Mengenal Avitaminosis dan Gangguan Kesehatan yang Disebabkannya

(0)
15 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Avitaminosis adalah berbagai kondisi yang muncul saat tubuh kekurangan vitaminRambut rontok dapat terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin
Avitaminosis adalah kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh kekurangan satu atau beberapa vitamin esensial dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari ringan hingga berbahaya. Ada beberapa hal yang bisa memicu avitaminosis. Untuk memastikan penyebabnya, pemeriksaan oleh dokter kemungkinan diperlukan.Penyebab avitaminosis adalah tidak terpenuhinya kebutuhan vitamin yang diperlukan tubuh dalam jangka panjang. Masalah ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti asupan vitamin tidak mencukupi, gangguan pencernaan, kerusakan mikroflora usus, atau konsumsi obat-obatan tertentu yang menghambat penyerapan vitamin.

Gangguan kesehatan akibat avitaminosis

Kebutuhan vitamin dan mineral harus dipenuhi untuk supaya tubuh dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan vitamin yang terjadi dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi tubuh dan memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan.Berbagai gangguan kesehatan yang dapat dialami penderita avitaminosis adalah:

1. Kerusakan rambut dan kuku

Salah satu gangguan kesehatan pada penderita avitaminosis adalah kerusakan rambut dan kuku. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan biotin atau vitamin B7 yang berfungsi membantu mengubah makanan menjadi energi.Rambut penderita avitaminosis umumnya menjadi mudah rontok dan rapuh. Kerontokan ini disebabkan karena defisiensi berbagai vitamin yang mendukung kesehatan rambut. Kondisi yang sama juga bisa dialami kuku, yang membuat bagian tubuh ini menjadi rapuh dan mudah patah

2. Masalah kulit kepala

Selain rambut menjadi rapuh dan rontok, gangguan lain yang dapat disebabkan oleh avitaminosis adalah berbagai masalah kulit kepala.Ketombe dan dermatitis seboroik merupakan masalah kulit kepala yang sering terjadi akibat defisiensi vitamin tertentu, seperti vitamin B2, B3, B6, dan B7.

3. Anemia

Anemia terjadi karena tubuh kekurangan jumlah sel darah merah yang sehat. Jenis anemia yang dapat dialami oleh penderita avitaminosis adalah anemia defisiensi vitamin B12 (kobalamin) dan anemia defisiensi vitamin C.Jika diabaikan tanpa penanganan, anemia defisiensi vitamin B12 dan vitamin C dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti komplikasi kehamilan (pada ibu hamil), gangguan fungsi saraf, serta penyakit skorbut.

4. Gangguan mulut

Masalah kesehatan lainnya yang bisa disebabkan oleh avitaminosis adalah gangguan mulut. Beberapa jenis gangguan mulut yang dapat terjadi adalah:
  • Sariawan
  • Luka di sudut bibir (angular cheilitis)
  • Gusi berdarah.
Berbagai kondisi ini dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin B (khususnya vitamin B1, B2, B6) dan vitamin C.

5. Skorbut

Skorbut atau scurvy merupakan penyakit langka yang dapat disebabkan oleh defisiensi vitamin C selama tiga bulan atau lebih.Gejala yang dapat terjadi pada penderita skorbut, yaitu terjadinya perdarahan di bawah kulit dan perdarahan pada gusi.

6. Masalah penglihatan

Gangguan kesehatan berikutnya yang dapat dipicu oleh avitaminosis adalah masalah penglihatan. Hal ini berkaitan dengan kekurangan vitamin A, yakni vitamin yang sangat bermanfaat untuk kesehatan mata. Bentuk masalah penglihatan yang dapat terjadi adalah gangguan penglihatan di malam hari atau rabun senja.Rabun senja menyebabkan kemampuan melihat di malam hari atau saat cahaya redup menjadi berkurang. Jika tidak ditangani, kondsi ini dapat berkembang menjadi xerophthalmia (kerusakan kornea) yang bisa menyebabkan kebutaan.

7. Gangguan kulit

Gangguan kulit berupa benjolan-benjolan kecil di kulit yang terlihat seperti sedang merinding, juga termasuk masalah kesehatan yang disebabkan avitaminosis.Kondisi ini dikenal dengan sebutan keratosis pilaris. Benjolan biasanya terlihat berwarna putih atau merah, yang berlokasi di permukaan pipi, tangan, paha, dan bokong.Keratosis pilaris dapat disebabkan oleh kelebihan keratin pada pori-pori rambut. Di samping itu, kondisi ini juga bisa terjadi pada orang-orang yang kekurangan vitamin A dan vitamin C.

Penanganan avitaminosis

Cara mengatasi avitaminosis adalah dengan menambah asupan sumber vitamin yang diperlukan tubuh. Apabila menu makanan sehari-hari Anda belum bisa membantu mengatasi avitaminosis, dokter umumnya akan meresepkan beberapa suplemen sesuai kebutuhan.Selain mengubah pola makan dan konsumsi suplemen, pengobatan yang dilakukan juga akan disesuaikan dengan gejala penyakit avitaminosis. Beberapa gejala, seperti gangguan mulut dan gusi, mungkin dapat membaik dengan pemberian vitamin. Namun, gejala lainnya seperti penyakit kulit mungkin harus diresepkan salep atau obat-obatan lain untuk mengatasinya.Apabila diet yang Anda lakukan tidak memperbaiki kondisi tubuh atau gejala yang dirasakan semakin parah, sebaiknya segera hubungi dokter. Dokter dapat memberikan pemeriksaan dan memberikan perawatan yang paling sesuai dengan gangguan kesehatan akibat avitaminosis yang Anda alami.Jika Anda punya pertanyaan seputar vitamin, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
vitaminvitamin b12vitamin avitamin c
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vitamin-deficiency-anemia/symptoms-causes/syc-20355025
Diakses 2 Februari 2021
Axertag. https://azertag.az/en/xeber/Avitaminosis_Hypovitaminosis_and_Hypervitaminosis-75779
Diakses 2 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-deficiency
Diakses 2 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait