Mengenal Jenis, Cara Kerja, dan Efek Samping Obat Penenang


Obat penenang tidak dapat dikonsumsi sembarangan. Mengonsumsi obat penenang melebihi dosis dari dokter dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

(0)
09 Mar 2020|Anita Djie
Cara kerja obat penenangObat penenang memiliki beragam jenis yang disesuaikan dengan keluhan penderita
Saat seseorang mengalami rasa cemas atau kesulitan untuk tidur, dokter akan memberikan resep berupa obat penenang dalam dosis tertentu yang mampu mengatasi gangguan yang sedang diderita.Obat ini tampak seperti obat mujarab yang bisa selalu dikonsumsi untuk menghilangkan permasalahan Anda. Namun, tahukah Anda bagaimana obat jenis ini bekerja di dalam tubuh dan efek sampingnya terhadap kesehatan Anda?

Cara kerja obat penenang

Obat penenang merupakan salah satu obat yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter dan berperan dalam memperlambat aktivitas di otak. Obat ini juga dapat membuat Anda merasa lebih rileks atau tenang.Obat ini biasanya diberikan untuk mengatasi masalah atau kondisi medis, seperti gangguan tidur dan kecemasan. Kadang kala, obat dipakai untuk memberikan ketenangan ini juga digunakan sebagai obat bius.Obat bekerja dengan mengubah komunikasi pada saraf di dalam sistem saraf pusat otak dengan memproduksi neurotransmitter atau senyawa dalam otak yang berperan dalam menjembatani komunikasi antar sel otak, berupa gamma-aminobutyric acid (GABA).Peningkatan GABA dalam otak dapat memperlambat cara kerja otak dengan cara mengurangi aktivitas di otak. Nantinya, pemakai obat akan mulai merasakan efek rileks dan ngantuk.

Jenis-jenis obat penenang

Benzodiazepin dan barbiturat adalah dua jenis obat-obatan yang umum ditemui. Benzodiazepin biasanya dipakai untuk mengobati gangguan kecemasan, reaksi akibat stres akut, dan serangan panik (panic attack).Terkadang beberapa jenis benzodiazepin juga bisa diresepkan untuk menanggulangi gangguan tidur dalam jangka pendek.Sementara itu, barbiturat adalah jenis obat yang sering diberikan untuk mengatasi gangguan tidur, kecemasan, dan ketegangan.Selain benzodiazepin dan barbiturat, ada lagi dua jenis obat penenang lainnya yaitu hypnotics atau non-benzodiazepines dan narkotika.Hypnotics hanya diberikan untuk menanggulangi gangguan tidur, sedangkan opioid atau narkotika hanya dapat digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang tidak tertahankan.Jenis obat ini berpotensi tinggi untuk menyebabkan kecanduan dan disalahgunakan. Oleh karena itu, penggunaannya diatur secara ketat penjualannya dan hanya bisa didapatkan melalui resep dokter, serta digunakan untuk mengatasi keluhan tertentu.

Efek samping dari obat penenang

Selain berpeluang menyebabkan ketergantungan dan kecanduan, obat penenang juga memiliki efek samping lainnya yang perlu dipertimbangkan, seperti:
  • Pusing
  • Kesulitan untuk fokus atau berpikir
  • Pernapasan yang melambat
  • Rasa ngantuk
  • Penglihatan mengabur
  • Sulit berbicara atau berbicara lebih lambat
  • Melambatnya gerak reflek tubuh
  • Kesulitan melihat
  • Berkurangnya rasa nyeri
Apabila dikonsumsi dalam jangka panjang, obat dapat menimbulkan efek samping yang lebih intens dan berbahaya, seperti:
  • Menimbulkan gangguan mental, seperti kecemasan
  • Mengalami gejala depresi, seperti merasa putus asa, kemunculan pemikiran untuk bunuh diri, dan rasa lelah
  • Gangguan di organ hati
  • Amnesia
  • Ketergantungan obat
Ketergantungan ditandai dengan konsumsi obat dalam jumlah berlebih dan melebihi resep yang dianjurkan dokter, serta memerlukan dosis yang lebih tinggi lagi untuk merasakan efek samping dari obat yang dikonsumsi.Selain itu, bila Anda sudah ketergantungan dengan obat ini, Anda akan mengalami gejala berikut jika berhenti menggunakannya:
  • Mudah kesal
  • Meningkatnya kecemasan
  • Tidak bisa tidur
  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan kesadaran
  • Kejang
Apabila Anda mengalami kelelahan ekstrim, pupil mata mengecil, pernapasan yang melambat atau tidak ada, serta melambatnya detak jantung, maka ada kemungkinan Anda mengalami overdosis, segera ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan obat penenang

Jika Anda sedang mengonsumsi obat penenang sesuai dengan resep yang dianjurkan dokter, Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol dan ganja, dan mencampurkan obat ini dengan obat lainnya tanpa instruksi dari dokter.Ibu yang sedang mengandung tidak disarankan untuk mengonsumsi jenis obat ini. Selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsinya jika Anda sedang hamil atau mengidap kondisi medis tertentu.

Catatan dari SehatQ

Obat penenang bekerja dengan memperlambat aktivitas otak dan membuat penggunanya merasa rileks. Bila dikonsumsi sesuai dengan takaran dan anjuran dokter, obat ini aman-aman saja untuk digunakan.Namun, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda telah mengonsumsi obat melebihi dosis yang diberikan oleh dokter, karena konsumsi dalam dosis yang besar dan jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya.
kesehatan mentalobat penenanghidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/sedatives
Diakses pada 6 Maret 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/sedatives
Diakses pada 6 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait