Mengenal Apotek Hidup dan Berbagai Jenis Tanaman Obatnya

Jahe merupakan salah satu tanaman obat yang masuk dalam apotek hidup
Tanaman jahe yang belum dipanen

Pernahkah Anda mendengar istilah apotek hidup? Meski tidak jelas asal-usulnya, istilah ini lekat kaitannya dengan taman atau kebun yang berisikan tanaman-tanaman berkhasiat yang dapat digunakan sebagai obat.

Tanaman-tanaman tersebut nantinya bisa dimanfaatkan pemiliknya sebagai pengobatan alami untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Meski demikian, tidak semua tanaman dapat masuk dalam kategori apotek hidup ini.

Oleh karena itu, mari kenali lebih lanjut seputar tanaman-tanaman yang tergolong sebagai apotek hidup beserta cara menanamnya.

Tanaman-tanaman apotek hidup

Berikut adalah beberapa jenis tanaman yang masuk dalam golongan apotek hidup.

1. Jahe

Salah satu tanaman apotek hidup yang paling populer adalah jahe. Jahe kaya akan kandungan gingerol yang merupakan zat dengan antiradang dan antioksidan yang tinggi.

Jahe juga dipercaya dapat meredakan mual, membantu mengurangi nyeri otot, meredakan gejala osteoarthritis, menurunkan kadar gula dalam darah, dan menurunkan risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.

Cara untuk menanam jahe tidak sulit, pertama potong bagian jahe yang memiliki ujung berwarna hijau (disarankan menggunakan jahe organik), kemudian tanam jahe di tanah dengan ujung hijau menghadap atas.

Jangan lupa untuk selalu menyiramnya setiap hari, terutama pada pagi hari. Hasilnya bisa Anda panen sekitar 4 bulan setelah ditanam.

2. Kunyit

Seperti halnya jahe, kunyit juga merupakan tanaman herbal yang cukup dicari saat ini. Pasalnya, kunyit dipercaya memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan sehingga cocok digolongkan sebagai tanaman apotek hidup.

Kunyit mengandung curcumin, yaitu antioksidan kuat yang bisa menetralisir radikal bebas sehingga dapat mencegah terjadinya kanker.

Untuk menanam kunyit, potong rimpangnya menjadi beberapa bagian, kemudian siapkan tanah di dalam pot sekitar 7,5 cm dari dasar pot. Kemudian masukan rimpang kunyit, tutup kembali dengan tanah. Pastikan Anda menyiramnya setiap hari.

3. Temulawak

Selain jahe dan kunyit, temulawak juga termasuk salah satu tanaman yang sering dijadikan sebagai obat herbal di Indonesia. Tanaman ini memiliki antiperadangan yang dapat membantu tubuh mengobati radang usus, radang sendi, dan pankreatitis.

Selain itu, temulawak juga dipercaya mampu melindungi tubuh dari penyakit jantung dan mencegah penyakit kanker. Meski begitu, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Temulawak dapat dibudidayakan dengan pembibitan terlebih dahulu. Bibit temulawak didapatkan dari rimpang temulawak yang berusia 10-12 bulan.

Potong rimpang tersebut menjadi 3-4 bagian, kemudian jemur 5 hari selama 3 jam setiap harinya. Tanam rimpang ke tanah dengan mata tunas yang menghadap ke atas. Siram minimal 2 kali sehari.

4. Bawang putih

Selain bisa digunakan sebagai bahan masakan, bawang putih juga bisa dimanfaatkan untuk obat karena kandungannya yang kaya akan vitamin C, vitamin B6, magnesium, tapi tetap rendah kalori.

Selain itu, bawang putih juga dipercaya dapat mencegah dan meredakan pilek serta flu. Bahkan, kandungan antioksidan yang terkandung dalam bawang putih juga dianggap dapat melawan penuaan dan kerusakan sel. 

Bawang putih juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh, kesehatan kardiovaskuler, dan kesehatan kulit serta rambut Anda. Bawang ini bahkan juga dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit kaki atlet.

Tertarik untuk menanam bawang putih sebagai apotek hidup? Cara menanamnya cukup mudah. Cukup siapkan tanah di dalam pot, kemudian letakkan bawang putih, lalu masukan tanah kembali. Jangan lupa untuk menyiramnya setiap hari.

5. Gingko

Gingko juga merupakan salah satu tanaman homeopati tertua dan ramuan utama dalam pengobatan tradiosional Tiongkok. Daunnya digunakan untuk membuat kapsul, tablet, dan ketika dikeringkan dapat dikonsumsi sebagai teh.

Gingko juga dikenal mampu meningkatkan kesehatan otak. Studi menunjukkan bahwa gingko dapat mengobati pasien dengan demensia ringan hingga sedang dan dapat memperlambat penurunan kognisi pada penyakit demensia serta Alzheimer.

Selain beberapa ragam tanaman apotek hidup yang sudah disebutkan di atas, ada pula beberapa lainnya yang bisa turut masuk dalam kategori ini. Contohnya adalah lavender, chamomile, biji rami (flax seed), tea tree, echinacea, dan bunga primrose yang bisa digunakan minyaknya.

Memiliki apotek hidup dapat memudahkan Anda untuk mendapatkan obat-obatan alami yang bersumber dari tanaman. Meski demikian, merawat apotek hidup tidaklah mudah karena Anda harus telaten dalam menjaga kelangsungan hidup tanaman-tanaman tersebut

Jadi, apakah Anda tertarik untuk membuat apotek hidup sendiri di rumah?

Healthline
https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-benefits-of-ginger#section12
Diakses 15 April 2020

Wikihow
https://www.wikihow.com/Grow-a-Ginger-Plant
https://www.wikihow.com/Grow-Garlic
Diakses 15 April 2020

Healthline
https://www.healthline.com/health/most-powerful-medicinal-plants#turmeric
Diakses 15 April 2020

Webmd
https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-turmeric
Diakses 15 April 2020

Goodhousekeeping
https://www.goodhousekeeping.com/home/gardening/a20706465/how-to-grow-turmeric/
Diakses 15 April 2020

Artikel Terkait