Mengenal Berbagai Jenis Kista yang Dapat Terjadi pada Tubuh

(0)
20 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jenis kista ganglion, yaitu kista yang muncul pada tendon atau sendiSalah satu jenis kista yang dapat terjadi, yaitu kista ganglion di pergelangan tangan
Mendengar kata kista bisa terasa menyeramkan. Kista adalah kantong berisi cairan, gas, dan bahan lain yang dapat tumbuh di bagian tubuh mana saja atau di bawah kulit. Hal tersebut bisa mendatangkan kekhawatiran bagi orang yang memilikinya.Perlu Anda ketahui bahwa terdapat banyak jenis kista, namun sebagian besar bersifat jinak dan bukan kanker. Tampilan kista juga bisa bervariasi bergantung pada jenis dan lokasinya. Lantas, apa saja jenis kista yang dapat terjadi?

Berbagai jenis kista

Berikut jenis-jenis kista yang harus Anda kenali:

1. Kista epidermoid

Kista epidermoid merupakan kista kecil yang tumbuh di bawah kulit, dan paling sering ditemukan pada wajah, kepala, leher, punggung, atau alat kelamin. Pertumbuhan kista ini lambat dan jarang menimbulkan masalah. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penumpukan keratin di bawah kulit. Benjolan kista epidermoid tampak seperti warna kulit, cokelat, atau kekuningan. Jika terinfeksi, kista akan menjadi bengkak, kemerahan, dan nyeri.

2. Kista payudara

Kista payudara adalah kista yang tumbuh pada jaringan payudara. Benjolan ini umumnya jinak dan berisi cairan. Pada wanita, kista payudara dapat berkembang atau berubah ukuran sepanjang siklus menstruasi dan seringkali menghilang dengan sendirinya. Jika kista semakin membesar dan menimbulkan nyeri, maka perlu mendapat penanganan khusus. 

3. Kista ovarium

Kista ovarium merupakan kantong berisi cairan yang berkembang pada satu atau kedua indung telur (ovarium). Sebagian besar kista ini bersifat jinak dan tak menimbulkan gejala. Akan tetapi pada beberapa kasus, kista ovarium bisa menjadi sangat besar sehingga perut menonjol. Ketika hal itu terjadi, maka dapat menimbulkan gejala seperti nyeri panggul atau perut, demam, BAB sakit, pusing, mual, muntah, atau pingsan.Terdapat dua jenis kista ovarium, kista fungsional yang biasanya muncul menjelang haid dan kista patologis yang terjadi karena pertumbuhan sel yang abnormal.

4. Kista ganglion

Kista ganglion adalah benjolan berisi cairan yang biasanya muncul di sepanjang tendon atau sendi, terutama di tangan, pergelangan tangan, kaki, dan pergelangan kaki. Kumpulan cairan tersebut dapat terjadi akibat trauma, cedera, atau penggunaan yang berlebihan. Akan tetapi, penyebabnya seringkali tidak diketahui. Kista ganglion umumnya tak berbahaya dan tak menimbulkan rasa nyeri, kecuali apabila membesar dan menekan struktur lain.

5. Kista pilonidal

Kista pilonidal merupakan kista yang terbentuk pada celah di atas bokong. Kondisi ini diyakini dapat disebabkan oleh kombinasi perubahan hormon, pertumbuhan rambut, dan gesekan dari pakaian atau duduk terlalu lama. Jika terinfeksi, maka dapat menimbulkan rasa sakit saat duduk atau berdiri, kulit kemerahan, keluarnya darah atau nanah dari abses, bau busuk, pembengkakan kista, dan rambut yang menonjol dari lesi.

6. Kista baker

Kista baker adalah kantong berisi cairan yang menyebabkan munculnya benjolan di belakang lutut. Kondisi ini disebabkan oleh masalah yang memengaruhi sendi lutut, seperti radang sendi atau cedera tulang rawan. Kista tersebut bisa menimbulkan gejala seperti nyeri, kekakuan, bengkak di belakang lutut, memar pada lutut dan betis, gerakan terbatas, serta pecahnya kista. Akan tetapi, kista baker umumnya hilang dengan sendirinya dan tak membutuhkan perawatan khusus.

7. Kista dermoid

Kista dermoid merupakan pertumbuhan kantung abnormal dengan bermacam struktur jaringan, seperti folikel rambut, kelenjar keringat, rambut, lemak, dan jaringan tiroid. Kista ini dapat muncul di permukaan kulit maupun organ lain dalam tubuh, misalnya dalam hidung, rongga sinus, rongga perut, tulang belakang, dan otak. Kista ini terbentuk saat janin masih dalam kandungan.

8. Kista ginjal

Kista ginjal adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ginjal. Umumnya, kista ini jinak dan jarang menimbulkan masalah yang serius. Akan tetapi, apabila kista tumbuh membesar dan timbul infeksi maka bisa menyebabkan timbulnya gejala berupa nyeri tubuh, demam, meningkatnya keinginan buang air kecil, bahkan terdapatnya darah dalam urine. 

9. Kista bartholin

Kista bartholin merupakan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar di sisi vagina. Kondisi ini terjadi akibat penyumbatan kelenjar bartholin. Sementara, infeksi kista bartholin dapat disebabkan oleh bakteri penyebab penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Apabila terinfeksi maka bisa menimbulkan rasa sakit yang hebat.Masih terdapat banyak jenis kista lain, seperti kista arachnoid, kalazion, koloid, pankreas, pilar, periapical, pilonidal, pileal, mukosa, testis, dan sebagainya.

Cara mengobati kista

Dalam beberapa kasus, kista hilang dengan sendirinya sehingga tak memerlukan perawatan khusus. Anda mungkin bisa meletakkan kompres hangat pada kista agar mempercepat proses penyembuhan dengan membuat cairannya mengalir keluar. Jangan mencoba memencet atau mengeluarkan kista sendiri karena bisa menyebabkan infeksi.Sementara, jika Anda merasakan gejala tak biasa, maka lakukanlah pemeriksaan ke dokter. Metode perawatan medis yang umum dilakukan untuk kista, yaitu mengeluarkan cairan dari kista menggunakan jarum steril, memberi obat-obatan seperti injeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, bahkan pengangkatan kista pada kasus yang parah. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter agar mendapat penanganan yang tepat.
kistakista epidermoidkista ovariumkista bartholinkista ganglionkista ginjalkista baker
Healthline. https://www.healthline.com/health/cyst#types
Diakses pada 06 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160821#types
Diakses pada 06 Juli 2020
National Health Service https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cyst/
Diakses pada 06 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait