Mengenal Berbagai Jenis Garam, Mana yang Paling Sehat untuk Dikonsumsi?


Ternyata, bukan hanya garam meja saja yang beredar di pasaran. Ada berbagai jenis garam yang bisa Anda gunakan untuk memberi rasa pada masakan. Kenali jenis-jenis garam berikut ini dan pilih yang paling sehat.

0,0
16 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jenis garam yang berbeda mengandung nutrisi yang berbeda pulaGaram kosher, garam laut, dan garam himalaya memiliki tekstur dan warna yang berbeda
Garam menjadi salah satu bahan masakan yang cukup penting. Menambahkan garam dapat memberi suatu cita rasa sehingga membuat makanan terasa lezat dan menggugah selera untuk dinikmati. Akan tetapi, menambahkan garam secara berlebihan bisa membuat makanan menjadi terlalu asin dan memicu tekanan darah tinggi. Perlu Anda ketahui bahwa terdapat berbagai jenis garam yang dapat digunakan. Apa saja?

Berbagai jenis garam yang bisa dikonsumsi

Garam merupakan mineral kristal yang terbuat dari dua unsur, yaitu sodium dan klorin. Berbagai jenis garam tak hanya berbeda dari segi rasa dan tekstur, namun juga dalam kandungan mineral dan sodiumnya. Adapun macam-macam garam yang bisa Anda tambahkan ke dalam masakan, di antaranya:

1. Garam meja

Garam meja merupakan garam yang biasa digunakan saat memasak, sehingga lebih dikenal dengan garam dapur. Garam ini memiliki tekstur yang sangat halus karena telah melewati banyak proses pengolahan. Garam meja juga hampir seluruhnya mengandung natrium klorida murni 97% atau lebih tinggi. Selain itu, garam meja mengandung pula caking agents agar tidak mudah menggumpal. Garam meja juga diperkaya oleh yodium untuk mencegah masyarakat kekurangan yodium. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hipertiroidisme, cacat intelektual, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

2. Garam laut

Garam laut dihasilkan dengan cara menguapkan air laut. Sama halnya dengan garam meja, garam laut juga mengandung banyak natrium klorida. Namun, bergantung pada sumber dan prosesnya, garam ini juga dapat mengandung berbagai mineral, seperti kalium, zat besi, dan zinc. Semakin gelap warna garam laut, maka semakin tinggi kandungan kotoran dan unsur mineralnya. Sebab garam laut murni dibuat di laut sehingga bisa saja tercemar oleh sejumlah logam berat dan mikroplastik. Garam laut memiliki tekstur yang lebih kasar dan rasa yang lebih kuat dari garam meja. Kotoran dan mineral yang ada di dalamnya juga bisa memengaruhi rasa garam tersebut. Selain itu, dibandingkan dengan garam meja, garam laut mengandung lebih sedikit yodium. 

3. Garam himalaya

Garam himalaya mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Garam ini berasal dari tambang terbesar kedua di dunia, yaitu Khewra Salt Mine yang terletak di Pakistan. Garam himalaya berwarna merah muda karena mengandung sejumlah besi oksida. Tak hanya itu, dikutip dari , garam ini juga mengandung sejumlah kecil kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium. Dibandingkan garam meja, garam himalaya mengandung natrium yang lebih rendah. 

4. Garam kosher

Garam kosher memiliki tekstur yang kasar dan tak beraturan, namun sangat efisien dalam mengekstraksi darah. Bukan hanya pada tekstur, perbedaannya dengan garam meja juga terletak pada ukuran di mana garam kosher memiliki ukuran yang besar sehingga lebih mudah diambil dengan jari-jari untuk ditaburkan di atas makanan. Garam ini juga tidak mengandung agen anti-caking dan yodium sehingga mudah menggumpal. Akan tetapi, jika larut dalam makanan, garam kosher memiliki rasa yang tak jauh beda dengan garam meja.

5. Garam celtic

Garam celtic atau garam abu-abu adalah jenis garam laut yang memiliki warna keabu-abuan. Garam ini juga mengandung sedikit air sehingga membuatnya cukup lembap. Garam celtic mengandung sejumlah mineral, namun kadar natriumnya lebih rendah daripada garam meja.Baca juga: Ini Alasan Mengapa Garam Beryodium Sangat Penting Bagi Tubuh

Cara pembuatan garam

Pada dasarnya, cara pembuatan garam dibedakan menjadi dua, yaitu garam yang diperoleh dari air laut dan garam yang diolah dari batu garam. Garam laut dibuat dengan menguapkan air laut atau air danau yang memiliki kandungan garam tinggi. Air laut atau air danau ini dialirkan untuk ditampung, kemudian dikeringkan dengan panas matahari untuk waktu yang lama, bisa hingga berhari-hari. Setelah air laut atau air danau tersebut menguap, akan ada butiran garam yang bisa dikumpulkan. Sedangkan cara pembuatan garam lainnya bisa dengan cara dipanen dari bebatuan yang ada di dalam tanah atau gua. Garam yang dibuat dengan cara ini dikenal dengan garam meja. Jenis garam meja dibuat dari bebatuan di dalam tanah yang harus dimurnikan terlebih dahulu. Proses pembuatan garam meja menggunakan zat antipenggumpalan untuk mengambil kandungan mineralnya. 

Mana jenis garam yang paling sehat?

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membandingkan efek kesehatan dari berbagai jenis garam. Kalaupun ada, maka akan kecil kemungkinannya untuk ditemukan perbedaan yang besar. Sebab kebanyakan garam pada dasarnya memiliki kandungan serupa yang terdiri dari natrium klorida dan sejumlah kecil mineral. Oleh sebab itu, Anda dapat menambahkan garam apapun ke dalam masakan untuk memberi rasa. Namun, pastikan tidak berlebihan. Selain itu, akan lebih baik jika Anda memilih garam yang beryodium karena bisa membantu mencegah efek berbahaya dari kekurangan yodiumAkan tetapi, bagi Anda yang memiliki masalah hipertensi kurangilah asupan garam karena bisa mendatangkan masalah.Baca juga: Bahaya Air Garam untuk Wajah yang Perlu Diwaspadai

Pesan dari SehatQ

Selain macam-macam garam yang bisa dikonsumsi seperti di atas, ada juga garam epsom atau garam Inggris, jenis garam yang tidak bisa dikonsumsi. Garam epsom memiliki kandungan yang berbeda dari garam dapur, yakni mengandung magnesium sulfat dan oksigen. Dari segi rasa, garam ini juga cenderung pahit, bukan asin seperti garam dapur lainnya.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar khasiat dari macam-macam garam yang ada, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan sehattekanan darah tinggikekurangan yodium
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/different-types-of-salt#which-is-healthiest
Diakses pada 02 Juli 2020
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/what-kind-of-salt-is-healthiest-4157937
Diakses pada 02 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait