Parasomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan suatu peristiwa tidak diinginkan selama fase tidur
Parasomnia memiliki beragam jenis yang berbeda.

Parasomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan suatu peristiwa tidak diinginkan selama fase tidur. Parasomnia memiliki beragam jenis yang berbeda. Misalnya, sering mimpi buruk, terbangun di malam hari, hingga tidur berjalan. Berikut adalah jenis-jenis gangguan tidur parasomnia yang perlu Anda ketahui.

1. Mimpi Buruk

Para peneliti sering mengaitkan mimpi buruk dengan kondisi emosional yang sedang dihadapi seperti ketakutan, kecemasan, atau pasca trauma. Hubungi dokter jika Anda sering bermimpi buruk dalam seminggu.

2. Terbangun di Malam Hari

Penderita biasanya terbangun tiba-tiba di malam hari dalam kondisi ketakutan dan bingung. Patut diperhatikan, kadang penderita akan membahayakan diri sendiri atau orang lain. Misalnya berjalan saat tidur atau berbicara saat tidur.

3. Sleepwalking

Penderita akan terlihat berjalan tetapi dengan mata tetap terpejam dan tertidur. Sleepwalking sering terjadi pada anak-anak usia 5-12 tahun, tapi ada juga beberapa kasus menimpa orang dewasa dan usia lanjut.

4. Kebingungan saat Bangun Tidur

Jenis parasomnia ini menyebabkan penderitanya akan mengalami kebingungan saat bangun tidur. Selain itu, ia juga memiliki ingatan jangka pendek yang buruk dan seringkali memiliki daya berpikir yang lambat.

5. Head-banging

Gangguan parasomnia ini terjadi pada anak-anak di bawah usia 1 tahun. Anak akan berbaring, menghentak kepala atau tubuh bagian ke atas bantal. Gangguan ritmik yang juga disebut “head banging” ini dapat berlaku untuk tangan dan lutut. Gangguan ini terjadi saat anak menjelang tidur.

6. Mengigau

Berbicara saat tidur atau mengigau biasanya tidak berbahaya. Disebabkan oleh berbagai faktor seperti demam, stres, atau gangguan tidur lainnya.

7. Kram Kaki

Cenderung terjadi pada usia lanjut dengan sensasi kaki kram selama kurang dari 10 menit. Penyebab kram kaki belum diketahui, namun kemungkinan besar disebabkan karena duduk terlalu lama, kelelahan otot, atau dehidrasi. Untuk mengatasi gangguan parasomnia ini, dianjurkan minum air yang cukup dan berolahraga secara rutin.

8. Bruxism (Gigi Gemeretak)

Jenis parasomnia ini bisa menimbulkan suara gemeretak pada gigi tanpa disadari oleh penderita. Dampaknya, bisa terjadi ketidaknyamanan pada otot rahang, cedera gigi atau gigi aus. Dokter gigi akan memasang pelindung mulut khusus untuk kasus bruxism yang serius.

9. Sleep Enuresis (Mengompol)

Dalam kondisi gangguan parasomnia ini, penderita tidak dapat mengendalikan fungsi kandung kemih saat tertidur. Ada dua jenis gangguan enuresis atau mengompol saat tidur, yaitu primer dan sekunder.

Pada enuresis primer, penderita tidak memiliki kemampuan mengendalikan fungsi kemih sejak bayi hingga seterusnya. Hal ini erat kaitannya dengan faktor genetik. Sementara itu, pada enuresis sekunder, penderita bisa saja kambuh setelah sembuh dari gangguan parasomnia sleep enuresis.

Para ahli menganggap, gangguan sleep enuresis disebabkan oleh masalah kesehatan seperti diabetes, infeksi saluran kemih, sleep apnea, atau gangguan psikis lainnya.

Untuk mengatasi gangguan-gangguan tidur parasomnia di atas, dokter umumnya akan merekomendasikan perawatan dengan mengubah perilaku penderita dan memberikan obat-obatan.

jenis gangguan tidur parasomnia

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/parasomnias#1
Diakses pada Oktober 2018

 

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed