Mengenal Apa Itu Sleepwalking atau Tidur Berjalan, dan Penyebabnya

Sleepwalking bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa
Orang yang mengalami sleepwalking bisa tidur berjalan atau melakukan aktivitas lainnya

Sleepwalking adalah kondisi ketika seseorang berjalan atau melakukan aktivitas lainnya sembari tidur. Dalam dunia medis, tidur berjalan dikenal dengan istilah somnabulisme.

Orang yang mengalami sleepwalking mungkin saja hanya berjalan. Tapi mereka juga bisa makan, membuka dan menutup lemari, bahkan keluar rumah dalam kondisi tidak sadar. 

Secara umum, fenomena tidur berjalan yang lebih sering terjadi pada anak-anak ini tidak berbahaya karena biasanya cuma berlangsung sebentar. Namun jika episodenya cukup lama, pencerita dapat berisiko mengalami cedera atau kecelakaan. Misalnya, bila ia menyetir sambil tidur.   

Sleepwaking biasanya terjadi selama periode tidur NREM (nonrapid eye movement), yakni sekitar 1-2 jam setelah Anda tidur. 

Apa yang terjadi saat sleepwalking atau tidur berjalan?

Gejala sleepwalking berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang hanya duduk di kasur dan melihat sekeliling dengan wajah bingung. Sementara penderita lainnya dapat berjalan, makan, menyetir, dan melakukan kegiatan lainnya. 

Jika seseorang mengalami sleepwalking, ia biasanya hanya memandang lurus dan tampak seperti tidak mengenali orang-orang terdekatnya. Matanya akan terbuka, padahal ia sebenarnya masih tertidur. Bila Anda mengajaknya berbicara, orang tersebut akan merespons dengan jawaban yang tidak jelas atau meracau.

Para ahli menyarankan Anda untuk tidak membiarkan orang yang sedang sleepwalking. Anda justru harus membangunkan mereka dengan cara yang pelan dan tidak mengagetkan.

Walau demikian, pengidap tidur berjalan umumnya cukup sulit untuk dibangunkan. Meski bangun pun, mereka akan kebingungan dan tidak ingat dengan apa yang terjadi.

Kenapa seseorang bisa berjalan saat tidur?

Penyebab sleepwalking belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, kondisi ini acap kali dipengaruhi oleh faktor genetik.

Itu berarti, jika Anda memiliki orangtua, adik, atau kakak kandung yang sering berjalan saat tidur, Anda juga memiliki kemungkinan untuk mengalaminya.

Sleepwalking atau tidur berjalan juga dapat dipicu oleh hal-hal berikut ini: 

  • Kurang tidur
  • Stres dan gangguan kecemasan
  • Infeksi yang disertai demam, terutama pada anak-anak
  • Terlalu banyak minum alkohol
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang
  • Efek samping dari obat-obatan sedatif
  • Saat tidur nyenyak, terbangun mendadak karena mendengar suara yang keras atau tiba-tiba ingin buang air kecil
  • Mengalami gangguan tidur, seperti obstructive sleep apnea dan restless legs syndrome

Bisakah sleepwalking disembuhkan?

Umumnya, sleepwalking atau tidur berjalan tidak memerlukan pengobatan khusus. Jika terjadi sesekali dan tidak disebabkan oleh kondisi medis tertentu, Anda cukup membantu orang tersebut untuk kembali tidur. 

Namun bila sleepwalking muncul karena gangguan kesehatan lainnya, penyakit tersebut harus diatasi terlebih dulu guna meminimalkan terjadinya tidur berjalan. Jadi pastikan tidak ada kondisi medis yang melatarbelakangi sleepwalking dengan menjalani pemeriksaan medis. 

Obat-obatan seperti benzodiazepine atau antidepresan mungkin bisa diresepkan oleh dokter apabila frekuensi sleepwalking terbilang sering atau penderita berisiko mencederai dirinya maupun orang lain. 

Pada beberapa pasien, hipnosis bisa menjadi terapi yang cukup membantu. Terapi ini akan membantu penderita agar lebih rileks, dengan dibantu terapis yang akan memberikan sugesti-sugesti positif. 

Guna membantu mencegah atau mengurangi episode sleepwalking, penting juga bagi pasien untuk melakukan perubahan gaya hidup. Berikut langkah-langkahnya:  

  • Usahakan untuk tidur malam pada waktu yang sama setiap hari
  • Ciptakan suasana kamar yang nyaman agar bisa tidur lebih nyenyak, misalnya dengan meredupkan lampu dan mematikan gawai maupun alat elektronik lain
  • Hindari mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol menjelang tidur
  • Buang air kecil dulu sebelum tidur
  • Lakukan aktivitas yang membuat rileks sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca buku yang ringan, atau meditasi

Mencegah cedera akibat sleepwalking

Jika Anda atau ada anggota keluarga Anda yang sering sleepwalking, ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya tidak ada yang mengalami cedera atau kecelakaan akibat kondisi ini. Apa saja yang bisa Anda lakukan?

  • Pastikan jendela dan pintu rumah selalu terkunci rapat pada malam hari
  • Simpan benda-benda tajam dan berbahaya di tempat tersembunyi agar sulit dijangkau ketika ada yang tidur berjalan
  • Jika anak Anda sering sleepwalking, jangan biarkan mereka tidur di tempat tidur tingkat
  • Jika Anda hendak bepergian lama dan meninggalkan anak-anak, informasikan pada pengasuh atau kerabat yang menjaga anak mengenai kebiasaan tidur berjalannya serta apa yang harus dilakukan jika itu terjadi

Sleepwalking atau tidur berjalan umumnya bukan hal yang berbahaya. Tapi Anda patut waspada jika frekuensinya cukup sering dan penderita berisiko mencelakakan diri sendiri maupun orang lain ketika tidur berjalan.

Anda perlu menghubungi dokter untuk mengetahui ada tidaknya gangguan medis di balik kondisi sleepwalking tersebut. Dengan ini, dokter juga bisa menganjurkan langkah-langkah penanganan yang sekiranya efektif.

Healthline. https://www.healthline.com/health/sleep/sleepwalking#1
Diakses pada 20 Januari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sleepwalking/
Diakses pada 20 Januari 2020

Artikel Terkait