Mengenal Bulimia Nervosa, Gangguan Makan yang Mengancam Jiwa


Bulimia nervosa adalah kelainan psikologis yang membuat seseorang mengonsumsi banyak makanan dalam waktu singkat dan diikuti dengan upaya untuk mengeluarkan apa yang telah dikonsumsi setelahnya. Apabila tidak ditangani, kondisi tersebut dapat membahayakan nyawa penderitanya.

(0)
Penderita bulimia nervosa seperti Lady Diana dari serial The Crown mengonsumsi banyak makanan dalam waktu singkat lalu kemudian memuntahkannya lagi setelahnyaLady Diana dari serial The Crown mengalami gangguan makan bulimia nervosa
Rasa tidak puas terhadap bentuk tubuh terkadang menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan. Salah satu gangguan makan yang mungkin pernah Anda dengar adalah bulimia nervosa.Bila Anda mengikuti serial The Crown di Netflix, Anda akan memahami penggambaran bulimia nervosa yang dialami oleh Lady Diana. Di musim keempat episode 3, penonton disuguhkan sejumlah adegan yang menunjukkan mantan istri Pangeran Charles ini makan dalam porsi banyak untuk menutupi rasa tidak percaya dirinya. Tak lama setelah menyantap habis makanannya, Lady Diana terlihat berusaha memuntahkan apa yang dimakan dengan memasukkan jari ke mulut. Gangguan makan yang dialami Lady Diana tersebut dikenal dengan sebutan bulimia nervosa. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, gangguan ini berpotensi mengancam nyawa penderitanya.

Apa itu bulimia nervosa?

Bulimia nervosa adalah kelainan psikologis yang membuat seseorang mengonsumsi banyak makanan dalam waktu singkat dan diikuti dengan upaya untuk mengeluarkan apa yang telah dikonsumsi setelahnya. Cara mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi ini pun beragam, mulai dimuntahkan secara paksa, minum obat pencahar, hingga berolahraga secara ekstrem.Tak seperti anoreksia nervosa, penderita bulimia biasanya memiliki berat badan normal untuk usia dan tinggi badan mereka. Namun, mereka mungkin punya ketakutan akan penambahan berat badan atau ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh.Baca juga: Ini Perbedaan Penderita Bulimia dan Anoreksia

Faktor yang menjadi penyebab bulimia

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab seseorang menderita bulimia. Namun, gangguan makan mematikan ini lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria. Umumnya, bulimia nervosa baru muncul pada akhir masa remaja maupun awal memasuki usia dewasa. Sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko Anda mengidap bulimia nervosa, antara lain:
  • Stres
  • Genetik
  • Sering diet
  • Wanita
  • Menderita depresi dan gangguan kecemasan
  • Mengalami peristiwa yang menimbulkan trauma
  • Kemarahan
  • Pribadi yang perfeksionis
  • Hidup dalam lingkungan dengan tuntutan sosial tinggi
  • Hidup dalam lingkungan yang dipengaruhi oleh media

Apa saja gejala bulimia?

Ada sejumlah gejala yang mungkin Anda alami ketika mengidap bulimia nervosa. Gejala bulimia bisa ditunjukkan secara fisik maupun perilaku. Berikut beberapa gejala bulimia secara fisik yang seringkali dialami oleh para penderitanya:
  • Pusing
  • Kulit kering
  • Masalah pada gigi
  • Sakit tenggorokan
  • Kuku kering dan rapuh
  • Mengalami gangguan tidur
  • Merasa kedinginan setiap saat
  • Terganggunya siklus menstruasi
  • Kapalan pada punggung tangan
  • Kelelahan, merasa lemah, mata merah
  • Pembengkakan kelenjar di leher dan wajah
  • Heartburn, gangguan pencernaan, kembung
Penderita bulimia nervosa akan memasukkan jari ke dalam mulut untuk memaksa diri memuntahkan makanan
Penderita bulimia akan memasukkan jari ke dalam mulut agar muntah
Tidak hanya secara fisik, gejala bulimia nervosa juga dapat dilihat dari perilaku penderitanya. Gejala perilaku yang kerap ditunjukkan oleh para penderita bulimia meliputi:
  • Berusaha tidak makan di depan orang lain
  • Selalu mengatakan bahwa dirinya bertambah gemuk
  • Ketakutan jangka panjang akan penambahan berat badan
  • Segera ke kamar mandi untuk buang air besar setelah makan
  • Berolahraga secara berlebihan untuk menurunkan berat badan
  • Sering menggunakan obat pencahar untuk mengeluarkan isi perut
  • Mengonsumsi suplemen dan herbal untuk menurunkan berat badan
  • Mengonsumsi makanan dengan jumlah berlebihan dalam sekali makan
  • Memiliki kecenderungan untuk memuntahkan makanan dengan sengaja
Perlu diperhatikan, gejala bulimia mungkin akan berbeda pada masing-masing penderitanya. Jika Anda mengalami gejala di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan. Apabila tidak segera ditangani, bulimia berpotensi memicu masalah kesehatan yang dapat membahayakan nyawa Anda.

Risiko kesehatan yang berpotensi muncul akibat bulimia

Bulimia nervosa yang dibiarkan begitu saja dan tidak mendapatkan penanganan berpotensi memicu terjadinya masalah kesehatan serius. Beberapa risiko komplikasi kesehatan yang mungkin akan dialami oleh penderita bulimia, di antaranya:Selain masalah fisik, kondisi ini juga dapat memicu gangguan kesehatan mental. Sejumlah gangguan kesehatan mental yang dapat terjadi akibat bulimia meliputi depresi, kecemasan, konsumsi alkohol secara berlebihan, hingga penggunaan obat-obatan terlarang.

Cara mengatasi bulimia

Jika Anda menderita bulimia, ada sejumlah pengobatan yang bisa dijadikan pilihan untuk mengatasi masalah tersebut. Berikut ini sejumlah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi bulimia:

1. Psikoterapi

Psikoterapi adalah cara mengatasi bulimia dengan cara berdiskusi dengan ahli kesehatan mental. Beberapa jenis psikoterapi yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala bulimia meliputi:
  • Terapi perilaku kognitif: terapi ini membantu menormalkan pola makan. Selain itu, terapi perilaku kognitif juga membantu mengidentifikasi perilaku yang tidak sehat dan negatif untuk diganti dengan yang sehat serta positif.
  • Family-based treatment: terapi ini melibatkan keluarga penderita untuk menghentikan pola makan tidak sehat mereka.
  • Psikoterapi interpersonal: terapi ini membahas kesulitan yang Anda alami, serta meningkatkan komunikasi maupun keterampilan dalam pemecahan masalah.

2. Antidepresan

Jika digunakan bersamaan dengan psikoterapi, antidepresan dapat membantu mengurangi gejala bulimia. Satu-satunya antidepresan yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) adalah fluoxetine (Prozac).

3. Pendidikan gizi

Berkonsultasi dengan ahli gizi dapat membantu Anda mencapai kebiasaan makan yang sehat. Selain itu, Anda juga akan dibantu untuk menghindari rasa lapar dan ngidam, serta mendapat rekomendasi makanan dengan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Makan secara teratur dan tidak membatasi asupan makanan penting untuk mengatasi bulimia.

4. Perawatan di rumah sakit

Perawatan bulimia umumnya bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Namun, jika gejalanya parah dan mengakibatkan komplikasi serius, perawatan di rumah sakit mungkin akan diperlukan untuk membantu mengatasi bulimia yang Anda alami.

Catatan dari SehatQ

Bulimia nervosa adalah kelainan psikologis yang membuat seseorang mengonsumsi banyak makanan dalam waktu singkat dan diikuti dengan upaya untuk mengeluarkan apa yang telah dikonsumsi setelahnya. Apabila dibiarkan begitu saja dan tidak mendapatkan penanganan, kondisi ini dapat memicu masalah kesehatan serius.Jika Anda merasakan gejala bulimia, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan. Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai gejala bulimia dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
depresistresmuntahgangguan kecemasangangguan makanbulimia
Healthine. https://www.healthline.com/health/bulimia-nervosa
Diakses pada 23 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/eating-disorders/bulimia-nervosa/mental-health-bulimia-nervosa
Diakses pada 23 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bulimia/symptoms-causes/syc-20353615
Diakses pada 23 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bulimia/diagnosis-treatment/drc-20353621
Diakses pada 23 November 2020
Eating Disorder Hope. https://www.eatingdisorderhope.com/information/bulimia
Diakses pada 23 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait