Mengenal 7 Cara Membentuk Anak Pemberani


Anak pemberani perlu berbekal kepercayaan diri dari lingkungan terdekatnya yaitu orangtua. Berikut cara mengembangkan sifat pemberani pada anak.

(0)
28 Dec 2020|Azelia Trifiana
Tips membentuk anak pemberaniUsahakan untuk membuat anak merasa aman selama dia beraktivitas
Pada dasarnya, tidak ada istilah anak pemalu dan penakut maupun anak pemberani. Semuanya sama, hanya saja ada anak yang perlu waktu lebih lama untuk mencoba hal baru atau slow to warm up. Orangtua tak perlu khawatir karena pada dasarnya tiap anak memiliki rasa ingin tahu untuk eksplorasi sekitar, hanya saja kecepatannya berbeda.Di sinilah peran orangtua untuk membangun rasa percaya diri anak. Ketika mereka sudah memiliki bekal ini, maka mereka akan bisa lebih mudah melangkah keluar dari zona nyamannya.

Cara menghilangkan rasa takut pada anak

Ketimbang harus memaksa anak melakukan hal yang belum tentu nyaman menurut mereka, coba lakukan beberapa cara mendidik anak menjadi pemberani, seperti:

1. Jadilah pemberi rasa aman

Pernahkah anak Anda berada di lingkungan serba baru dan memilih untuk menempel pada orangtuanya? Jangan langsung memberinya label anak penakut. Justru, jadilah sosok yang memberikan rasa aman. Beri anak waktu semisal untuk tetap berada di pangkuan Anda hingga ia merasa nyaman.Ketika orangtua tidak memaksa, di saat itulah anak mendapat ruang untuk berpikir tentang konsep mencoba hal baru. Dengan demikian, saat waktunya tepat, mereka akan memiliki kepercayaan diri untuk melakukannya.

2. Beri apresiasi

Anak-anak mulai memahami mana yang benar dan salah. Namun, bukan hal mudah untuk membela teman mereka yang sedang diganggu. Di sinilah orangtua bertugas untuk memberikan apresiasi sehingga anak merasa bangga dan yakin apa yang dilakukannya sudah tepat. Ke depannya, mereka akan semakin berani dalam melakukannya.

3. Sampaikan saat anak deep sleep

Trik ini bisa dilakukan ketika anak mulai masuk ke fase deep sleep, sekitar 5-10 menit. Bisikkan kepada anak bahwa Anda percaya padanya. Sampaikan sugesti atau afirmasi positif apapun yang ingin ditanamkan. Lakukan 3-4 kali dalam satu pekan.Menurut studi, pikiran anak akan dengan mudah menerima sugesti positif pada saat akan masuk ke fase tidur. Bahkan tak hanya anak-anak, teknik ini juga ampuh diterapkan pada atlet yang akan mengikuti kejuaraan.

4. Adaptasi perlahan

Bukan hal mudah untuk anak yang baru beberapa tahun tinggal di dunia untuk bisa menyesuaikan dengan situasi asing. Untuk itu, coba lakukan adaptasi secara perlahan. Contohnya saat anak kesulitan berteman dengan anak lain, ajak teman lamanya dalam lingkaran pertemanan baru itu.Contoh lain ketika anak sukar menerima makanan yang asing, coba sajikan makanan baru bersamaan dengan makanan favorit mereka. Dengan cara ini, akan muncul rasa familiar. Ini dapat membangun rasa aman secara emosional bagi si kecil.

5. Membawa benda kesayangan

Sangat normal bagi anak-anak jika ingin membawa benda kesayangan mereka ke mana pun, termasuk ke tempat yang masih asing baginya. Bentuknya beragam seperti mainan, boneka, bahkan kostum tertentu.Objek semacam ini akan memberikan rasa bahwa situasi masih terkendali. Hal yang sama juga bisa muncul ketika anak merasa “ditemani” oleh teman khayalan mereka. Orangtua berperan dengan memantau setiap perubahan alias melakukan observasi.

6. Dengarkan alasan mereka

Ketika anak menolak melakukan sesuatu yang baru, jangan langsung menuding mereka sebagai anak pemalu atau penakut. Tanpa perlu memaksakan perubahan bisa terjadi secara instan, tanyakan apa alasan mereka enggan melakukan hal itu.Setelah si kecil menyampaikan alasan mereka, validasi emosinya. Ini akan membentuk kesadaran anak akan perasaan mereka sehingga bisa mengambil keputusan bulat. Cara ini akan membentuk anak menjadi sosok yang mandiri, bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan baru.

7. Terima kegagalan

Apabila anak telah berani mencoba hal baru dan pada akhirnya gagal, temani mereka untuk menemukan solusi yang tepat. Tekankan bahwa mencoba hal baru atau hal sulit perlu keberanian. Selain itu, sampaikan pula bahwa sangat wajar percobaan pertama tidak langsung berhasil.Anak-anak perlu tahu bahwa setiap individu memiliki ketakutan tersendiri, terlepas dari berapa usia mereka. Bahkan orangtua mereka pun punya hal yang ditakuti, namun bisa teratasi seiring dengan bertambahnya usia.

Keberanian bukan berarti tidak takut apapun, namun lebih kepada keberanian melakukan hal yang ditakutinya. Tentunya, hal yang dilakukan ini harus benar-benar aman.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang perbedaan cara anak menghadapi situasi baru, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentinggaya parentingpola hidup sehat
Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/social/ways-to-teach-independence-self-confidence/?
Diakses pada 12 Desember 2020
Parents. https://www.parents.com/featured/JIF6WaystoRaiseFearlessKids2017
Diakses pada 12 Desember 2020
Forbes. https://www.forbes.com/sites/margiewarrell/2017/06/10/raising-brave-children-in-fearful-times/
Diakses pada 12 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait