Berbagai Jenis Pengobatan Jerawat, Mulai dari Obat Apotek Hingga Resep Dokter

(0)
Cara mengobati jerawat harus dengan pengobatan jerawat yang tepatGunakan produk perawatan kulit bebas minyak agar terhindar dari jerawat
Pengobatan jerawat perlu dilakukan bagi orang yang ingin menghilangkan jerawat guna memperbaiki penampilan. Namun, cara mengobati jerawat tidak boleh dilakukan sembarangan. Lantas, bagaimana cara mengobati jerawat dengan tepat?

Jenis pengobatan jerawat

Pada dasarnya, jerawat dapat disebabkan oleh pori-pori kulit tersumbat oleh penumpukan sel kulit mati, produksi sebum, dan bakteri. Kondisi ini yang memicu peradangan dapat terjadi sehingga timbul jerawat.Bagi beberapa wanita, kemunculan jerawat mungkin masih bisa disamarkan dengan penggunaan make up. Akan tetapi, hal ini tidak dapat dijadikan sebagai cara mengobati jerawat yang tepat. Cara mengobati jerawat dengan cepat tetap membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Ini tergantung pada tingkat keparahan jerawat yang Anda alami. Umumnya, ada dua jenis cara menghilangkan jerawat dan bekas jerawat yang dapat dilakukan, yakni pengobatan jerawat tanpa resep dokter dan dengan resep dokter.

Pengobatan jerawat tanpa resep dokter

Pengobatan jerawat adalah langkah yang bisa dilakukan sebagai cara mengobati jerawat ringan berupa bintik-bintik kecil atau bruntusan serta komedoUntuk mengetahui lebih jelas, simak penjelasan mengenai pilihan pengobatan jerawat dengan atau tanpa resep dokter berikut ini. 

1. Benzoyl peroxide

Salah satu pengobatan jerawat dengan atau tanpa resep dokter adalah benzoil peroksidaAnda bisa menemukan benzoil peroksida dalam bentuk obat jerawat, sabun cuci muka, toner wajah, atau krim wajah.Benzoil peroksida bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat dan mencegah sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori. Bagi kebanyakan orang, benzoil peroksida adalah obat jerawat ampuh untuk mengobati jerawat skala ringan hingga sedang. Cara menghilangkan jerawat dan bekas jerawat dengan benzoil peroksida biasanya membutuhkan waktu 4-6 minggu lamanya. Pada awal pengobatan jerawat dengan benzoyl peroxide, jerawat Anda mungkin akan bertambah parah. Bahkan, kulit wajah pun bisa memerah, kering, terasa perih, dan mengelupas sebagai efek sampingnya. Namun, tak perlu khawatir karena reaksi tersebut merupakan hal yang normal dan merupakan proses dari penyembuhan jerawat. Jika Anda memiliki jenis kulit yang sangat sensitif, Anda bisa meringankan kulit kering dan mengelupas dengan cara memakai pelembap terlebih dahulu sebelum menggunakan obat oles benzoil peroksida. Kemudian, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya setelah mengoleskan obat jerawat ini, terutama jika Anda hendak ke luar rumah. Pasalnya, penggunaan benzoyl peroxide dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet (UV).Benzoil peroksida harus digunakan terus-menerus untuk mencegah timbulnya jerawat lain di kemudian hari.

2. Asam salisilat

Pengobatan jerawat berikutnya adalah asam salisilat. Cara mengobati jerawat dengan asam salisilat dapat ditemukan di apotek atau melalui resep dokter guna mengobati jerawat yang bersifat ringan hingga sedang. Asam salisilat untuk jerawat dapat membantu menjaga pori-pori kulit tetap bersih dan mencegah penyumbatan pori-pori akibat penumpukan sel-sel kulit mati. Anda bisa membeli salep untuk menghilangkan jerawat kandungan asam salisilat dengan kisaran dosis mulai dari 0,5% hingga 5% tanpa resep dokter di apotek.Cara mengobati jerawat dengan asam salisilat sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama saat Anda sedang berjerawat. Jika Anda berhenti menggunakannya, maka penyumbatan pori-pori dapat terjadi dan jerawat pun bisa muncul kembali. Beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan obat jerawat ampuh ini adalah kulit kering, terasa perih, hingga iritasi. Penggunaan asam salisilat untuk jerawat juga dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV. Selain obat jerawat, kandungan asam salisilat juga tersedia dalam bentuk sabun cuci muka, krim wajah, atau produk perawatan kulit lainnya. 

3. Sulfur

Pengobatan jerawat lainnya adalah menggunakan sulfur. Sulfur atau belerang bisa ditemukan dalam bentuk sabun wajah, obat jerawat, atau produk perawatan kulit yang bisa dibeli secara bebas di apotek. Cara mengobati jerawat dengan sulfur sebenarnya mirip dengan dua kandungan obat jerawat sebelumnya, yakni benzoil peroksida dan asam salisilatNamun, penggunaan sulfur pada kulit dapat menghasilkan kulit yang lebih lembut dibandingkan kedua zat sebelumnya. Sulfur memiliki zat antimikroba yang dapat membantu membasmi bakteri penyebab jerawat, mencegah produksi sebum berlebih, dan mengeringkan sel-sel kulit mati sehingga mencegah sumbatan pori-pori.Perlu diketahui, penggunaan sulfur untuk mengobati jerawat dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kering. Selain itu, kandungan sulfur dalam obat jerawat juga memiliki aroma yang menyengat. 

4. Obat oles retinol

Retinol juga merupakan pilihan cara mengobati jerawat tanpa resep dokter. Obat jerawat berbentuk topikal atau oles ini berfungsi mempercepat regenerasi sel kulit serta mencegah pembentukan jerawat. Sama seperti benzoil peroksida, pengobatan jerawat menggunakan retinol mungkin akan membuat kondisi jerawat Anda memburuk sebelum dapat sembuh sepenuhnya. Penggunaan retinol sebagai obat jerawat harus digunakan terus-menerus selama kurang lebih 8-12 minggu guna mendapatkan hasil yang maksimal. Efek samping retinol dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari. Jadi, penting bagi Anda untuk menggunakan tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan guna mencegah risiko kulit terbakar.

Pengobatan jerawat dari dokter yang umum diresepkan

Pada kasus jerawat yang berat atau parah, pengobatan jerawat tanpa resep dokter mungkin tidak berhasil dilakukan sebagai cara mengobati jerawat. Jika ini kondisi yang Anda alami, segera konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan pilihan cara mengobati jerawat batu dari resep dokter yang tepat. Berikut adalah beberapa pengobatan jerawat yang direkomendasikan oleh dokter. 

1. Antibiotik

Salah satu cara mengobati jerawat yang mungkin diresepkan oleh dokter adalah antibiotik. Antibiotik untuk jerawat tersedia dalam bentuk krim, gel, atau lotion, yang langsung dioleskan pada permukaan kulit hingga obat minum (oral). Pengobatan jerawat ini umumnya digunakan untuk menghilangkan jerawat bertaraf ringan hingga agak parah atau yang sudah meradang. Ada berbagai jenis salep antibiotik, tetapi yang paling sering diresepkan oleh dokter untuk mengobati jerawat adalah clindamycin dan erythromycinBiasanya penggunaan salep antibiotik untuk jerawat dibarengi dengan mengoleskan benzoil peroksida atau obat topikal lainnya. Ini bertujuan untuk mencegah risiko resistensi antibiotik.Antibiotik bekerja lebih lambat dalam mengobati jerawat apabila dibandingkan dengan jenis obat jerawat ampuh lainnya. Obat antibiotik oral yang umum diresepkan dokter adalah doxycycline, minocycline, and tetracycline. Semuanya cukup efektif sebagai cara menghilangkan jerawat batu.Cara menghilangkan jerawat batu dengan antibiotik oral dapat menyebabkan perut tidak nyaman dan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Selain itu, dapat berisiko menyebabkan wanita lebih rentan terhadap infeksi jamur, terutama bila digunakan selama beberapa minggu. Ibu hamil tidak direkomendasikan mengonsumsi obat antibiotik oral untuk mengatasi jerawat yang parah. 

2. Retinoid

Retinoid adalah turunan dari vitamin A memiliki efek antiradang yang dapat digunakan untuk membantu mengobati jerawat membandel. Cara menghilangkan jerawat dan bekas jerawat ini tersedia dalam bentuk obat topikal yang dioleskan langsung ke permukaan kulit berjerawat ataupun diminum (oral). Beberapa jenis retinoid yang umum digunakan adalah Retin-A, tretinoin, dan tazarotene. Retinoid berfungsi mengobati jerawat dengan tingkat keparahan sedang hingga parah sekaligus mempercepat penyembuhan jerawat.Penggunaan retinoid dapat dikombinasikan dengan pengobatan jerawat lainnya, seperti benzoyl peroxide dan antibiotik oral. Akan tetapi, tidak disarankan untuk mengoleskan retinoid topikal dan benzoil peroksida secara bersamaan. Sebab, benzoil peroksida dapat menghambat efektivitas retinoid dalam mengobati jerawat. Cara mengobati jerawat dengan retinoid topikal tidak memiliki efek samping yang parah dibandingkan retinoid oral. Efek samping retinoid topikal yang mungkin muncul, termasuk kulit kemerahan, kering, terasa gatal, hingga meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari. Oleh sebab itu, Anda perlu menggunakan tabir surya jika menggunakan retinoid sebagai obat jerawat ampuh guna mencegah risiko kulit terbakar.Ibu hamil dan menyusui tidak disarankan menggunakan retinoid sebagai cara menghilangkan jerawat.

3. Isotretinoin

Isotretinoin adalah obat minum resep dokter yang dapat digunakan untuk mengobati jerawat kistikObat jerawat batu ini biasanya diberikan apabila cara menghilangkan jerawat dan bekas jerawat dengan antibiotik dan benzoil peroksida tidak terbukti ampuh mengobatinya, Efek samping penggunaan isotretinoin, di antaranya bibir pecah-pecah, nyeri sendi, gangguan fungsi hati, peningkatan kadar lipid, hingga depresi. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami salah satu gejala tersebut.Ibu hamil tidak boleh menggunakan isotretinoin karena dapat meningkatkan risiko kelainan bawaan pada bayi, bayi lahir prematur, hingga kematian. Bagi Anda yang tengah hamil atau dalam rentang usia reproduksi, sebaiknya beri tahu dokter saat melakukan konsultasi.

4. Asam azelaic

Apabila cara mengobati jerawat lainnya dianggap sulit menyembuhkan jerawat, cara menghilangkan jerawat dan bekas jerawat dengan kandungan asam azaleat atau asam azelaic mungkin bisa menjadi pilihan untuk mengobati jerawat bersifat ringan. Asam azelaic memiliki sifat antimikroba dan antiradang yang diyakini efektif sebagai cara mengobati jerawat sekaligus mencegah kemunculannya kembali di kemudian hari. Selain itu, asam azaleat juga bermanfaat untuk membersihkan pori-pori kulit dari bakteri penyebab jerawat. Kendati demikian, jenis cara mengobati jerawat ini sebenarnya jarang menjadi anjuran pertama dari dokter spesialis kulit. Pasalnya, cara kerja asam azaleat cenderung lebih lama untuk menghilangkan jerawat. Jika Anda menggunakan salep buat jerawat ini, oleskan setidaknya dua kali sehari, atau ikuti dosis dan petunjuk yang diberikan dokter kulit. Penggunaan asam azaleat dapat menyebabkan berbagai efek samping, seperti sensasi kulit terbakar, kulit kering, memerah, dan mengelupas. 

5. Dapsone

Dapsone adalah cara menghilangkan jerawat membandel dalam bentuk topikal yang disarankan untuk perempuan yang mengalami peradangan akibat acne vulgarisDapsone merupakan obat dengan kandungan antibakteri dan antiradang. 

6. Spironolactone

Spironolactone adalah obat jerawat resep dokter yang digunakan sebagai cara mengobati jerawat batu.Cara menghilangkan jerawat membandel dalam bentuk obat oral ini dapat mengendalikan kelebihan hormon androgen yang menjadi penyebab jerawat meradang. Spironolactone dapat membantu perempuan yang kerap timbul jerawat saat siklus menstruasi tiba. Namun, spironolactone lebih efektif digunakan pada wanita dengan kondisi jerawat batu yang ada di rahang atau wajah bagian bawah lainnya. Efek samping penggunaan spironolactone, yaitu pusing, merasa lemas, sakit kepala, hingga siklus menstruasi tidak teratur.Spironolactone tidak dianjurkan bagi wanita yang sedang hamil karena dapat menyebabkan risiko bayi cacat lahir. Selain itu, orang yang memiliki penyakit ginjal juga sebaiknya tidak menggunakan obat jerawat ini.

7. Triamcinolone

Selain berbagai cara mengobati jerawat yang telah disebutkan di atas, triamcinolone juga bisa menjadi pilihan pengobatan jerawat batu lainnya. Dokter akan menyuntikkan obat kortikosteroid jenis triamcinolone secara langsung pada jerawat yang meradang agar segera mengempis dan mengering.Tindakan medis ini hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis kulit.

Cara mengobati jerawat melalui tindakan medis

Tak hanya menggunakan berbagai obat jerawat, beberapa pengobatan jerawat ada pula yang melibatkan tindakan medis tertentu, seperti: 

1. Chemical peeling

Chemical peeling adalah prosedur yang bertujuan mengikis lapisan kulit paling atas agar tumbuh lapisan kulit baru. Saat prosedur ini dilakukan, dokter kulit atau terapis kecantikan akan mengoleskan substansi asam tertentu ke permukaan kulit.Chemical peeling dapat memperbaiki jaringan parut yang disebabkan oleh jerawat ringan. 

2. Dermabrasi

Dermabrasi adalah teknik pengelupasan atau mengikis lapisan kulit luar menggunakan alat khusus. Dengan ini, sel-sel kulit yang baru dapat muncul.

3. Terapi fotodinamik

Terapi fotodinamik adalah pengobatan jerawat yang dilakukan menggunakan laser pada kulit berjerawat. Tindakan medis ini bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi produksi minyak pada kulit. 

4. Suntik kortikosteroid

Pengobatan jerawat nodul dan kista dapat ditangani dengan menyuntikkan suntik kortikosteroid ke area kulit yang berjerawat. Ini merupakan cara menghilangkan jerawat batu dengan cepat karena mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan. 

Cara mencegah jerawat muncul di kemudian hari

Setelah menerapkan berbagai pilihan cara mengobati jerawat di atas, tentu Anda tidak ingin masalah kulit ini kembali mampir di kulit.Nah, beberapa cara mencegah jerawat muncul kembali adalah sebagai berikut.
  • Cuci muka secara rutin dua kali sehari menggunakan sabun pembersih wajah bebas minyak. 
  • Hindari penggunaan kosmetik yang mengandung minyak dan rentan menyumbat pori-pori.
  • Selalu gunakan pelembap dan sunscreen yang bersifat noncomedogenic
  • Jangan menyentuh atau memencet jerawat. 
  • Mandi setelah berolahraga.
  • Hindari menggunakan pakaian ketat.
  • Kurangi stres.
Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit agar mendapatkan pengobatan jerawat yang tepat dan sesuai dengan kondisi kulit Anda.Jika masih bingung dengan berbagai cara mengobati jerawat yang ada, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya,  unduh sekarang di App Store dan Google Play.
jerawatpengobatan jerawatmasalah kulit
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/understanding-acne-treatment#1
Diakses pada Oktober 2018
Web Md. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/acne-treatments-that-work#1
Diakses pada November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin/acne#prevention
Diakses pada November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/sulfur-for-acne#TOC_TITLE_HDR_1
Diakses pada November 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/topical-antibiotics-15622
Diakses pada November 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/acne-photos/11-proven-ways-to-treat-acne.aspx
Diakses pada November 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-choose-an-otc-acne-treatment-product-15848
Diakses pada November 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/all-about-benzoyl-peroxide-15861
Diakses pada November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait