Mengenal Benzodiazepine, Obat Penenang yang Sering Disalahgunakan

Obat benzodiazepine hanya boleh dikonsumsi dengan resep dokter
Benzodiazepine harus didapatkan dengan resep dokter

Benzodiazepine adalah obat penenang yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan insomnia. Beberapa jenis obat ini yang sudah banyak dikenal, contohnya diazepam dan alprazolam.

Sayangnya, obat ini sering disalahgunakan, terutama untuk tujuan rekreasi demi memperoleh efeknya yang menenangkan. Benzodiapine juga dikenal sebagai date rape drug karena dapat melemahkan kemampuan seseorang untuk melawan.

Dengan peredaran obat ini yang kurang terjaga dengan ketat, banyak orang bisa mendapatkannya secara bebas kemudian menyalahgunakannya.

Apa kegunaan benzodiazepine?

Benzodiazepine biasa digunakan untuk menangani gangguan kejiwaan dan neurologis. Beberapa contoh kondisi tersebut meliputi:

  • Insomnia

Benzodiazepine untuk insomnia biasanya digunakan dalam jangka pendek. Pasalnya, obat ini bisa menyebabkan ketergantungan.

  • Gangguan kecemasan umum

Konsumsi benzodiazepine untuk gangguan kecemasan juga disarankan hanya untuk jangka pendek, atau tak lebih dari satu bulan

  • Kejang

Benzodiazepine sering digunakan untuk menghentikan kondisi kejang yang berkepanjangan.

  • Alcohol withdrawal

Ketika Anda meminum alkohol dalam jumlah banyak tiap hari dan melakukannya selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, kebiasaan ini akan menyebabkan gangguan mental yang disebut alcohol withdrawal. Gejalanya berupa gangguan kecemasan, muntah, berkeringat, pusing, halusinasi, hingga kejang.

Alcohol withdrawal bisa diatasi dengan konsumsi salah satu jenis obat benzodiazepine, yakni chlordiazepoxide. Obat ini mampu menghilangkan racun-racun dari sistem tubuh penderita. 

  • Serangan panik

Benzodiazepine bekerja sangat cepat untuk meredakan kecemasan. Itulah mengapa obat ini efektif untuk menangani serangan panik. Namun penggunaannya secara jangka panjang tidak disarankan oleh dokter.

Jenis- jenis obat benzodiazepine

Sederet jenis obat benzodiazepine yang beredar di pasaran meliputi:

Apa efek samping benzodiazepine yang bisa muncul?

Beberapa efek samping benzodiazepine yang dapat muncul ketika Anda mengonsumsinya adalah:

  • Mengantuk
  • Pusing dan sakit kepala
  • Tubuh yang gemetar
  • Linglung atau kebingungan
  • Penurunan kemampuan koordinasi tubuh
  • Masalah penglihatan
  • Nafsu makan yang bertambah atau menurun
  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Mulut kering
  • Penurunan libido

Benzodiazepine dan ketergantungan obat

Penggunaan benzodiazepine jangka panjang tergolong efektif untuk mengatasi berbagai kondisi medis. Tapi berhati-hatilah karena obat ini bisa menyebabkan ketergantungan.

Ketergantungan benzodiazepine dapat terjadi setelah Anda terus menggunakannya selama satu bulan. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala putus obat (withdrawal symptoms) berupa susah tidur, merasa depresi, dan berkeringat.

Ketahui juga bahwa ketergantungan benzodiazepine sulit untuk disembuhkan karena obat ini akan mengubah keseimbangan kimiawi dalam otak. Jika Anda atau orang terdekat mengalami kondisi ini, sangat disarankan untuk melakukan rehabilitasi.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi ketergantungan adalah jangan menghentikan pemakaian obat secara langsung. Anda disarankan untuk melakukan pengurangan dosis secara bertahap agar gejala putus obat tidak makin memburuk.

Amankah benzodiazepine untuk ibu hamil dan menyusui?

Ibu hamil tidak direkomendasikan untuk menggunakan benzodiazepine. Pasalnya, obat ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada janin.

Salah satu risiko cacat lahir tersebut adalah bibir sumbing pada bayi. Dampak merugikan dari penggunaan benzodiazepine ini telah terbukti dalam sebuah riset.

Benzodiaepine juga dapat mengalir ke dalam air susu ibu (ASI), dan mengakibatkan kelesuan serta penurunan berat badan pada bayi baru lahir. Karenanya, obat ini pun tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui.

Apa yang terjadi jika kebanyakan mengonsumsi benzodiazepine?

Sebenarnya, overdosis benzodiazepine jarang berakibat fatal. Overdosis akan membahayakan jika obat ini dicampur dengan barbiturat, obat opioid, alkohol, dan obat antidepresan trisiklik.

Orang yang mengalami overdosis benzodiazepine biasanya akan mengidap:

  • Penekanan sistem saraf pusat, yakni turunnya fungsi saraf
  • Gangguan keseimbangan serta kendali gerakan
  • Bicara yang tidak jelas

Bagaimana jika seseorang menyalahgunakan benzodiazepine?

Seseorang dikatakan menyalahgunakan benzodiazepine ketika memakainya tanpa resep dokter.
Obat ini sering disalahgunakan untuk tujuan rekreasi, misalnya untuk memberikan efek rileks. Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang melakukan ini, misalnya karena tidak tahan dengan tekanan hidup.

Dalam dosis normal, benzodiazepine umumnya dapat ditoleransi dengan baik serta efektif untuk mengurangi cemas dan insomnia. Penggunanya bisa mengantuk atau pusing, dan efek ini akan makin terasa apabila dosisnya ditingkatkan.

Tanda-tanda penyalahgunaan benzodiazepine dalam jangka panjang tidak selalu tampak. Bila adapun, gejalanya bisa berupa gangguan kecemasan, insomnia, anoreksia, pusing, dan lemas.

Ada kalanya, pengguna juga mengalami perubahan pada perilaku dan sikap. Kondisi ini kemudian memengaruhi performa kerja serta hubungannya dengan orang lain.

Catatan dari SehatQ

Benzodiazepine dapat efektif untuk menangani gangguan kecemasan, kejang, serangan panik, dan sebagainya. Namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat memicu ketergantungan dengan gejala yang tidak menyenangkan hingga merusak hubungan sosial.

Jika melihat orang yang mengalami ketergantungan benzodiazepine atau obat penenang lainnya, Anda dihimbau untuk membujuknya agar mau berkonsultasi dengan dokter dan menjalani pemulihan di pusat rehabilitasi. Dengan ini, gejala putus obat bisa diatasi dengan tepat dan penderita dapat terbantu untuk mencapai kesembuhan.

Ingatlah juga bahwa dukungan moral dari keluarga maupun orang terdekat sangat dibutuhkan oleh penderita ketergantungan obat, termasuk benzodiazepine. Bantuan ini niscaya dapat membuat penderita lebih bersemangat dalam menjalani rehabilitasinya.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/262809.php
Diakses pada 24 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/benzodiazepine-abuse#1
Diakses pada 24 Februari 2020

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/benzodiazepines_sleep-inducing-oral/article.htm
Diakses pada 24 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/alcohol-withdrawal-symptoms-treatments#1
Diakses pada 24 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9748174
Diakses pada 24 Februari 2020

Artikel Terkait