalah dengan tahap-tahap berikut ini:
  • Anda diberikan infus untuk membuat Anda rileks dan mungkin merasa mengantuk.
  • Anda akan berbaring di meja bedah dan akan tetap terjaga saat port ditanamkan.
  • Karena port biasanya ditanamkan di dekat tulang selangka, Anda diberi anestesi lokal ke daerah dada dan membuat daerah tersebut mati rasa.
  • Dua sayatan kecil akan dibuat: satu di pangkal leher, satu lagi tepat di bawah tulang selangka.
  • Sebuah port akan dimasukkan ke dalam sayatan di bawah tulang selangka, kateter akan diperpanjang di bawah kulit dari port sayatan leher.
  • Sayatan kemudian akan ditutup dengan perban untuk mencegah infeksi. Prosedur ini biasanya memakan waktu sekitar 30-45 menit.
Ikuti instruksi yang diberikan tenaga kesehatan untuk merawat luka sayatan agar terhindar dari infeksi. Biasanya Anda boleh melepas perban setelah 2 hingga 3 hari dan membiarkannya mengering. Anda harus menjaga luka tetap kering saat mandi. Bila luka telah sembuh, Anda boleh membiarkannya basah.Tempelkan plester untuk menjaga agar  perban tetap di tempatnya. Perban boleh dicopot setelah sekitar 10 hingga 14 hari.Selama 3 hingga 5 minggu setelah prosedur, Anda harus menghindari mengangkat sesuatu yang berat agar luka tak terbuka kembali.

Efek samping pemakaian chemo port

Beberapa kemungkinan efek samping dari penggunaan chemoport adalah sebagai berikut:
  • Kemungkinan infeksi di tempat sayatan
  • Penyumbatan pada kateter
  • Gumpalan darah akibat posisi kateter di bawah kulit
  • Kateter atau port berpindah posisi
Merawat port Anda dengan baik akan membantu mengurangi risiko infeksi dan komplikasi lainnya, yaitu dengan cara:
  • Berhati-hati saat mandi dan menggunakan baju setelah port ditanamkan. Ikuti petunjuk yang diberikan oleh tenaga medis.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh port.
  • Pastikan port tidak tenggelam.
  • Disarankan tidak berolahraga atau aktivitas lain yang menyebabkan bertabrakan dengan seseorang atau benda lain.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang chemoport, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kankerkemoterapi
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/what-is-chemo-port
Diakses pada 19 Juli 2021.
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/chemotherapy-port-definition-2249312#how-is-a-port-inserted
Diakses pada 19 Juli 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health/cancer/chemotherapy-port#risks
Diakses pada 19 Juli 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait