Mengenal Jenis-jenis dan Penyebabnya Retardasi Mental


Retardasi mental atau cacat mental adalah gangguan perkembangan otak di mana kecerdasan atau kemampuan mental seseorang berada di bawah rata-rata.”

(0)
26 Mar 2020|Dessy Diniyanti
Retardasi mental disebut juga dengan cacat mentalOrang dengan keterbelakangan mental mengalami kesulitan dalam belajar
Retardasi mental adalah gangguan perkembangan otak di mana kecerdasan atau kemampuan mental seseorang berada di bawah rata-rata. Kondisi ini lebih dikenal awam dengan sebutan keterbelakangan mental atau cacat mental. Hal ini bisa ditandai dengan nilai IQ yang di bawah standar normal. Penderita cacat mental dapat mempelajari keterampilan dan hal-hal baru, hanya saja prosesnya akan lebih lambat.Kondisi retardasi mental ini dapat diidentifikasi oleh masalah dalam fungsi intelektual dan adaptif. Dengan terjadinya gangguan pada kondisi atau perkembangan otak, bisa menjadi penyebab seseorang menderita retardasi mental. Penanganannya juga membutuhkan waktu dan beberapa pilihan untuk membantu pasien agar bisa beradaptasi dengan kondisinya.

Kriteria retardasi mental menurut Asosiasi Intelektual dan Perkembangan Amerika:

  • IQ di bawah 70-75
  • Ada keterbatasan yang signifikan dalam beberapa bidang adaptif seperti, keterampilan untuk melakukan aktivitas, bekerja, berkomunikasi, dan bermain.
  • Gangguan ingatan
  • Kurangnya rasa keingintahuan
  • Perilaku kekanak-kanakan yang tidak sesuai dengan usia
  • Kondisi ini memanifestasikan dirinya sebelum usia 18 tahun.
Cara untuk mendiagnosis keterbelakangan mental dilakukan dengan tiga tahap evaluasi, mulai dari wawancara, observasi pada orang tersebut dan melakukan tes. Saat mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan pada kondisi pasien secara menyeluruh mulai dengan wawancara pasien serta orang tuanya hingga tes intelektual dan penyesuaian diri pasien terhadap lingkungan.Seseorang dengan retardasi mental (cacat mental) memiliki keterbatasan dalam dua bidang, yaitu:
  • Fungsi intelektual

Gangguan ini berkaitan dengan IQ yang mengacu pada kemampuan seseorang untuk belajar, bernalar, membuat keputusan, dan menyelesaikan masalah.
  • Perilaku adaptif

Perilaku adaptif merupakan keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari seperti, mampu berkomunikasi dengan baik, berinteraksi dengan orang lain, dan menjaga diri sendiri.

Jenis-jenis retardasi mental 

Jenis-jenis retardasi mental (keterbelakangan mental) dapat dikelompokan berdasarkan beberapa keterampilan. Jenis gangguan kognitif yang paling mencolok adalah dari segi kemampuan membaca, menulis, atau kemampuan berhitung. Jika pada penderita yang bersekolah, keterlambatan bisa diidentifikasi dari cara bicara, perkembangan keterampilan motorik. Berikut jenis-jenisnya:
  • Ketidakmampuan intelektual dalam membaca

Hal ini menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam memahami hubungan antara huruf, suara, dan kata-kata. Tanda-tandanya dapat dikenali ketika sulit mengenal huruf dan kata, tidak dapat memahami kata dan ide, kecepatan membaca lambat, dan keterampilan kosa kata yang buruk.
  • Cacat intelektual dalam berhitung

Jika seseorang sulit dan lambat dalam menghafal dan mengatur angka, mungkin ia memiliki kecacatan intelektual dalam matematika. Hal ini menyebabkan penderita sulit untuk mengatakan waktu dan pemikiran abstrak.
  • Cacat intelektual secara tertulis

Jenis cacat ini dapat melibatkan aktivitas fisik menulis. Penderitanya akan bermasalah dalam membentuk suatu huruf, kata-kata, dan ekspresi tertulis. Tanda-tanda yang bisa Anda kenali yaitu, tulisannya berantakan, sulit menyalin kata-kata dengan akurat, dan bermasalah dengan ejaan.
  • Cacat keterampilan motorik

Seseorang dengan cacat keterampilan motorik memiliki masalah dengan motorik kasar dan halus.  Mereka tampak tidak terkoordinasi dengan usia dan memiliki masalah signifikan dengan gerakan yang membutuhkan koordinasi tangan ke mata.
  • Cacat dengan bahasa

Jenis retardasi mental ini melibatkan kemampuan berbicara dan memahami kata-kata yang diucapkan. Tanda-tandanya dapat dilihat dari sulitnya menceritakan sebuah kejadian, tidak lancar saat berbicara, tidak dapat memahami makna kata, dan tidak dapat melaksanakan arahan.

Penyebab dan faktor yang meningkatkan risiko retardasi mental

Ada banyak penyebab retardasi mental yang mungkin menyerang anak. Risiko ini juga dapat berkaitan dengan sindrom genetik, seperti sindrom Down dan sindrom Fragile X.Penyakit seperti meningitis, batuk rejan, campak, trauma kepala, hingga hasil dari paparan racun seperti timbal atau merkuri juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.Faktor lain yang dapat menyebabkan keterbelakangan mental juga termasuk malformasi otak, dan pengaruh lingkungan atau penyakit yang dimiliki sang ibu, seperti alkohol dan obat-obatan.Berbagai kejadian terkait persalinan seperti infeksi selama kehamilan dan masalah saat proses melahirkan juga bisa menjadi salah satu faktor risiko penyebab retardasi mental.

Catatan dari SehatQ

Perlu Anda ketahui bahwa retardasi mental dapat terjadi sejak kecil hingga remaja. Jika anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut, pasien memerlukan konseling dan penanganan dokter multidisiplin untuk mengatasi gangguan ini. Selain itu, keluarga pasien akan mendapatkan rencana layanan untuk menjelaskan keperluan pasien. Tujuannya untuk membantu pasien untuk mencapai potensi penuh dalam edukasi dan keterampilan sosial.
gangguan mentalkesehatan mentalhidup sehat
Psychiatry. https://www.psychiatry.org/patients-families/intellectual-disability/what-is-intellectual-disabilityDiakses 11 Juni 2020Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/intellectual-disability-mental-retardation#1Diakses 23 Maret 2020Special Olympics. https://www.specialolympics.org/about/intellectual-disabilities/what-is-intellectual-disabilityDiakses 23 Maret 2020Healthy Place. https://www.healthyplace.com/neurodevelopmental-disorders/intellectual-disability/types-of-intellectual-disabilities-list-and-examplesDiakses 23 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait