Mengenal Ansiolitik, Kategori Obat untuk Atasi Gangguan Kecemasan

(0)
27 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ansiolitik adalah obat anticemas untuk menangani gejala kecemasan menyeluruhPenggunaan ansiolitik tanpa resep dokter dapat memicu masalah fatal, termasuk koma dan kematian
Rasa cemas berlebih merupakan salah satu dari sekian gejala masalah psikologis seperti gangguan kecemasan umum. Gejala kecemasan ini dapat diatasi dengan kombinasi obat dan terapi. Obat-obatan yang diberikan dokter untuk mengatasi kecemasan tersebut dikenal dengan ansiolitik atau anxiolytic. Ketahui jenis dan cara kerja masing-masing ansiolitik.

Mengenal apa itu ansiolitik atau anxiolytic

Ansiolitik (anxiolytic) atau obat anticemas adalah kelompok obat-obatan yang dapat mencegah atau menangani gejala kecemasan - terutama  pada pasien dengan gangguan cemas menyeluruh (GAD). Obat ini juga mungkin diresepkan untuk kondisi mental lain seperti fobia sosial serta digunakan sebagai penenang untuk anestesi pada prosedur medis.  Untuk menangani gangguan kecemasan, dokter sering memadukan ansiolitik dengan terapi, seperti terapi psikoterapi atau terapi perilaku kognitif. Namun, dokter akan memberikan ansiolitik hanya untuk konsumsi jangka pendek– mengingat obat ini dapat menimbulkan kecanduan bagi pasien. Pasien yang memiliki riwayat penyalahgunaan obat biasanya tidak diberikan ansiolitik.Selain untuk gangguan kecemasan, fobia sosial, dan sebagai obat penenang, beberapa ansiolitik juga mungkin diresepkan dokter untuk kondisi lain, termasuk:

Jenis ansiolitik dan cara kerjanya

Terdapat beberapa jenis ansiolitik yang mungkin diberikan dokter, misalnya:

1. Kelompok obat benzodiazepin

Obat-obatan kelompok benzodiazepin bekerja dengan meningkatkan aktivitas senyawa otak yang disebut asam gamma-aminobutirat atau GABA. GABA  menjadi senyawa komunikasi antar sel saraf yang dapat mengurangi aktivitas otak. Aktivitas otak yang berlebihan disebutkan dapat memicu kecemasan dan gejala lain. Beberapa contoh benzodiazepin, termasuk:
  • Alprazolam
  • Chlordiazepoxide 
  • Clonazepam 
  • Diazepam 
  • Lorazepam

2. Buspirone

Buspiron bekerja dengan meningkatkan aktivitas reseptor serotonin dan dopamin di saraf. Rangsangan tersebut dapat mengubah pesan yang diterima oleh saraf sehingga mengurangi kecemasan yang dirasakan pasien.

3. Pregabalin

Pregabalin adalah jenis obat antikonvulsan atau antikejang. Cara kerja pregabalin untuk menurunkan kecemasan mirip dengan obat-obatan benzodiazepin, yakni dengan meningkatkan aktivitas GABA di dalam otak.

4. Hydroxyzine

Hydroxyzine adalah jenis antihistamin yang memiliki efek menenangkan. Obat ini mungkin diresepkan dokter untuk menangani insomnia yang disebabkan oleh kecemasan.

Efek samping penggunaan ansiolitik atau anxiolytic 

Mengonsumsi ansiolitik dapat menyebabkan kantuk
Sakit kepala adalah salah satu efek samping ansiolitik
Ansiolitik sebagai obat anticemas merupakan obat keras dan dapat menimbulkan efek samping tertentu, misalnya:
  • Kantuk
  • Efek sedatif atau menenangkan
  • Kebingungan
  • Gejala ketergantungan dan putus obat
  • Sakit perut
  • Mual
  • Diare
  • Disfungsi seksual
  • Sakit kepala
  • Pikiran untuk bunuh diri
  • Tekanan darah tinggi
  • Mulut kering
  • Penglihatan kabur
  • Sembelit
  • Hipotensi ortostatik
  • Denyut jantung meningkat
  • Detak jantung tidak normal
  • Penambahan berat badan
  • Gangguan daya ingat
  • Napas pendek

Peringatan sebelum mengonsumsi ansiolitik

Ansiolitik sebagai obat anticemas harus dikonsumsi sesuai dengan arahan dokter. Pasalnya, obat ini mengantongi beberapa peringatan pemakaian berikut ini:

1. Kecanduan

Beberapa jenis ansiolitik dapat menimbulkan kecanduan. Pasien berisiko mengalami ketergantungan terhadap obat anticemas terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Penggunaan ansiolitik untuk jangka waktu lama juga dapat memicu toleransi obat. Artinya, pasien akan memerlukan lebih banyak obat untuk mendapatkan efek yang sama.

2. Gejala putus obat

Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum berhenti mengonsumsi ansiolitik. Tiba-tiba berhenti mengonsumsi ansiolitik dapat memicu gejala putus obat, termasuk kejang. Dokter dapat memberikan strategi pemberhentian konsumsi obat secara perlahan dan aman.

3. Overdosis

Konsumsilah obat sesuai dengan dosis yang diberikan dokter. Overdosis obat ansiolitik dapat berisiko berujung pada koma atau kematian.

Catatan dari SehatQ

Ansiolitik atau anxiolytic adalah obat anticemas untuk menangani gangguan kecemasan dan masalah medis lain. Ansiolitik merupakan obat keras sehingga hanya bisa diresepkan oleh dokter. Penggunaan sembarang ansiolitik dapat memicu masalah fatal, termasuk koma dan kematian.
gangguan kecemasanfobiagangguan kecemasan umum
Healthline. https://www.healthline.com/health/anxiolytics
Diakses pada 14 Agustus 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/anxiolytics_for_anxiety_drug_class/article.htm#what_natural/herbal_products_and_supplements_treat_anxiety
Diakses pada 14 Agustus 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/buspar-treatment-of-social-anxiety-disorder-3024958
Diakses pada 14 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait