Mengenal Antipsikotik Atipikal, Obat Penanganan Skizofrenia dan Bipolar

(0)
22 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Skizofrenia dan bipolar dapat diatasi dengan pemberian obat antipsikotik atipikalAntipsikotik atipikal adalah jenis antipsikotik generasi baru untuk menangani berbagai gangguan psikosis
Untuk menangani halusinasi, delusi, atau gangguan kejiwaan seperti skizofrenia, dokter akan meresepkan obat yang disebut antipsikotik. Terdapat dua jenis antipsikotik yang kini dikenal, dan antipsikotik atipikal adalah salah satunya. Apa bedanya dengan antipsikotik tipikal?

Apa itu antipsikotik atipikal?

Antipsikotik atipikal adalah jenis antipsikotik generasi baru untuk menangani berbagai gangguan psikosis. Antipsikotik atipikal diperkenalkan tahun 1990-an dan menjadi antipsikotik generasi kedua setelah antipsikotik tipikal.Salah satu pertimbangan penggunaan antipsikotik atipikal dibanding pendahulunya adalah efek samping pada pasien. Antipsikotik generasi pertama, yakni antipsikotik tipikal, cenderung memicu efek samping terutama gejala ekstrapiramidal. Gejala ekstrapiramidal dapat mengakibatkan gangguan pergerakan, tremor, gejala menyerupai penyakit Parkinson, dan gangguan pada gerak wajah.Sebagian besar antipsikotik atipikal cenderung baru ditemukan oleh ahli, kecuali clozapine yang sebenarnya sudah ditemukan lebih dari 60 tahun silam.

Kegunaan antipsikotik atipikal

Antipsikotik atipikal biasanya diresepkan pada orang dengan gangguan psikosis seperti halusinasi
Orang yang mengalami halusinasi biasanya melihat atau mendengar seusatu yang tak nyata
Seperti yang disampaikan di atas, antipsikotik atipikal digunakan untuk mengatasi gangguan psikosis. Psikosis merujuk pada kondisi kehilangan hubungan dengan kenyataan atau realita yang ada. Beberapa contoh gangguan psikosis, yaitu:
  • Delusi, yakni meyakini sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi
  • Halusinasi, yakni melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata
  • Paranoid dan kebingungan
Antipsikotik atipikal juga mengatasi gangguan kejiwaan yang berkaitan dengan psikosis, seperti skizofrenia, depresi yang parah, gangguan bipolar, kecemasan yang parah, dan agitasi yang berat.Beberapa antipsikotik atipikal juga disetujui untuk menangani sifat lekas marah yang berkaitan dengan autisme pada anak. 

Cara kerja antipsikotik atipikal

Seperti antipsikotik tipikal, antipsikotik atipikal juga memiliki efek antagonis terhadap senyawa otak yang disebut dopamin. Artinya, obat-obat ini bekerja dengan menghalangi aktivitas dopamin di organ tersebut. Pada penderita gangguan psikosis, sinyal yang diberikan dopamin cenderung abnormal, dan antipsikotik bekerja untuk menghalangi sinyal ini. Tak hanya dopamin, antipsikotik atipikal juga memengaruhi aktivitas senyawa lain yang disebut serotonin.

Jenis-jenis antipsikotik atipikal

Berikut ini beberapa jenis antipsikotik atipikal dan kegunaannya dalam mengatasi gangguan kejiwaan:

1. Aripiprazole

Aripiprazole digunakan untuk menangani skizofrenia dan gangguan bipolar. Namun, aripiprazole juga terkadang diberikan dalam penanganan gangguan depresi mayor. 

2. Clozapine

Clozapine adalah antipsikotik untuk mengatasi skizofrenia yang resisten terhadap penanganan lain. Clozapine juga berpotensi untuk menurunkan keinginan bunuh diri pada pasien.

3. Ziprasidone

Ziprasidone adalah antipsikotik yang membantu mengatasi skizofrenia serta gangguan bipolar, baik bipolar episode mania maupun bipolar episode campuran. Secara off-label, dokter mungkin juga memberikan ziprasidone untuk gangguan stres pascatrauma.

4. Paliperidone

Paliperidone digunakan untuk menangani skizofrenia. Antipsikotik atipikal ini juga membantu mengatasi gangguan skizoafektif, yakni gangguan mental dengan gejala campuran antara skizofrenia dengan gangguan mood

5. Risperidone

Risperidone diresepkan dokter untuk menangani skizofrenia, gangguan bipolar, dan sifat lekas marah yang berkaitan dengan autisme. Obat ini lebih berisiko untuk menimbulkan gejala ekstrapiramidal.

6. Quetiapine

Quetiapine adalah antipsikotik yang membantu menangani skizofrenia, gangguan bipolar, dan gangguan mood lain. Quetiapine juga mungkin diberikan untuk menangani insomnia. Quetiapine memiliki risiko yang lebih kecil untuk memicu efek samping motorik. Hanya saja, obat ini berisiko menimbulkan kenaikan berat badan dan hipertensi postural (tekanan darah naik tiba-tiba ketika berdiri).

7. Olanzapine

Olanzapine digunakan untuk menangani skizofrenia dan gangguan bipolar. Salah satu kelebihan olanzapine adalah risikonya yang kecil dalam menimbulkan gejala ekstrapiramidal dibandingkan dengan antipsikotik atipikal lainnya.

Efek samping antipsikotik atipikal

Efek samping antipsikotik atipikal adalah sulit tidur
Mengonsumsi antipsikotik atipikal dapat menyebabkan sulit tidur
Beberapa risiko efek samping antipsikotik atipikal, yaitu:
  • Naiknya berat badan
  • Gangguan metabolik, termasuk meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan kolesterol tinggi
  • Sulit berkonsentrasi atau berbicara
  • Perubahan tekanan darah
  • Sembelit
  • Sulit tidur
  • Keluarnya air liur dengan tidak sengaja (ngences)
  • Rasa kantuk
  • Wajah seperti topeng atau terlihat tidak berekspresi
  • Gelisah adan merasa perlu untuk terus bergerak
  • Disfungsi seksual
  • Berjalan terseok-seok
  • Tremor
  • Masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur atau ganda

Catatan dari SehatQ

Antipsikotik atipikal adalah antipsikotik generasi kedua yang diresepkan dokter untuk menangani gangguan psikosis. Antipsikotik atipikal merupakan kelompok obat keras dan hanya bisa diresepkan oleh dokter.
bipolarskizofreniapsikosisantipsikotik
Drugs. https://www.drugs.com/drug-class/atypical-antipsychotics.html
Diakses pada 7 Agustus 2020
Rethink Mental Illness. https://www.rethink.org/advice-and-information/living-with-mental-illness/medications/antipsychotics
Diakses pada 7 Agustus 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/atypical-antipsychotics-379663
Diakses pada 7 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait