Mengenal Candidiasis Oral, Infeksi Jamur yang Muncul di Mulut

(0)
15 Sep 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Candidiasis oral, infeksi yang disebabkan jamur Candida albicans!Candidiasis oral dapat disembuhkan dengan obat-obatan resep dari dokter.
Candidiasis oral adalah infeksi jamur di dalam mulut yang menyebabkan munculnya benjolan berwarna putih atau kekuningan di dalam pipi maupun lidah. Umumnya, candidiasis oral lebih sering diderita oleh bayi maupun balita.Sebenarnya, infeksi jamur candidiasis oral dianggap ringan, bahkan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk bayi dan balita dengan sistem imun lemah, candidiasis oral dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan berpotensi menyebabkan komplikasi.

Penyebab candidiasis oral

Candidiasis oral disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans (C. albicans) di dalam mulut. Sebenarnya keberadaan jamur C. albicans di dalam mulut dianggap wajar. Namun, saat sistem imun tubuh tak berfungsi dengan baik, jamur tersebut dapat berkembang biak dengan lebih leluasa dan berpotensi menyebabkan komplikasi.Tidak hanya itu, ada beberapa penyebab candidiasis oral lainnya yang perlu diperhatikan:
  • Obat antibiotik

Beberapa obat antibiotik juga dapat menyebabkan pertumbuhan C. albicans di dalam mulut sehingga memicu terjadinya candidiasis oral.
  • Pengobatan kanker

Pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi, juga dapat menyebabkan candidiasis oral karena kedua jenis pengobatan ini dapat membunuh sel sehat di dalam tubuh.
  • Penyakit yang melemahkan sistem imun tubuh

Leukimia dan HIV adalah dua contoh penyakit yang dapat membuat sistem imun tubuh melemah. Jika hal ini terjadi, infeksi seperti candidiasis oral berpotensi menyerang.
  • Diabetes

Jika diabetes tidak diobati, sistem imun tubuh dapat menjadi korbannya. Ditambah lagi, diabetes dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah. Situasi ini dianggap sebagai tempat berkembang biak yang nyaman bagi jamur C. albicans.

Gejala candidiasis oral

Di fase awal, candidiasis oral dapat terjadi tanpa gejala apa pun. Akan tetapi, saat infeksinya semakin parah, beberapa gejala di bawah ini akan muncul:
  • Benjolan putih atau kuning di bagian dalam pipi, lidah, gusi, bibir, hingga amandel
  • Perdarahan saat benjolannya tergesek
  • Rasa nyeri dan sensasi terbakar di dalam mulut
  • Kulit kering dan pecah-pecah di dekat mulut
  • Sulit menelan
  • Rasa tidak sedap di dalam mulut
  • Hilangnya kemampuan merasa.
Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, candidiasis oral juga bisa berdampak pada kerongkongan. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami berbagai gejala di atas.

Faktor risiko candidiasis oral

Candiadisis oral
Candidiasis oral punya beberapa faktor risiko
Bagi orang dewasa, berbagai faktor risiko di bawah ini dapat mengundang candidiasis oral.
  • Penggunaan gigi palsu

Menggunakan gigi palsu, terutama jika jarang dibersihkan, tidak pas di mulut, atau tak dilepas saat mau tidur, dapat menyebabkan candidiasis oral.
  • Menggunakan obat kumur mulut berlebihan

Orang-orang yang terlalu sering berkumur dengan obat antibakteri kumur akan lebih berisiko menderita candidiasis oral. Sebab, obat antibakteri kumur tersebut dapat membunuh bakteri yang bertugas mencegah perkembangbiakan C. albicans.
  • Obat steroid

Mengonsumsi obat-obatan steroid dalam jangka waktu yang panjang dapat meningkatkan risiko candidiasis oral.
  • Mulut kering

Saat mulut mengalami dehidrasi, produksi air liur juga akan berkurang. Situasi ini akan membuat candidiasis oral akan lebih mudah menyerang.
  • Pola makan yang tidak sehat

Mengonsumsi makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan seseorang mudah terserang candidiasis oral. Orang-orang yang kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat adalah golongan yang terbukti paling sering terserang infeksi jamur ini.
  • Kebiasaan merokok

Hati-hati, ternyata candidiasis oral lebih sering menyerang mulut para perokok. Namun para ahli belum tahu secara pasti mengapa candidiasis oral lebih rentan terjadi pada perokok.Jika memang Anda tergolong dalam orang-orang yang memiliki faktor risiko candidiasis oral, sebaiknya segera hilangkan kebiasaan buruk seperti merokok dan berkonsultasilah pada dokter.

Pengobatan medis candidiasis oral

Candiadisis oral
Dokter bisa meresepkan obat untuk atasi candidiasis oral
Untuk mengobati candidiasis oral, dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat, seperti:
  • Fluconazole atau obat-obatan antijamur
  • Clotrimazole, yaitu obat antijamur yang tersedia dalam bentuk tablet hisap
  • Nystatin, yaitu obat antijamur kumur maupun salep
  • Amphotericin B, yaitu obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi kasus candidiasis oral parah.
Setelah mengonsumsi berbagai obat resep di atas, candidiasis oral biasanya akan hilang dalam hitungan minggu.Untuk orang dewasa yang sering mengalami candidiasis oral meski sudah minum obat, biasanya dokter akan mengevaluasi lagi penyebabnya.

Cara mengobati candidiasis oral di rumah

Setelah mendapatkan obat-obatan resep dari dokter, biasanya Anda juga direkomendasikan untuk menjalani pola hidup yang sehat guna mencegah atau mengobati candidiasis oral.Saat masa pemulihan, Anda disarankan untuk melakukan tips di bawah ini:
  • Menyikat gigi dengan sikat yang halus guna mencegah adanya gesekan pada benjolan candidiasis oral
  • Gantilah sikat gigi dengan yang baru setelah Anda sudah sembuh dari candidiasis oral
  • Selalu bersihkan gigi palsu Anda
  • Hindari obat kumur, kecuali dokter Anda meresepkannya.
Berkumur dengan air garam, campuran air dengan soda kue, campuran air dan lemon, serta campuran air dengan cuka apel dianggap bisa mengatasi berbagai gejala candidiasis oral yang mengganggu. Namun sebelum mencobanya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Catatan dari SehatQ:

Candidiasis oral bukanlah kondisi medis yang boleh disepelekan. Jika tak ditangani sedini mungkin, akan ada komplikasi yang mengganggu kesehatan. Jika Anda sudah mengalami berbagai gejala candidiasis oral, tetapi tak tahu apa penyebabnya, konsultasikan kondisi Anda ke dokter.
kesehatan mulutinfeksi bakteriinfeksi jamurbercak putih di lidah
Healthline. https://www.healthline.com/health/thrush
Diakses pada 1 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/178864#risk_factor_oral_thrush
Diakses pada 1 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait