Cara Kerja dan Efek Samping Antidepresan Trisiklik untuk Atasi Depresi

(0)
05 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Trisiklik adalah jenis antidepresan untuk mengobati depresiAntidepresan trisiklik membantu menangani gangguan mental seperti depresi
Depresi dan beberapa gangguan psikologis lain dapat ditangani dengan kelompok obat yang dikenal dengan antidepresan. Obat antidepresan tersebut terdiri atas beberapa sub-kelompok, termasuk antidepresan trisiklik di antaranya. Bagaimana cara kerja obat-obatan antidepresan trisiklik?

Mengenal antidepresan trisiklik atau siklik

Antidepresan trisiklik (TCA) atau antidepresan siklik adalah salah satu kelompok obat-obatan untuk penanganan depresi. Obat-obatan ini merupakan sekian dari antidepresan yang pertama ditemukan, yakni sekitar era 1950-an. Hingga saat ini, antidepresan trisiklik masih dianggap efektif untuk menangani depresi.Antidepresan trisiklik menjadi pilihan apabila pasien memiliki resistensi terhadap antidepresan dari kelompok lain. Namun, walau efektif digunakan, antidepresan trisiklik cenderung tidak menjadi penanganan depresi lini pertama, karena beberapa individu mengalami efek samping yang sulit ditoleransi.Selain depresi, beberapa obat antidepresan trisiklik juga mungkin diresepkan dokter untuk menangani kondisi lain. Beberapa kondisi tersebut, termasuk:

Jenis-jenis antidepresan trisiklik untuk penanganan depresi

Berikut ini beberapa obat depresi yang masuk ke dalam kelompok antidepresan trisiklik:
  • Amitriptylin
  • Amoksapin
  • Desipramin
  • Doksepin
  • Imipramin
  • Maprotilin
  • Nortriptylin
  • Protriptylin
  • Trimipramin

Cara kerja antidepresan trisiklik

Antidepresan trisiklik bekerja dengan mempertahankan kadar serotonin dan norepinefrin di dalam otak. Keduanya dikenal sebagai senyawa kebahagiaan karena diyakini berperan untuk menjaga mood tetap stabil. Dengan kadar serotonin dan norepinefrin yang ‘tertahan’ tersebut, mood pasien pun diharapkan akan membaik.Namun, seperti obat pada umumnya, antidepresan trisiklik berisiko menimbulkan efek lain yang tak diinginkan. Misalnya, obat ini dapat memengaruhi pergerakan otot yang bekerja di luar kesadaran, termasuk otot-otot sistem pencernaan. Antidepresan trisiklik juga menghambat efek histamin, senyawa yang menjadi bagian dari sistem imun tubuh.

Beberapa efek samping penggunaan antidepresan trisiklik

Efek samping antidepresan trisiklik tentu dapat beragam, tergantung jenis obat yang dikonsumsi. Berikut ini beberapa efek samping antidepresan trisiklik yang umum dirasakan:
  • Mulut kering
  • Mata kering
  • Penglihatan kabur
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Ketidakmampuan untuk merespons lingkungan sekitar (disorientasi)
  • Kejang, terutama karena penggunaan maprotiline
  • Rasa kantuk
  • Sembelit
  • Retensi urin
  • Disfungsi seksual
  • Tekanan darah rendah
  • Pertambahan berat badan, terutama akibat amitriptyline, imipramine, dan doksepin
  • Mual
Apabila Anda merasa efek samping di atas begitu mengganggu, Anda bisa mendiskusikan dengan dokter untuk penggantian obat lain.

Peringatan interaksi dan kondisi medis sebelum konsumsi antidepresan trisiklik

Obat-obatan antidepresan trisiklik juga mengantongi peringatan interaksi dan peringatan untuk orang dengan riwayat medis tertentu.

1. Peringatan interaksi zat dan obat

Beberapa zat dan obat yang dapat berinteraksi dengan antidepresan trisiklik, yaitu:
  • Alkohol, karena dapat menghambat aktivitas antidepresan trisiklik
  • Epinefrin, yakni obat untuk penanganan reaksi alergi yang parah. Penggunaan bersama dapat memicu tekanan darah tinggi.
  • Cimetidine, yakni obat untuk mengurangi asam lambung. Cimetidine dapat meningkatkan konsentrasi obat antidepresan trisiklik.
  • Antidepresan penghambat oksidase monoamine. Penggunaan bersama dapat memicu demam, kejang, bahkan kematian.
  • Clonidine, yang merupakan obat hipertensi. Penggunaan bersama dapat memicu peningkatan tekanan darah.
  • Obat antikolinergik, yang biasa dikonsumsi untuk menangani sulit buang air kecil. Penggunaan bersama dapat memicu ileus paralitik atau gangguan pergerakan usus.

2. Peringatan untuk pasien penyakit tertentu

Obat-obatan antidepresan trisiklik dapat memperparah kondisi medis tertentu, misalnya:
  • Glaukoma sudut-tertutup
  • Pembesaran prostat
  • Retensi urine
  • Masalah jantung
  • Masalah tiroid
Antidepresan trisiklik juga dapat memengaruhi kadar gula darah. Untuk itu, pasien diabetes harus lebih sering memonitor kadar gula darahnya jika harus mengonsumsi antidepresan trisiklik. Ibu hamil dan menyusui juga harus berdiskusi dengan gamblang sebelum mengonsumsi antidepresan trisiklik.

Catatan dari SehatQ

Antidepresan trisiklik adalah jenis obat-obatan yang diberikan dokter untuk penanganan depresi. Namun, karena efek sampingnya, antidepresan ini biasanya bukan menjadi obat lini pertama untuk mengatasi gangguan psikologis tersebut.
mengatasi depresidepresi
Healthline. https://www.healthline.com/health/depression/tricyclic-antidepressants-tcas
Diakses pada 17 Juli 2020
Pionas BPOM. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/43-depresi/431-antidepresan-trisiklik-dan-sejenisnya
Diakses pada 17 Juli 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/tricyclic-antidepressants-379652
Diakses pada 17 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait