Mengenal Beragam Golongan Darah Langka, Ternyata Bukan Cuma AB

(0)
Golongan darah A rhesus negatif termasuk golongan darah langka karena hanya bisa menerima transfusi dari A- dan O-Golongan darah A rhesus negatif hanya dimiliki oleh sekitar 1,99% populasi dunia
Darah menjadi salah satu bagian yang memegang peranan paling penting di dalam tubuh manusia. Tanpa adanya darah, oksigen yang kita hirup tidak akan bisa didistribusikan ke seluruh tubuh. Menariknya, sel dalam darah mengandung protein tertentu atau antigen yang membuatnya bisa dikelompokkan menjadi golongan-golongan berbeda, baik yang umum maupun yang termasuk golongan darah langka..Dari total 33 sistem golongan darah, hanya 2 yang digunakan secara luas, yaitu ABO dan Rh-positif/Rh-negatif. Kedua sistem ini lalu membentuk beberapa golongan darah dasar. Tersebar secara tidak merata, beberapa di antaranya masuk ke dalam jenis golongan darah langka.

Jenis golongan darah langka

Jenis golongan darah langka berbeda antara satu daerah dengan yang lain. Namun, penelitian menyebutkan bahwa Rh-null merupakan golongan darah yang paling langka di dunia. Tidak seperti golongan darah lain, sel darah Rh-null tidak memiliki antigen. Selain itu, perbandingan pemilik darah Rh-null di seluruh dunia diperkirakan hanya 1 banding 6 juta orang.Berikut urutan jenis golongan darah, dari yang umum hingga paling langka di dunia:
  • Golongan darah O+

O+ menjadi golongan darah yang paling umum di dunia. Menurut data Palang Merah Amerika Serikat, setidaknya sekitar 38,67 persen populasi dunia mempunyai golongan darah O+. Orang dengan golongan darah O+ dapat melakukan transfusi ke jenis golongan darah dengan Rh positif lain seperti A+, B+, dan AB+. Golongan darah ini hanya bisa menerima transfusi dari O+ dan O-.
  • Golongan darah A+

A+ menjadi golongan darah yang paling mudah ditemukan setelah O+ dengan jumlah sekitar 27,42 persen. Meski mudah ditemukan, golongan darah ini hanya dapat ditransfusi ke A+ dan AB+ dan menerima transfusi dari A+, A-, O+, serta O-.
  • Golongan darah B+

Tersebar sekitar 22 persen dalam populasi manusia di seluruh dunia, B+ jadi golongan darah paling umum ketiga. B+ hanya dapat melakukan transfusi ke golongan darah B+ dan AB+. Sementara itu, golongan darah ini dapat menerima transfusi dari B+, B-, O+ dan O-.
  • Golongan darah AB+

Ada sekitar 5,88 persen pemilik golongan darah AB+ di seluruh dunia. Dapat menerima transfusi dari semua golongan darah, AB+ hanya dapat ditransfusi ke pemilik golongan darah yang sama saja.
  • Golongan darah O-

Golongan darah ini dimiliki sekitar 2,55 persen populasi manusia di seluruh dunia. Sayangnya, golongan darah ini hanya bisa menerima transfusi dari O- saja. Meski begitu, O- disebut universal donor karena dapat ditransfusi ke semua jenis golongan darah.
  • Golongan darah A-

A- dapat melakukan transfusi ke golongan darah A-, A+, AB-, dan AB+. Sementara itu, golongan darah yang tersebar sekitar 1,99 persen di seluruh dunia tersebut hanya bisa menerima transfusi dari A- dan O-.
  • Golongan darah B-

B- merupakan jenis golongan darah langka ketiga di dunia karena hanya dimiliki sekitar 1,11 persen populasi manusia. B- diketahui dapat menerima transfusi dari B- dan O-, serta melakukan transfusi ke B-, B+, AB-, maupun AB+.
  • Golongan darah AB-

Dalam sistem golongan darah dasar, AB- menjadi yang paling langka karena hanya dimiliki oleh 0,36 orang di seluruh dunia. AB- dapat melakukan transfusi ke AB- dan AB+. Sementara itu, AB- sendiri boleh menerima transfusi dari AB-, A-, B-, dan O-.
  • Rh-null

Dikenal dengan sebutan Golden Blood, Rh-null merupakan jenis golongan darah langka nomor satu di dunia karena hanya dimiliki kurang dari 50 orang. Sejauh ini, baru ada 43 orang yang dilaporkan memiliki golongan darah Rh-null. Menariknya, golongan darah langka ini dapat ditransfusikan ke semua jenis lainnya, namun hanya bisa menerima transfusi dari sesama Rh-null saja.Meskipun didapat dari penelitian, persentase yang diberikan tidak sepenuhnya akurat. Jenis golongan darah langka maupun umum pada masing-masing daerah berbeda satu sama lain karena berkaitan dengan masalah genetik.

Bagaimana prosedur transfusi darah?

Sebelum proses transfusi darah, pendonor akan diperiksa terlebih dahulu
Selama proses transfusi darah, tanda-tanda vital seperti suhu dan detak jantung akan dipantau oleh tim medis
Guna memastikan keamanan bagi pendonor maupun penerima donor, ada sejumlah prosedur yang harus diikuti saat melakukan transfusi darah. Langkah-langkah untuk melakukan proses transfusi darah antara lain:
  • Pendonor diminta untuk mengisi data soal riwayat penyakit menular dan masalah medis yang pernah dialami sebelumnya.
  • Pemeriksaan terhadap kadar hemoglobin pendonor
  • Darah pendonor diperiksa dan disaring untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi seperti hepatitis dan HIV.
  • Darah pendonor dicocokkan dengan sampel darah penerima donor untuk diperiksa kesesuaiannya.
  • Setelah dilakukan tes pembekuan (koagulasi) dan tidak ditemui masalah pada komponen darah seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, proses transfusi darah baru dapat dilakukan.
  • Selama proses transfusi, tanda-tanda vital seperti suhu, detak jantung, dan tekanan darah dipantau dengan cermat oleh tim medis.
  • Beberapa penerima donor mungkin akan merasakan demam dalam waktu 24 jam setelah melakukan transfusi darah. Demam atau menggigil merupakan reaksi normal yang umum terjadi dalam proses transfusi maupun setelahnya. Namun, jika Anda mengalami sesak napas, detak jantung meningkat, atau kejang, maka proses transfusi harus segera dihentikan dan ditangani.

Pentingnya mengetahui golongan darah

Mengetahui jenis golongan darah yang Anda miliki sangatlah penting. Hal ini dapat membantu dalam menjaga kesehatan Anda dan menghadapi situasi-situasi tak terduga di kemudian hari. Berikut beberapa alasan mengenai pentingnya mengetahui jenis golongan darah sendiri:
  • Mendapat transfusi yang tepat di saat darurat

Keadaan darurat menjadi alasan terpenting mengapa Anda harus mengetahui golongan darah sendiri. Golongan darah yang cocok diperlukan ketika Anda melakukan transfusi dalam situasi seperti setelah kecelakaan, operasi, atau persalinan.
  • Menjadi pendonor yang tepat

Mengetahui golongan darah dapat mempermudah Anda untuk membantu orang lain melalui donor. Pencari donor biasanya akan memberikan kriteria pendonor yang tepat dan sesuai supaya proses transfusi dapat berjalan lancar.
  • Mengetahui apakah golongan darah Anda umum atau langka

Tanpa melakukan pemeriksaan sebelumnya, Anda mungkin tidak akan tahu apakah golongan darah Anda termasuk umum atau langka. Apabila masuk dalam golongan darah langka, hal tersebut tentunya akan makin mempersulit proses transfusi. Anda perlu bergabung dalam kelompok yang mempunyai golongan darah langka agar ketika suatu hari membutuhkan, Anda bisa dengan mudah mendapatkan pendonor.Berkaca pada hal tersebut, mengetahui jenis golongan darah Anda sendiri sangatlah penting. Anda dapat melakukan tes pemeriksaan golongan darah dengan cara mengunjungi klinik atau rumah sakit terdekat.
golongan darahdonor darahrhesus
Advent Health. https://www.adventhealth.com/blog/5-reasons-why-you-should-know-your-blood-type
Diakses pada 19 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/rarest-blood-type
Diakses pada 19 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326279
Diakses pada 19 Agustus 2020
Rarest.org. https://rarest.org/people/blood-types
Diakses pada 19 Agustus 2020
News-Medical. https://www.news-medical.net/health/Blood-Transfusion-Precautions.aspx
Diakses pada 19 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait