Mengenal Buah Plum Hitam dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ada banyak manfaat buah plum hitam bagi kesehatan
Buah plum hitam tidak kalah manfaatnya daripada buah plum biasa

Anda mungkin familiar dengan buah plum yang memiliki kulit merah dan daging buah berwarna jingga kemerahan. Apakah Anda juga mengenal buah plum hitam atau pernah mencicipi rasanya?

Buah plum hitam (Syzygium cumini) adalah jenis tumbuhan yang tumbuh subur di daerah dengan iklim tropis, salah satunya Indonesia. Buahnya berbentuk bulat dengan kulit hitam keunguan dan buah yang berair dengan diameter sekitar 2 cm.

Buah yang juga dikenal dengan nama plum Jawa atau jamun ini sudah banyak digunakan untuk kepentingan pengobatan tradisional. Di beberapa negara, buah ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit diare, disentri, diabetes, hingga menstabilkan tekanan darah.

Manfaat buah plum hitam

Meski tidak terlalu populer dibanding plum merah, buah plum hitam memiliki manfaat yang tidak kalah banyak. Berikut beberapa manfaat buah plum hitam bagi kesehatan yang mungkin akan mengejutkan Anda:

  • Mengobati diabetes

Dalam pengobatan alternatif, buah plum hitam memiliki khasiat sebagai obat diabetes. Kandungan fitokimia di dalam buah tersebut adalah faktor terbesar yang mendatangkan manfaat ini.

Buah plum hitam terbukti kaya akan antosianin, glukosida, asam ellagic, isoquercetine, kaemferol, dan myercetin. Selain itu, buah ini juga mengandung alkaloid, jambosine, dan jambolin glikosida atau antimellin yang mampu menghambat konversi karbohidrat menjadi gula darah.

  • Melawan radikal bebas

Berbagai khasiat yang dimiliki oleh buah plum hitam kebanyakan berhubungan dengan kandungan antioksidan yang dimilikinya. Antioksidan berwujud fenol dan flavonoid, misalnya, banyak digunakan dalam produk kecantikan maupun pengobatan modern untuk melawan penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas, contohnya penuaan dini hingga beberapa jenis kanker.

  • Menyehatkan sistem pencernaan

Buah plum hitam memiliki sifat astringen yang berguna bagi saluran cerna. Meski rasanya yang agak kecut, buah ini justru dipercaya dapat meredakan diare, disentri, hingga kolik, serta menormalkan kembali siklus menstruasi yang tidak beraturan.

  • Menyembuhkan luka

Ketika digunakan sebagai obat kumur, buah plum hitam juga diyakini dapat menyehatkan gusi dan menyembuhkan luka di mulut. 

Selain manfaat-manfaat di atas, penelitian awal juga mengonfirmasi bahwa buah plum hitam memiliki banyak kegunaan lain untuk kesehatan. Buah yang sepintas mirip zaitun ini, dipercaya memiliki sifat antibakteri, anitijamur, antivirus, antiperadangan, antiluka, hingga antiracun yang dapat mencegah masalah kesehatan serius bagi tubuh.

Buah plum hitam juga diyakini dapat menyehatkan jantung, paru-paru, dan hati, serta dijadikan sebagai obat alternatif untuk kanker. Meski demikian, semua klaim tersebut harus diteliti lebih lanjut karena belum diketahui manfaat dan efek sampingnya bila digunakan oleh manusia secara rutin.

Untuk alasan keamanan, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter bila memiliki masalah-masalah kesehatan di atas. Apabila Anda ingin menjadikan buah plum hitam sebagai bagian dari pengobatan, konsultasikan dengan dokter agar tidak ada kontraindikasi dengan pengobatan medis yang Anda jalani.

Cara mengolah buah plum hitam

Di beberapa negara, buah plum hitam banyak diolah menjadi minuman beralkohol. Di Goa da Filipina, buah ini merupakan bahan pembuat wine dengan kualitas sedang dan minuman lain, seperti brandy dan jambava.

Karena tekstur daging buahnya yang berair, buah plum hitam memang lebih banyak diolah menjadi minuman. Anda pun dapat menjemurnya hingga kering, kemudian memasaknya dengan cara disangrai, menumbuknya, lalu menyeduhnya seperti kopi.

Meski demikian, buah plum hitam bisa dimakan begitu saja atau diolah menjadi jus, agar-agar, es krim, puding, kue, dan lain-lain. 

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/java-plum
Diakses pada 27 Januari 2020

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0963996911000949
Diakses pada 27 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3609276/
Diakses pada 27 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3625181/
Diakses pada 27 Januari 2020

Hawaiian Ecosystem at Risk Project. http://www.hear.org/pier/species/syzygium_cumini.htm
Diakses pada 27 Januari 2020

PFAF. https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Syzygium+cumini
Diakses pada 27 Januari 2020

Artikel Terkait