Mengenal Agonis Beta, Obat untuk Meredakan Penyempitan Saluran Pernapasan


Agonis beta adalah salah satu jenis obat bronkodilator yang diberikan bagi penderita asma maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Obat ini bekerja dengan mengurangi penyempitan saluran pernapasan.

0,0
01 Jul 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Agonis beta adalah salah satu jenis obat bronkodilator yang diberikan bagi penderita asma maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)Obat agonis beta membantu mengurangi penyempitan saluran pernapasan
Bagi penderita asma, tentu sangat menyiksa ketika penyakit tersebut kambuh. Sesak napas yang dialami oleh penderita asma harus segera ditangani. Salah satu obat yang digunakan untuk mengurangi gejala asma adalah agonis beta.Selain pada penderita asma, agonis beta juga diberikan pada penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) untuk membantu mengurangi penyempitan saluran pernapasan.

Apa Itu Agonis Beta?

Agonis beta adalah salah satu jenis obat bronkodilator yang membuka saluran pernapasan dengan cara mengendurkan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang mengencang karena asma maupun penyakit paru obstruktif kronis. Disebut agonis karena obat ini mengaktifkan reseptor beta-2 pada otot-otot yang mengelilingi saluran udara. Obat agonis beta dapat melebarkan saluran udara dan membantu meringankan sesak napas.Reaksi agonis beta dimulai dalam beberapa menit setelah inhalasi dan berlangsung sekitar empat jam. Karena cara kerjanya yang cepat, agonis beta sangat membantu pasien yang mengalami sesak napas akut.

Perhatikan ini sebelum menggunakan agonis beta

Selain bermanfaat mengurangi penyempitan saluran napas, agonis beta juga memiliki efek samping. Beberapa efek samping dari beta agonis adalah:
  • Kecemasan
  • Tremor
  • Palpitasi atau detak jantung cepat
  • Kalium darah rendah
Penting untuk memberitahukan dokter kondisi Anda agar dokter mengetahui kemajuan obat dan menghindari efek yang tak diinginkan. Jangan minum obat lain kecuali telah didiskusikan dengan dokter sebelumnya. Agonis beta dapat berinteraksi dengan obat lain. Jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, produk herbal tertentu, atau sedang hamil, segera beri tahu dokter sebelum mengonsumsi agonis beta. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum minum obat ini:
  • Untuk penderita diabetes

Agonis beta menyebabkan kadar gula darah meningkat sehingga dapat mengubah jumlah insulin atau obat diabetes yang Anda konsumsi.
  • Untuk penderita asma

Jika Anda masih kesulitan bernapas atau jika kondisi Anda memburuk, misalnya Anda harus menggunakan inhaler lebih sering untuk meredakan serangan asma, segera periksakan ke dokter.

Jenis Agonis Beta

Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk dalam golongan agonis beta:

1. LABA (Long Acting Beta Agonist)

Laba atau Long Acting Beta Agonis adalah bronkodilator kerja panjang yang bukan ditujukan untuk bantuan cepat asma. Efek obat LABA berlangsung selama 12 jam dengan dosis penggunaan dua kali sehari.Beberapa jenis obat laba yaitu:

2. SABA (Short Acting Beta Agonis)

SABA atau Short Acting Beta Agonis bekerja cepat, singkat, dan penyelamat bagi penderita asma. Bronkodilator ini meredakan gejala atau serangan asma akut dengan sangat cepat dengan cara membuka saluran udara di paru-paru. Bronkodilator ini bekerja dalam beberapa menit setelah Anda menghirupnya hingga 2 sampai 4 jam. Biasanya SABA berbentuk inhaler dan digunakan sebelum olahraga untuk mencegah asma akibat olahraga.Beberapa contoh obat SABA adalah:
  • Albuterol
  • Metaproterenol
  • Levalbuterol
  • Pirbuterol

3. Ultra Long-Acting Beta Agonist (ULABA)

Ultra Long Acting Beta Agonist atau ULABA adalah agonis beta yang efek terapinya pendek. Obat ini biasanya digunakan hanya sekali sehari dan bertahan hingga 24 jam. Beberapa contoh ULABA adalah:
  • Indacaterol
  • Abediterol
  • Trantinerol
Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang agonis beta, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
asmapenyakit paru obstruktif kronisppoksaluran pernapasan
WebMD. https://www.webmd.com/asthma/guide/asthma_inhalers_bronchodilators#1-2
Diakses pada 17 Juni 2021.
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/laba-bronchodilator-for-asthma-symptom-control-201167
Diakses pada 17 Juni 2021.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/expert-answers/laba-asthma/faq-20057992
Diakses pada 17 Juni 2021.
RxList. https://www.rxlist.com/beta-agonist/definition.htm
Diakses pada 17 Juni 2021.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/beta-2-adrenergic-agonist-oral-route-injection-route/precautions/drg-20069364
Diakses pada 22 Juni 2021
Dove Press. https://www.dovepress.com/ultra-long-acting-beta-agonists-in-chronic-obstructive-pulmonary-disea-peer-reviewed-fulltext-article-JEP
Diakses pada 22 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait