logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Apa Itu D-Dimer pada Pasien Covid-19

4 Mar 2021

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

D-dimer pada pasien Covid-19 bisa menimbulkan masalah

D-dimer pada pasien Covid-19 dapat menunjukkan angka yang tinggi

Table of Content

  • Apa itu D-dimer?
  • D-dimer pada pasien Covid-19
  • Mengatasi kadar D-dimer yang tinggi

Istilah D-dimer mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang. Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan membahas istilah tersebut dalam tulisan di blognya yang berjudul “Naik Lagi” pada bulan Februari lalu.

Advertisement

Disinyalir D-dimer menjadi hal yang penting untuk diperhatikan pada pasien Covid-19. Sebab, sebagian pasien Covid-19 meninggal bukan karena virus corona-nya. Melainkan karena serangan jantung, stroke, dan gangren di kaki yang terkait dengan D-dimer. 

Apa itu D-dimer?

D-dimer adalah fragmen protein yang membantu proses pembekuan atau penggumpalan darah. Proses ini umumnya terjadi saat Anda terluka untuk menghentikan perdarahan. Jika perdarahan berhenti, pembekuan pun akan dipecah. Beberapa zat sisa, termasuk d-Dimer, akan mengambang di dalam darah.

Zat sisa ini biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, kadar D-dimer dalam darah juga bisa tinggi jika Anda memiliki gangguan pembekuan darah, misalnya trombosis vena dalam (DVT). Dalam tulisannya, Dahlan pun memberi istilah unik pada D-dimer, yakni “cendol-cendol” (gumpalan) di dalam darah. 

Pemeriksaan D-dimer dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk memberi gambaran ada atau tidaknya penggumpalan di dalam darah. Adapun batas maksimal D-dimer adalah 500 ng/ml. Peningkatan kadar D-dimer dalam darah dapat mengindikasikan terjadinya pembekuan darah aktif yang mungkin tidak normal.

D-dimer pada pasien Covid-19

virus corona
Infeksi virus corona bisa picu penggumpalan darah

Penggumpalan darah lebih berisiko terjadi pada orang yang tidak aktif secara fisik, obesitas, perokok, atau sering mengonsumsi makanan berlemak. Sementara, pada pasien Covid-19, penggumpalan darah rentan terjadi karena infeksi virus corona itu sendiri.

Peningkatkan kadar D-dimer juga berkaitan dengan:

  • Peradangan sistemik

Peradangan sistemik dapat disebabkan oleh infeksi virus Sars-Cov-2. Kondisi ini merupakan respons tubuh terhadap infeksi. Anda dapat mengalami gejala berupa demam tinggi, denyut jantung dan laju pernapasan cepat, serta jumlah sel darah putih yang abnormal.

  • Badai sitokin

Badai sitokin adalah pelepasan sitokin (protein khusus) yang terlalu berlebihan sehingga sistem imun Anda justru bisa merusak tubuh. Ketika virus Sars-Cov-2 memasuki tubuh, sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin. Namun, sitokin yang diproduksi berlebihan malah bisa menyebabkan badai sitokin.

Kedua hal tersebut dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah yang meningkatkan kadar D-dimer saat diperiksa. Semakin tinggi D-dimer, semakin besar risiko pasien Covid-19 mengalami sumbatan akibat penggumpalan darah. Akibatnya, terjadi berbagai masalah kesehatan lain yang bisa mengancam jiwa. 

Umumnya, pasien Covid-19 yang terbilang parah memiliki tingkat D-dimer yang lebih tinggi dibandingkan pada kasus ringan. Penggumpalan darah pada pasien Covid-19 juga bisa menyebabkan emboli paru dan tromboemboli vena. 

Oleh sebab itu, pasien Covid-19 yang kadar D-dimer-nya lebih tinggi harus mendapat perhatian khusus. Mungkin diperlukan tes lanjutan untuk memastikan apakah benar-benar ada penggumpalan darah abnormal atau tidak.

no caption

Mengatasi kadar D-dimer yang tinggi

obat antikoagulan
Antikoagulan bantu mengencerkan darah yang menggumpal

Dalam mengatasi kadar D-dimer yang tinggi, dokter mungkin akan memberi obat-obatan pengencer darah (antikoagulan). Obat tersebut bekerja untuk melarutkan gumpalan darah yang berbahaya akibat peradangan pada pasien Covid-19.

Hal ini dapat membantu menormalkan kondisi dan mencegah komplikasi yang berbahaya pada pasien Covid-19. Namun, obat tentunya harus digunakan dengan tepat karena dikhawatirkan menimbulkan perdarahan.

Terdapat mitos yang mengatakan jika minum banyak air putih bisa mengencerkan darah yang menggumpal. Sayangnya, itu bukanlah cara yang terbukti ampuh. Jadi, Anda tetap harus mendapat perawatan medis untuk menangani kondisi tersebut.

Di sisi lain, pastikan untuk tetap menjaga kesehatan tubuh menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas di masa pandemi ini.

Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar Covid-19, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

dvtembolicovid-19

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved