Mengenal Abses Perianal, Mulai dari Penyebab Hingga Pengobatannya

Abses perianal atau bisul di anus menimbulkan rasa sakit di sekitar dubur dan nyeri saat BAB
Selain nyeri di sekitar anus, abses perianal juga menimbulkan ketidaknyamanan

Adanya bisul di sekitar anus atau abses perianal tentu terasa menyakitkan, bahkan bisa membuat Anda kesulitan untuk duduk. Abses perianal adalah kumpulan nanah yang berkembang di sekitar anus. 

Umumnya, abses berwarna merah dan hangat saat disentuh. Sebagian besar abses perianal terjadi akibat infeksi pada kelenjar anal kecil. Kondisi ini tentu saja dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Penyebab abses perianal

Abses perianal memiliki penyebab yang berbeda-beda. Fisura ani (robekan pada saluran anus yang terinfeksi), infeksi menular seksual, dan tersumbatnya kelenjar dubur dapat menjadi penyebab abses perianal. Sementara, faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena abses perianal, yaitu:

  • Radang usus besar
  • Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif
  • Diabetes
  • Divertikulitis
  • Penyakit radang panggul
  • Seks anal
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti prednison
  • Jarang mengganti popok bayi dan tidak membersihkan anusnya dengan benar
  • Terganggunya sistem kekebalan tubuh karena penyakit, sepeti HIV atau AIDS
  • Kemoterapi
  • Sembelit

Balita atau anak-anak yang memiliki riwayat fisura ani berisiko lebih tinggi terkena abses perianal di kemudian hari. Sekitar 50% penderita abses perianal mengalami komplikasi yang disebut fistula. Fistula adalah suatu kondisi di mana terbentuknya lubang antara lokasi abses dan kulit. Hal ini tentu saja membuatnya tidak boleh diabaikan.

Gejala abses perianal

Gejala abses perianal yang paling umum, yaitu rasa sakit berdenyut yang konstan di sekitar anus. Selain itu, disertai pula dengan pembengkakan dan nyeri saat BAB. Beberapa gejala lain yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Bintit atau benjolan di tepi anus
  • Sembelit
  • Keluarnya nanah atau darah dari anus
  • Kulit di sekitar anus terasa lunak
  • Kelelahan
  • Demam
  • Meriang
  • Ketidaknyamanan

Abses perianal juga dapat terjadi di dubur yang lebih dalam, umumnya pada penderita penyakit radang usus. Hal tersebut bisa menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di perut. Sementara pada balita, gejala yang dapat terjadi yaitu ketidaknyamanan atau rasa sakit yang membuatnya rewel dan sering menangis. Selain itu, terdapat pula benjolan di sekitar area anusnya.

Pengobatan abses perianal

Abses perianal perlu mendapat perawatan medis karena umumnya tak akan hilang sendiri. Perawatan sederhana yang dilakukan oleh dokter, yaitu dengan mengeluarkan nanah dari area yang terinfeksi. Dokter pun akan menggunakan obat bius untuk mematikan rasa di area tersebut.

Jika abses perianal berukuran sangat besar, pembedahan mungkin diperlukan. Dalam beberapa kasus, kateter digunakan untuk mengeringkan abses sepenuhnya. Abses yang telah dikeringkan biasanya tak memerlukan jahitan hingga dibiarkan terbuka. 

Bagi Anda yang memiliki diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk dirawat di rumah sakit selama beberapa hari guna melihat adanya infeksi atau tidak.

Setelah melakukan operasi, Anda disarankan untuk mandi air hangat. Mandi sitz juga akan membantu mengurangi pembengkakan dan memungkinkan lebih banyak pengeringan abses. Dokter juga akan meresepkan antibiotik jika infeksi telah menyebar. 

Akan tetapi, komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi yaitu infeksi, kembalinya abses, dan jaringan parut. Meski begitu, kondisi ini cukup jarang terjadi sehingga segera periksakan diri ke dokter bila Anda curiga memiliki abses perianal agar segera mendapat penanganan yang tepat. Jangan sampai mengabaikannya karena infeksi bisa saja menyebar.

Abses perianal yang tidak diobati dapat menyebabkan: 

  • Sulit mengendalikan BAB
  • Infeksi menyebar
  • Nyeri hebat yang mengganggu aktivitas

Sementara jika ingin mencegah abses perianal, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan yaitu menggunakan kondom terutama ketika melakukan seks anal, menjaga kebersihan area anus dengan baik, serta melindungi diri dari infeksi apapun. Dengan begitu, Anda dapat terhindar dari kemungkinan bahaya abses perianal.

Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/anal-abscess#1
Diakses pada 12 Juni 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/anorectal-abscess#causes-and-risks
Diakses pada 12 Juni 2020

Artikel Terkait