Kenali Penyebab Batuk Berdahak Selain Bronkiektasis

(0)
08 Jul 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab batuk berdahak selain bronkiektasisBronkiektasis dapat menyebabkan batuk berdahak jangka panjang.
Ada banyak penyebab batuk berdahak, mulai dari kondisi umum seperti pilek dan flu hingga yang serius seperti penyakit-penyakit kronis. Ketika mengalami batuk berdahak, tenggorokan Anda mungkin akan merasa tidak nyaman, serak, sakit, dan sulit menelan.Batuk berdahak biasanya hanya terjadi selama beberapa hari atau minggu. Namun, bila batuk berdahak tidak kunjung sembuh setelah berminggu-minggu, maka Anda harus mewaspadai penyebab tertentu seperti bronkiektasis.

Penyebab batuk berdahak yang berkepanjangan

Bronkiektasis ditandai dengan batuk berdahak yang berkepanjangan
Bronkiektasis terjadi ketika dinding saluran udara (bronkus) rusak, menebal, dan melebar akibat peradangan kronis atau infeksi sehingga mengakibatkan penumpukan lendir. Seluruh sistem pernapasan memang dilapisi oleh selaput lendir.Lendir menjaga saluran udara tetap lembap dan melindungi paru-paru dari iritasi. Akan tetapi, saat Anda melawan infeksi, tubuh akan menghasilkan lebih banyak lendir dari biasanya. Penumpukan lendir dapat terjadi dan membuat saluran udara tersumbat sehingga menyebabkan Anda mengalami batuk berdahak. Batuk ini bahkan dapat berlangsung hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun.Tak hanya batuk berdahak, bronkiektasis juga dapat membuat Anda mengalami sakit dada, sesak napas, mengi, kelelahan, berat badan menurun, dan sering mengalami infeksi pernapasan.Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat melakukan latihan pernapasan untuk membersihkan saluran udara, melakukan rehabilitasi paru-paru, mengonsumsi obat pengencer lendir, dan mengonsumsi obat pembuka saluran pernapasan. Selain itu, hindari pula terpapar asap rokok, polusi udara, dan bahan kimia.[[artikel-terkait]]

Penyebab batuk berdahak lainnya

Asma yang parah dapat menyebabkan mengi, sesak napas, dan batuk
Selain bronkiektasis, terdapat berbagai penyebab lain dari batuk berdahak. Penyebab-penyebab ini umumnya berhubungan dengan penyakit terkait saluran pernapasan. Penyebab-penyebab tersebut meliput:

1. Asma

Pada sebagian orang, asma dapat menghasilkan lendir berlebih secara terus menerus. Ketika asma Anda kambuh karena udara dingin, terpapar bahan kimia, atau wewangian maka batuk berdahak biasanya akan muncul. Kondisi ini bahkan bisa parah karena disertai dengan mengi dan sesak dada. Pada sebagian penderita asma, batuk dapat menjadi gejala utama.

2. Bronkitis kronis

Bronkitis kronis dapat menyebabkan peradangan saluran udara dalam waktu yang lama sehingga mengakibatkan batuk berdahak yang berwarna. Kondisi ini termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang biasa terjadi akibat merokok.

3. Postnasal drip

Saat hidung atau sinus Anda menghasilkan lendir berlebih, lendir tersebut dapat menetes ke tenggorokan bagian belakang sehingga memicu Anda batuk berdahak secara refleks. Kondisi ini dapat disebut sebagai sindrom saluran napas atas.

4. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis merupakan penyakit langka yang dapat menyebabkan paru-paru dan saluran udara kelebihan lendir sehingga menyebabkan batuk berdahak. Ketika Anda mengalami kondisi ini, maka paru-paru dapat tersumbat. Cystic fibrosis merupakan penyakit keturunan.

5. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi di paru-paru Anda yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Kondisi ini dapat menyebabkan batuk berdahak karena produksi lendir yang berlebih di paru-paru. Pneumonia memiliki tingkat keparahan, mulai dari ringan hingga dapat mengancam jiwa.

6. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah beberapa kondisi yang dapat merusak paru-paru, dan saluran udara di paru-paru. Kondisi ini dapat menjadi penyebab batuk berdahak yang banyak diakibatkan oleh kebiasaan merokok.

Kapan batuk berdahak sembuh?

 Berdasarkan jangka waktunya, baik batuk berdahak ataupun batuk kering dapat dikategorikan menjadi kondisi yang akut dan kronis. Batuk akut bisa berlangsung selama kurang dari tiga minggu, sedangkan batuk kronis dapat bertahan lebih dari 8 minggu.Penyebab batuk berdahak karena infeksi virus umumnya tidak memerlukan pengobatan dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Sayangnya, batuk berdahak biasanya akan mengganggu aktivitas dan kenyamanan Anda saat beristirahat.Anda mungkin akan merasa sulit bernapas karena menumpuknya dahak di tenggorokan. Tidur malam pun mungkin akan terganggu karena dahak yang menumpuk di belakang tenggorokan saat Anda berbaring.Batuk berdahak yang tak kunjung sembuh juga bisa memicu berbagai gangguan kesehatan lain, seperti pusing, sakit kepala, suara serak, keringat berlebihan, susah tidur, kelelahan, dan gangguan berkemih.Tak hanya fisik, batuk berdahak berkelanjutan juga bisa memengaruhi keadaan psikologis Anda. Tak jarang penderita kondisi ini akan merasa malu untuk berinteraksi dengan orang lain, dan orang lain pun mungkin akan menjauhi Anda karena takut tertular.Jika Anda mengalami batuk berdahak yang dirasa sangat mengganggu atau berkepanjangan, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dan tepat.

Cara menyembuhkan batuk berdahak dengan cepat dan alami

Sebelum mencoba obat batuk berdahak bebas yang bisa dibeli di apotek atau supermarket, Anda bisa mencoba berbagai pilihan bahan alami untuk meringankan gejala batuk akibat infeksi pernapasan ringan, seperti pilek dan flu.Meski banyak yang beranggapan bahwa bahan alami tidak memberikan efek samping seperti obat batuk OTC, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang maksimal. Berikut adalah beberapa cara menyembuhkan bantuk berdahak dengan cepat dan alami:

1. Air garam

Garam merupakan salah satu obat batuk alami yang mudah Anda dapatkan di dapur rumah Anda. Berkumur dengan air garam hangat bisa membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang biasanya menginfeksi tenggorokan.Cara alami ini juga bisa membantu Anda untuk mengencerkan dahak yang menggumpal di belangkang tenggorokan, sehingga batuk lebih mudah mereda.Untuk membuat obat batuk berdahak alami dari larutan garam, masukan 1/4 hingga 1/2 sendok teh garam ke dalam 250 ml air hangat, lalu aduk hingga larut. Berkumurlah menggunakan larutan ini setiap tiga jam sekali selama 3-4 kali dalam sehari untuk mendapatkan hasil yang signifikan.

2. Madu

 Madu telah lama dimanfaatkan sebagai obat alami untuk berbagai penyakit, salah satunya adalah untuk mengatasi batuk.Penelitian dari jurnal Canadian Family Physician, membuktikan bahwa kandungan yang dimiliki madu diketahui efektif menyembuhkan batuk jika dikonsumsi secara rutin. Zat analgesik yang terdapat pada madu mampu menghentikan infeksi pada penyakit yang menyebabkan batuk kering maupun batuk berdahak.Agar efek obat batuk tradisional ini bisa bekerja secara optimal, Anda bisa minum satu sendok teh madu secara langsung dalam keadaan perut kosong. Alternatif lainnya, Anda bisa mencampur ke dalam susu atau teh herbal dengan perasan lemon.

3. Jahe

Jahe juga merupakan salah satu bahan alami yang mengandung zat analgesik (pereda nyeri) alami yang bisa memberi efek menghangatkan tubuh. Sensasi hangat dari bahan tradisional ini bisa membantu mengencerkan dahak di saluran pernapasan, sehingga cocok unruk dijadikan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan batuk berdahak.Anda bisa minum obat batuk tradisional ini dengan cara mengonsumsi langsung, atau mencampurnya dengan air perasan lemon, teh, madu, ataupun susu. Minumlah sebanyak dua kali sehari selama Anda mengalami batuk untuk meredakan batuk berdahak.Meskipun bisa diobati dengan obat alami, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk minum obat batuk alami, baik untuk batuk kering, berdahak, ataupun berdarah. Hal ini penting agar Anda bisa mendapatkan saran paling tepat untuk meredakan batuk berdahak.
ppokbatuk berdahak
Healthline. https://www.healthline.com/health/bronchiectasis
Diakses pada Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/wet-cough#seeking-medical-help
Diakses pada Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/chronic-cough#causes
Diakses pada Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-wet-cough#natural-remedies
Diakses pada Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321597.php
Diakses pada Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321549.php
Diakses pada Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/147960.php
Diakses pada Juli 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-cough/symptoms-causes/syc-20351575
Diakses pada Juli 2019
NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/bronchiectasis/
Diakses pada Juli 2019
American Lung Association. https://www.lung.org/lung-health-and-diseases/lung-disease-lookup/bronchiectasis/learn-about-bronchiectasis.html
Diakses pada Juli 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15048-chronic-cough-overview
Diakses pada 26 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/best-natural-cough-remedies
Diakses pada 26 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait