Mengenal Bipolar Tipe 2: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Pengobatannya

(0)
16 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bipolar tipe 2 ditandai oleh hipomania yang diikuti dengan episode depresiPenderita bipolar tipe 2 lebih sering mengalami episode depresi
Gangguan bipolar tipe 2 adalah salah satu bentuk penyakit mental. Tipe bipolar ini mirip dengan gangguan bipolar 1, di mana terjadi perputaran suasana hati antara episode manik dan depresi dari waktu ke waktu. Pada gangguan bipolar tipe 2, naiknya suasana hati tidak sampai ke tingkat manik. Oleh sebab itu, peningkatan ini disebut dengan episode hipomanik atau hipomania.

Perbedaan bipolar tipe 1 dan 2

Perbedaan utama antara bipolar tipe 1 dan 2 berkaitan dengan intensitas episode manik. Berikut adalah penjelasan yang bisa Anda simak. 
  • Bipolar tipe 1

Penderita bipolar tipe 1 setidaknya mengalami satu episode manik yang disertai atau tanpa disertai episode depresi. Selain itu, episode manik yang terjadi kemungkinan melibatkan halusinasi atau delusi. 
  • Bipolar tipe 2

Penderita bipolar tipe 2 setidaknya mengalami satu episode hipomanik dan satu episode depresi tanpa melibatkan halusinasi atau delusi. Sebagian besar penderitanya bahkan lebih sering mengalami episode depresi.Siapa pun dapat mengembangkan gangguan bipolar tipe 2. Namun, risiko seseorang mengidap gangguan mental ini akan lebih tinggi jika memiliki riwayat keluarga dengan gangguan bipolar. Tidak hanya itu, faktor lingkungan, struktur fitur otak, stres, hingga peristiwa traumatis di masa juga bisa memicu terjadinya kondisi tersebut.

Gejala bipolar tipe 2

Gejala bipolar tipe 2 biasanya mulai muncul pada usia remaja atau awal usia 20-an. Kondisi ini ditandai oleh episode hipomania yang diikuti dengan episode depresi.

1. Episode hipomania

Lebih berenergi dan percaya diri menjadi tanda episode hipomania
Episode hipomania umumnya berlangsung selama beberapa hari dan ditandai dengan beberapa hal berikut.
  • Memiliki lebih banyak energi dan kepercayaan diri
  • Menjadi lebih mudah bergaul, genit, atau aktif secara seksual
  • Merasa lebih kreatif
  • Lebih mudah teralihkan
  • Bertindak dan berpikir lebih cepat
  • Mudah marah
  • Banyak bicara atau berbicara lebih cepat dari biasanya
  • Minum lebih banyak kopi atau alkohol
  • Terlibat dalam perilaku berisiko, seperti menghamburkan uang atau bertengkar
  • Lebih banyak merokok atau mengonsumsi obat-obatan.
Ketika seseorang mengalami episode hipomania, mereka mungkin akan merasa baik-baik saja. Namun, orang lain kemungkinan memerhatikan perilaku yang tidak biasa. Selanjutnya, setelah merasa membaik, episode depresi kemungkinan akan muncul. 

2. Episode depresi

Merasa sedih dan putus asa bisa menandakan episode depresi
Gejala-gejala episode depresi pada gangguan bipolar tipe 2, di antaranya:
  • Memiliki tingkat energi yang rendah
  • Merasa sedih, kosong, dan putus asa
  • Kehilangan minat dalam beraktivitas
  • Rendahnya motivasi hidup
  • Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
  • Merasa bersalah atau tidak berharga
  • Sulit fokus
  • Berat badan bertambah atau menurun tanpa diet
  • Memiliki keinginan atau pikiran untuk bunuh diri.

Pengobatan bipolar tipe 2

Untuk memastikan adanyai gangguan bipolar tipe 2 atau tidak, sebaiknya berkonsultasilah pada psikolog atau psikiater. Tindakan pengobatan untuk gangguan ini biasanya melibatkan obat-obatan dan psikoterapi.

1. Obat-obatan

Jenis obat-obatan yang mungkin digunakan untuk mengobati bipolar tipe 2, yaitu:
  • Penstabil suasana hati
Lithium, asam valporik, natrium divalproex, karbamazepin, dan lamotrigin merupakan jenis obat-obatan penstabil suasana hati. Obat ini dapat membantu mengendalikan episode hipomania yang terjadi.
  • Antipsikotik
Obat-obatan antipsikotik, seperti olanzapine, risperidone, quetiapine, aripiprazole, ziprasidone, lurasidone, cariprazine, atau asenapine, juga mungkin diresepkan untuk mengendalikan gangguan bipolar.
  • Antidepresan
Selain kedua jenis obat di atas, antidepresan juga bisa diresepkan untuk membantu mengendalikan episode depresi. Namun, obat ini kadang dapat memicu episode manik sehingga perlu diberikan bersama dengan penstabil suasana hati untuk penderita gangguan bipolar tipe 2.

2. Psikoterapi

Psikoterapi dapat membantu mengendalikan bipolar
Psikoterapi dibutuhkan dalam mengobati gangguan bipolar tipe 2. Anda mungkin akan direkomendasikan mengikuti terapi perilaku kognitif yang bertujuan untuk mengidentifikasi keyakinan dan perilaku negatif, kemudian menggantinya dengan yang positif. Jenis terapi lain, misalnya terapi ritme sosial, dapat membentuk rutinitas yang konsisten untuk mengelola suasana hati dengan baik.

3. Perubahan gaya hidup

Melakukan perubahan gaya hidup dapat membantu menjaga suasana hati yang lebih stabil. Cobalah untuk berolahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur dengan cukup dan teratur, serta mencatat perubahan suasana hati untuk membantu mengidentifikasi pola dan pemicunya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bipolar tipe 2, Anda bisa tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bipolargangguan mentalkesehatan mental
Web MD. https://www.webmd.com/bipolar-disorder/guide/bipolar-2-disorder#1
Diakses pada 02 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319280#treatment
Diakses pada 02 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/expert-answers/bipolar-treatment/faq-20058042
Diakses pada 02 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait