Mengenal Apa Itu Saraf Tepi dan Kerusakan yang Mungkin Terjadi

(0)
15 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kaki termasuk salah satu anggota tubuh yang memiliki saraf tepiSaraf tepi terdapat di beragam anggota tubuh, termasuk kaki
Sistem saraf tepi meliputi semua saraf di luar saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Saraf yang juga disebut saraf perifer ini bertugas menghubungkan saraf pusat ke berbagai organ tubuh, seperti lengan, kaki, maupun kulit.Melalui saraf tepi, saraf pusat dapat menerima dan memberi informasi ke berbagai bagian tubuh. Sistem saraf tepi terbagi menjadi dua bagian, yakni saraf somatik dan otonom. Masing-masing bagian ini memiliki area kerjanya tersendiri.

Fungsi saraf somatik dan otonom dalam sistem saraf tepi

Saraf somatik berperan membawa informasi motorik maupun sensorik ke dan dari saraf pusat. Sistem saraf ini bekerja dalam kondisi 'sadar', di mana informasi dari otak akan disalurkan ke otot, lalu respons dari otot akan disalurkan ke otak.Saraf somatik menyebabkan Anda bisa melakukan gerakan-gerakan yang disadari. Misalnya saat tangan tertusuk benda tajam, Anda akan merasa sakit dan menjauhkan tangan dari benda tersebut.Sebaliknya, saraf otonom bertugas mengatur fungsi atau gerakan-gerakan organ tubuh yang terjadi tanpa Anda sadari. Contoh gerakan-gerakan ini meliputi aliran darah, detak jantung, proses pencernaan, maupun pernapasan.

Mengenal kerusakan saraf tepi

Kerusakan saraf tepi terjadi saat saraf tepi rusak. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah neuropati perifer atau peripheral neuropathy.Neuropati perifer bisa menghambat proses penyaluran informasi dari ke saraf pusat, yaitu otak dan tulang belakang. Kerusakan saraf tepi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi atau penyakit yang meliputi:
  • Penyakit autoimun, contohnya lupus dan rheumatoid arthritis
  • Diabetes
  • Infeksi, termasuk hepatitis B, hepatitis C dan HIV
  • Penyakit keturunan, seperti penyakit Charcot-Marie-Tooth
  • Tumor di jaringan saraf
  • Gangguan pada sumsum tulang belakang, seperti kanker tulang dan limfoma
  • Kecanduan alkohol
  • Paparan racun, misalnya timbal dan raksa
  • Penggunaan obat-obatan, umumnya obat untuk prosedur kemoterapi
  • Cedera saraf, misalnya setelah kecelakaan
  • Kekurangan vitamin, terutama vitamin B dan vitamin E

Ciri-ciri kerusakan saraf tepi yang perlu diketahui

Ciri atau gejala kerusakan saraf tepi yang muncul biasanya tergantung pada lokasi atau jenis saraf yang terkena, seperti saraf motorik, saraf sensorik, atau saraf otonom. Namun secara umum, gejala neuropati perifer bisa berupa:
  • Timbulnya sensasi mati rasa, kesemutan, ataupun menggelenyar, yang muncul secara bertahap pada lengan, tangan, betis, atau kaki
  • Area yang rusak menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan
  • Mengalami nyeri saat melakukan kegiatan yang seharusnya tidak menimbulkan sakit, misalnya kaki terasa sakit saat ditimpa selimut
  • Berkurangnya keseimbangan tubuh dan mudah terjatuh
  • Otot terasa lemas
  • Lumpuh pada area yang mengalami kerusakan saraf
Sementara bila kerusakan dialami oleh saraf otonom, gejala-gejala berikut juga mungkin terjadi:
  • Tidak tahan terhadap suhu atau cuaca panas
  • Mengeluarkan keringat berlebih atau tidak bisa berkeringat
  • Mengalami gangguan pada sistem pencernaan
  • Menurunnya tekanan darah yang bisa ditandai dengan mudah lelah dan pusing
Kerusakan saraf tepi bisa terjadi pada satu saraf ataupun lebih. Beberapa contoh penyakit akibat gangguan ini adalah carpal tunnel syndrome dan sindrom Guillain-Barre.

Cara mengobati kerusakan saraf tepi

Saat mengalami gejala-gejala kerusakan saraf tepi, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis dan penanganan awal bisa membantu dalam mengendalikan gejala, mencegah kerusakan lebih parah pada saraf, dan menghindari komplikasi.Penanganan kerusakan saraf tepi bertujuan mengontrol penyakit dan meringankan gejala. Dokter umumnya akan memberikan obat-obatan di bawah ini sebagai langkah penanganan awal:
  • Obat pereda rasa sakit, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) ataupun golongan analgesik yang lebih kuat seperti tramadol
  • Obat pereda kejang, seperti gabapentin dan pregabalin
  • Salep atau krim yang mengandung capsaicin, seperti lidocaine
  • Obat antidepresan, seperti amitriptyline dan doxepin
Selain pemberian obat-obatan, tindakan medis juga bisa menjadi pilihan penanganan neuropati perifer. Tujuannya juga untuk meringankan gejala. Beberapa jenis terapi yang dapat dilakukan meliputi:
  • Fisioterapi

Fisioterapi bisa dilakukan bila fungsi otot pasien terganggu sehingga perlu dilatih kembali. Penggunaan alat bantu, seperti tongkat jalan juga bisa digunakan pada terapi ini.
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS)

TENS dilaksanakan dengan mengalirkan arus listrik ke kulit dengan memakai elektroda. Durasinya bisa berlangsung dalam 30 menit per hari, dan dijalani selama 30 hari.
  • Operasi

Operasi juga bisa menjadi pilihan penanganan kerusakan saraf tepi. Langkah ini biasa dianjurkan bila gangguan saraf terjadi akibat tumor.Saraf tepi adalah semua saraf yang berada di luar otak dan sumsum tulang belakang. Saraf ini bisa saja rusak dan memerlukan sejumlah penanganan tertentu.Apabila Anda merasakan keluhan yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter. Jangan sampai kondisi Anda bertambah parah.Mengingat fungsi saraf perifer yang sangat penting, Anda sangat disarankan untuk menjaganya dengan baik. Misalnya dengan menerapkan gaya hidup yang sehat dan seimbang.
sistem sarafneuropati perifer
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-neuropathy/symptoms-causes/syc-20352061
Diakses pada 15 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/brain/understanding-peripheral-neuropathy-basics#1
Diakses pada 15 Agustus 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-the-peripheral-nervous-system-2795465
Diakses pada 15 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait