Mengenal Blue Waffle, Penyakit Seksual Fiktif yang Sempat Populer

(0)
25 Feb 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Blue waffle merupaka penyakit menular seksual fiktif yang sempat populerBlue waffle digadang-gadang hanya menyerang wanita
Pada tahun 2010 silam, foto penyakit menular seksual yang disebut blue waffle sempat marak diperbincangkan di internet. Fenomena ini menimbulkan banyak kekhawatiran, terutama di kalangan wanita, karena penyakit ini digadang-gadang hanya menyerang wanita saja. Lantas, sebenarnya apa itu penyakit blue waffle atau waffle biru ini?

Fakta penyakit blue waffle

Istilah blue waffle merupakan perumpamaan dari vagina wanita yang terinfeksi akan berubah menjadi biru dengan keropeng-keropeng yang menyeramkan. Berdasarkan isu yang berkembang kala itu, penyakit ini dianggap bisa muncul karena terlalu banyak melakukan hubungan seks. Benarkah demikian?Faktanya, blue waffle hanyalah penyakit fiktif dan sebatas rumor yang beredar di internet saja. Bahkan, tidak ada bukti medis yang membenarkan bahwa penyakit yang ramai diperbincangkan ini benar-benar terjadi. Selain itu, ada kemungkinan foto vagina berwarna biru yang sempat viral hanyalah rekayasa photoshop atau foto vagina yang telah diolesi gentian violet (obat untuk mengobati infeksi jamur).Hingga saat ini, belum ada penyakit menular seksual yang bisa menyebabkan vagina berubah warna menjadi biru. Sering berhubungan seks atau kebersihan vagina yang kurang terjaga, juga tak akan menyebabkan alat kelamin menjadi berwarna biru. Oleh sebab itu, bisa dipastikan kalau blue waffle adalah hoax semata.

Penyakit menular seksual pada wanita

Penyakit menukar seksual sebabkan gatal dan iritasi di sekitar vagina
Yang perlu Anda waspadai sebagai wanita bukanlah blue waffle, melainkan beberapa penyakit menular seksual, seperti gonore, klamidia, kutil kelamin, herpes, sifilis, dan trikomoniasis. Berbagai kondisi tersebut umumnya dapat menyebabkan gejala-gejala berikut:
  • Vulva merah atau bengkak
  • Keluarnya keputihan abnormal dari vagina yang berwarna kekuningan, kehijauan, kecokelatan, atau merah dengan bau tak sedap
  • Gatal atau iritasi di sekitar vagina
  • Nyeri atau perih saat buang air kecil
  • Nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan seks
  • Muncul luka, keropeng, atau lepuhan di sekitar vagina.
Jika Anda melakukan hubungan seksual yang tidak aman, bergonta-ganti pasangan seks, berbagai mainan seks dengan orang lain, ataupun melakukan hubungan intim dengan seseorang yang tidak jelas riwayat kesehatan seksualnya, maka Anda lebih berisiko terkena berbagai penyakit menular seksual di atas.

Cara mencegah penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual umumnya bisa dicegah. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan penyakit menular seksual yang bisa Anda lakukan.
  • Menggunakan kondom

Gunakan kondom untuk menghindari penyakit menular seksual
Gunakan kondom atau minta pasangan Anda menggunakannya setiap kali berhubungan intim. Tindakan ini bisa membantu mencegah penyakit menular seksual yang berbahaya. Namun, pastikan Anda menggunakannya dengan tepat. Jika Anda juga menggunakan pelumas, pilihlah yang berbahan dasar air. Pasalnya, pelumas berbahan minyak bisa merusak kondom dan membuatnya tidak efektif.
  • Tidak bergonta-ganti pasangan seksual

Bergonta-ganti pasangan seks bisa meningkatkan risiko Anda tertular penyakit menular seksual. Jadi, pastikan Anda tidak melakukannya. Akan lebih baik jika Anda hanya memiliki satu pasangan seksual saja.
  • Hindari seks dengan orang yang memiliki luka di area kelaminnya

Sebaiknya Anda menghindari hubungan seks dengan orang yang memiliki luka pada alat kelaminnya. Sebab, luka di penis bisa menyebarkan bateri atau virus masuk ke dalam vagina hingga memicu terjadinya penyakit menular seksual. Begitu juga sebaliknya bagi pria.
  • Bersihkan vagina sebelum maupun setelah berhubungan intim

Bersihkan vagina dengan tepat
Sebelum atau sesudah berhubungan seks, bersihkan organ intim secara seksama. Tindakan ini bisa membantu mengeluarkan kuman yang menempel di area kelamin. 
  • Hindari berhubungan seks saat mabuk

Ketika mabuk, Anda berisiko melakukan hubungan seks yang tidak aman sehingga bisa memicu penyakit menular seksual. Oleh sebab itu, batasi konsumsi alkohol Anda. Kalau perlu, hentikan konsumsi minuman ini secara bertahap.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan

Pemeriksaan kesehatan secara rutin perlu dilakukan untuk mengetahui apakah Anda memiliki penyakit menular seksual atau tidak. Mendeteksinya sedini mungkin bisa membantu Anda mendapat penanganan yang tepat dengan segera. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit menular seksual, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit menular seksualorgan intim wanitakesehatan vagina
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323731#safe-sex-and-preventing-stds
Diakses pada 11 Februari 2021
Web MD. https://www.webmd.com/sex-relationships/understanding-stds-prevention
Diakses pada 11 Februari 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/is-blue-waffle-really-an-std-3132644
Diakses pada 11 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait