Mengenal Alpha-blocker, Obat untuk Hipertensi dan Pembesaran Prostat


Alpha-blocker adalah kelompok obat-obatan yang diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Alpha-blocker juga membantu mengatasi pembesaran prostat jinak pada pria.

(0)
14 Nov 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Alpha-blocker adalah kelompok obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan pembesaran prostat jinak pada priaAlpha-blocker baru diresepkan apabila hipertensi pasien sulit dikontrol walau sudah diberikan obat lain
Dalam menangani hipertensi, dokter biasanya meresepkan obat-obatan ACE inhibitor, diuretik, hingga beta-blocker. Namun, beberapa pasien tidak merespons obat tersebut sehingga diresepkan antihipertensi lain yaitu alpha-blocker. Kenali apa itu alpha-blocker dan cara kerjanya.

Mengenal alpha-blocker dan manfaatnya

Alpha-blocker adalah kelompok obat-obatan yang diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan pembesaran prostat jinak pada pria. Obat-obatan alpha-blocker bekerja dengan menghambat rangsangan pada reseptor yang disebut alfa-adrenergik – sehingga dikenal juga dengan obat antagonis alfa-adrenergik, agen penghambat adrenergik, atau agen penghambat alfa.Obat-obatan alpha-blocker bisa beraksi dalam waktu cepat (short-acting) dan bisa pula bekerja dalam waktu yang lebih lama (long-acting). Obat-obatan short-acting dapat bekerja cepat namun efek yang diberikan hanya berlangsung beberapa jam. Sebaliknya, obat-obatan long-acting bekerja lebih lambat namun efeknya juga akan lebih panjang. Jenis obat-obatan alpha-blocker yang diresepkan dokter akan bergantung pada kondisi kesehatan pasien dan penyakit yang dideritanya.

Cara kerja obat-obatan alpha-blocker

Alpha-blocker bekerja dengan menghambat rangsangan hormon noradrenalin terhadap reseptor yang disebut reseptor alfa-adrenergik. Setelah dikonsumsi, obat-obatan alpha-blocker akan menempel pada reseptor alfa-adrenergik dan menimbulkan efek tertentu untuk tangani penyakit spesifik.Pada penanganan tekanan darah tinggi, alpha-blocker akan merelaksasi pembuluh darah. Pembuluh darah yang rileks akan membantu melancarkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi beban kerja jantung. Sementara itu, untuk kasus pembesaran prostat jinak (hiperplasia prostat jinak), obat-obatan alpha-blocker akan merelaksasi otot kandung kemih dan sekitar kelenjar prostat. Dengan begitu, urine pun dapat lewat dengan lancar. 

Kondisi medis yang ditangani alpha-blocker

Ada beberapa kondisi medis yang dapat ditangani dengan beta-blocker, termasuk:

1. Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu kondisi yang dapat ditangani obat alpha-blocker. Namun, obat-obatan ini biasanya tidak menjadi obat lini pertama untuk mengatasi hipertensi. Alpha-blocker baru diresepkan apabila hipertensi pasien sulit dikontrol walau sudah diberikan obat lain, seperti beta-blocker, ACE inhibitor, dan diuretik. Alpha-blocker juga baru akan diresepkan jika pasien tidak dapat mengonsumsi obat-obatan antihipertensi lain tersebut.

2. Pembesaran kelenjar prostat

Kondisi medis lain yang dapat ditangani alpha-blocker adalah pembesaran kelenjar prostat (hiperplasia prostat jinak). Penyakit pada pria ini memicu gejala seperti aliran urine yang tersendat-sendat. Alpha-blocker membantu merilekskan otot di sekitar kelenjar prostat dan kandung kemih sehingga aliran urine menjadi lebih lancar.

3. Kolik ureter

Ureter adalah saluran yang mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih. Terkadang, batu yang terbentuk di ginjal dapat tersangkut di ureter dan memicu rasa nyeri (kolik ureter). Alpha-blocker terkadang diresepkan dokter untuk menangani kondisi medis ini. Alpha-blocker membantu mempercepat waktu yang diperlukan batu di ureter untuk bisa turun ke kandung kemih dan meredakan rasa nyerinya. 

Beberapa contoh obat-obatan alpha-blocker

Berikut ini beberapa contoh obat alpha-blocker yang akan diresepkan dokter:
  • Alfuzosin
  • Doxazosin
  • Indoramin
  • Prazosin
  • Tamsulosin
  • Terazosin
Obat-obatan alpha-blocker di atas tersedia dalam bentuk tablet maupun kapsul. Obat-obatan tersebut biasanya diminum sekali sehari hingga tiga kali sehari. Pastikan Anda memahami dengan baik arahan dokter saat diresepkan alpha-blocker.

Apa saja efek samping penggunaan alpha-blocker?

Beberapa obat alpha-blocker berisiko memicu efek samping saat penggunaan pertama. Ketika memulai terapi dengan mengonsumsi obat-obatan ini, pasien mungkin mengalami tekanan darah rendah dan pusing – yang berisiko menurunkan kesadaran diri saat bangun dari posisi duduk atau berbaring. Dengan begitu, dosis pertama alpha-blocker sebaiknya diminum menjelang tidur.Efek samping lain dari alpha-blocker, termasuk:
  • Sakit kepala
  • Detak jantung menjadi kencang
  • Tubuh lemah
Sebelum diresepkan alpha-blocker, pastikan Anda menyampaikan dengan jujur semua jenis obat, herbal, dan suplemen yang tengah Anda konsumsi. Alpha-blocker dapat berinteraksi dengan calcium-channel blocker dan obat untuk disfungsi ereksi.Anda juga harus menyampaikan riwayat penyakit di masa lalu maupun kondisi medis lain yang tengah Anda derita.

Catatan dari SehatQ

Alpha-blocker adalah obat-obatan yang utamanya diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan pembesaran kelenjar prostat. Sampaikan pada dokter obat yang tengah dikonsumsi serta kondisi medis yang Anda derita. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait area alpha-blocker dan efek sampingnya, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/alpha-blockers/art-20044214
Diakses pada 4 November 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=40552
Diakses pada 4 November 2020
Patient Info. https://patient.info/heart-health/alpha-blockers
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait