Mengenal Antinutrisi Asam Fitat yang Ganggu Penyerapan Mineral


Asam fitat adalah zat antinutrisi yang dapat mengganggu penyerapan zat besi dan zinc. Kadar asam fitat dalam biji-bijan dan kacang-kacangan dapat dikurangi dengan merendamnya semalaman.

(0)
27 Dec 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Asam fitat adalah senyawa nabati yang memiliki efek antinutrisi sekaligus antioksidan yang terkandung dalam kacang-kacanganAsam fitat terkandung dalam berbagai biji-bijian, serealia, legum, dan kacang-kacangan
Bukan rahasia lagi, makanan nabati mengandung beragam jenis nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Nutrisi tersebut termasuk vitamin, mineral, dan senyawa-senyawa antioksidan. Namun, makanan nabati seperti kacang dan biji-bijian juga mengandung zat pengganggu penyerapan nutrisi yang disebut dengan antinutrisi. Salah satu antinutrisi yang populer yaitu asam fitat. Apakah asam fitat dalam makanan menjadi masalah?

Mengenal apa itu asam fitat

Asam fitat adalah senyawa yang terkandung dalam biji tanaman. Asam fitat, atau disebut juga dengan fitat, berfungsi sebagai bentuk penyimpanan fosfor di dalam biji. Saat biji berkecambah, fitat akan mengalami degradasi sehingga fosfor pun dilepaskan agar bisa digunakan oleh tanaman yang masih muda.Asam fitat hanya ditemukan dalam sumber makanan nabati. Semua biji-bijian, serealia, legum, dan kacang-kacangan yang bisa dimakan mengandung asam fitat dalam jumlah yang bervariasi. Asam fitat dengan kadar yang kecil juga ditemukan dalam akar dan umbi.Salah satu label yang dimiliki asam fitat adalah efek antinutrisinya. Artinya, asam fitat dapat mengganggu penyerapan mineral seperti zat besi, kalsium, dan zinc. Namun menariknya, walau memiliki sifat antinutrisi, asam fitat juga dikaitkan dengan manfaat kesehatan tertentu.Asam fitat juga dikenal sebagai inositol heksafosfat atau IP6. Inositol heksafosfat sering digunakan sebagai pengawet dalam industri karena sifat antioksidannya.

Makanan yang mengandung asam fitat

Seperti yang diungkapkan di atas, asam fitat terkandung dalam berbagai biji-bijian, serealia, legum, dan kacang-kacangan yang bisa dimakan. Makanan yang mengandung asam fitat, termasuk:Kadar asam fitat dalam makanan di atas sangat bervariasi antara satu dengan yang lain. Bahkan, pada jenis makanan yang sama, kandungan asam fitat juga dapat berbeda. Misalnya, asam fitat dalam kacang almond bisa berkisar antara 0,4-9,4 persen. 

Efek negatif asam fitat dalam mengganggu penyerapan  mineral

Salah satu poin negatif dari asam fitat adalah aktivitasnya dalam mengganggu penyerapan mineral. Asam fitat dapat menghambat penyerapan zat besi dan zinc. Senyawa ini juga disebutkan dapat mengganggu penyerapan kalsium.Aktivitas asam fitat untuk menghambat penyerapan mineral berlaku untuk satu kali makan dan bukan pada penyerapan nutrisi secara keseluruhan sepanjang hari. Dengan kata lain, asam fitat mengurangi penyerapan mineral dari makanan yang Anda konsumsi bersamaan dalam satu waktu, namun tidak berpengaruh pada makanan yang kita konsumsi di jam berikutnya.Aktivitas negatif asam fitat ini sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah bagi individu yang mengikuti pola makan bergizi seimbang. Namun, pada sebagian individu lain, efek ini dapat menjadi masalah yang signifikan, terutama pada orang yang mengalami defisiensi zat besi atau zinc. Orang yang mengalami defisiensi zat besi atau zinc harus mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang.Efek asam fitat juga dapat menjadi masalah di negara berkembang yang masyarakatnya mengonsumsi serealia sebagai makanan pokok.

Tips mengurangi kadar asam fitat dalam makanan

Kita sebenarnya tak perlu menghindari makanan yang mengandung asam fitat. Pasalnya, banyak makanan di atas merupakan makanan yang sehat dan bergizi.Beruntung, ada beberapa tips yang dapat mengurangi kandungan asam fitat dalam makanan. Cara yang sebenarnya dilaporkan efektif untuk menurunkan kadar asam fitat ini yaitu merendam, melakukan perkecambahan, dan fermentasi. Namun, cara rumahan yang mungkin lebih praktis dilakukan yakni merendam biji atau kacang semalaman.

Adakah manfaat dari asam fitat?

Efek asam fitat memang bak pisau bermata dua, yakni memiliki dampak positif dan dampak negatif. Untuk efek positifnya, asam fitat merupakan zat yang memiliki efek antioksidan. Bahkan, asam fitat turut dilaporkan dapat menurunkan risiko batu ginjal dan kanker. Asam fitat juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar.

Catatan dari SehatQ

Asam fitat adalah senyawa nabati yang memiliki efek antinutrisi sekaligus antioksidan. Sebagai antinutrisi, asam fitat dapat mengganggu penyerapan mineral. Kadar asam fitat dapat dikurangi salah satunya dengan merendam biji atau kacang semalaman. Jika masih memiliki pertanyaan terkait asam fitat, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi terkait kandungan dalam makanan yang terpercaya.
nutrisizat besiantioksidanzat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods/chia-seeds
Diakses pada 15 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-to-reduce-antinutrients
Diakses pada 15 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/phytic-acid-101
Diakses pada 15 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait