Mengenal Angiotensin dan Kaitannya dengan Tekanan Darah Tinggi

(0)
04 Nov 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Angiotensin adalah kelompok hormon yang terlibat dalam regulasi tekanan darahKadar hormon angiotensin memengaruhi tekanan darah
Tekanan darah di dalam tubuh turut diatur oleh sebuah sistem yang disebut sistem renin-angiotensin. Salah satu komponen dalam sistem ini yaitu hormon angiotensin. Jika Anda awam dengan hipertensi, Anda pun mungkin pernah mendengar angiotensin – yang memang vital dalam regulasi tekanan darah. Apa itu angiotensin?

Apa itu angiotensin?

Angiotensin adalah kelompok hormon yang terlibat dalam regulasi tekanan darah. Terdapat empat hormon dalam kelompok hormon ini, yaitu angiotensin I, angiotensin II, angiotensin III, dan angiotensin IV.Produksi angiotensin di dalam tubuh melibatkan peran organ hati. Hati awalnya akan membuat sejenis protein yang disebut angiotensinogen. Angiotensinogen kemudian dipecah oleh enzim dari ginjal yang disebut enzim renin. Pemecahan angiotensinogen tersebut akan membentuk angiotensin I.Kemudian, angiotensin I masuk ke dalam aliran darah dan berubah menjadi angiotensin II. Angiotensin II inilah yang menjadi bentuk hormon dengan peran signifikan memicu naiknya tekanan darah. Bersama renin, angiotensin merupakan bagian dari sistem dalam tubuh yang disebut sistem renin-angiotensin. Renin dilepaskan ginjal apabila sel di organ tersebut mendeteksi adanya penurunan tekanan darahKomponen lain dari sistem renin-angiotensin yaitu enzim pengubah angiotensin (ACE). ACE berperan dalam pengubahan angiotensin I menjadi angiotensin II, seperti yang sudah disinggung di atas. 

Peran dan efek angiotensin di dalam tubuh

Dari empat angiotensin yang ada di dalam tubuh, angiotensin II merupakan jenis yang paling banyak dibahas. Hormon yang erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi ini memiliki peran dan efek sebagai berikut:
  • Meningkatkan tekanan darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah
  • Meningkatkan rasa haus, meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi garam, serta mendorong produksi hormon lain yang terlibat dalam menahan cairan di dalam tubuh
  • Merangsang produksi hormon aldosteron di kelenjar adrenal. Produksi hormon aldosteron mengakibatkan tubuh menahan natrium dan melepaskan kalium dari ginjal.
  • Meningkatkan penahanan (penumpukan) natrium dan mengubah cara ginjal menyaring darah. Efek angiotensin ini dapat berakibat pada peningkatan penyerapan air di ginjal sehingga meningkatkan tekanan darah dan volume darah.
Secara umum, angiotensin memiliki peran dan efek yang kompleks bagi tubuh. Namun, efek yang paling utama adalah naiknya tekanan darah, peningkatan volume darah, dan kadar natrium di dalam tubuh.

Masalah jika angiotensin terlalu banyak atau terlalu sedikit

Angiotensin merupakan kelompok hormon yang penting dalam regulasi tekanan darah. Kadar angiotensin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan memicu masalah bagi tubuh.

1. Masalah jika kadar angiotensin terlalu tinggi

Kadar angiotensin yang terlalu tinggi di dalam tubuh menimbulkan cairan tertahan lebih banyak di dalam tubuh. Kondisi ini juga dapat memicu tekanan darah tinggi (jika tidak disebabkan oleh pemicu lain). Pada beberapa kasus, kadar angiotensin yang tinggi berisiko memicu gagal jantung.

2. Masalah jika kadar angiotensin terlalu rendah

Level angiotensin yang rendah juga berbahaya. Defisiensi angiotensin dapat mengganggu regulasi tekanan dan volume darah, meningkatkan kadar kalium yang tertahan di tubuh, dan memicu tubuh kehilangan banyak natrium dan cairan. Kondisi ini dapat memicu tekanan darah rendah.

Obat yang berkaitan dengan angiotensin

Salah satu obat hipertensi adalah angiotensin receptor blocker (ARB)
Obat penghambat reseptor angiotensin II adalah salah satu jenis obat hipertensi
Peran angiotensin erat kaitannya dengan fungsi obat-obatan untuk hipertensi. Obat-obatan tersebut termasuk obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor) serta obat penghambat reseptor angiotensin II (ARB - Angiotensin Receptor Blocker). Sesuai namanya, obat-obatan ARB bekerja dengan menghambat reseptor tempat angiotensin II berikatan dan bekerja – sehingga aktivitas hormon tersebut juga terganggu. Terhambatnya aktivitas hormon angiotensin II dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah kerusakan pada jantung dan ginjal.Obat-obatan ACE inhibitor juga bekerja untuk menurunkan tekanan darah. Bedanya, ACE inhibitor bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim pengubah angiotensin. Seperti yang disampaikan di atas, enzim pengubah angiotensin dapat mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II.

Catatan dari SehatQ

Angiotensin adalah kelompok hormon yang berperan dalam regulasi tekanan darah. Kadar hormon tersebut memengaruhi tekanan darah dan dapat berbahaya jika tak seimbang,. Untuk mendapatkan informasi lain terkait tekanan darah tinggi, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa tersedia di Appstore dan Playstore untuk memberikan informasi kesehatan terpercaya.
hipertensihipotensitekanan darah tinggitekanan darah rendahangiotensin receptor blocker (arb)
Heart Matters Magazine. https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/drug-cabinet/arbs
Diakses pada 16 Oktober 2020
Hormone Health Network. https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/angiotensin
Diakses pada 16 Oktober 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-the-renin-angiotensin-system-1763941
Diakses pada 16 Oktober 2020
Your Hormones Info. https://www.yourhormones.info/hormones/angiotensin
Diakses pada 16 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait