8 Gejala HIV pada Wanita yang Sering Tidak Disadari


Gejala HIV pada wanita sering tidak disadari karena mirip flu. Tes HIV menjadi langkah terbaik untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi virus mematikan itu atau tidak.

(0)
Salah satu gejala HIV pada wanita dapat berupa ruamDengan mengetahui gejala HIV pada wanita, Anda dapat mendeteksi penyakit HIV sejak dini dan melakukan pencegahan.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) merusak sistem kekebalan tubuh dengan menyerang sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Sementara, AIDS merupakan tahap lanjutan dari infeksi HIV. Biasanya butuh waktu hingga 10 tahun infeksi HIV berkembang menjadi AIDS, tergantung kondisi orang yang bersangkutan. Namun, penting untuk diingat, tidak semua orang yang terkena HIV akan mengalami AIDS berkat obat antiretroviral.Penularan HIV dapat beragam, tetapi tidak dengan sentuhan dan interaksi biasa. HIV bisa ditularkan melalui cairan tubuh (darah dan cairan kelamin), penggunaan jarum suntik dengan orang yang sudah tertular, hingga persalinan apabila sang ibu tidak mengonsumsi ARV.Infeksi HIV masih menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti. Walau gejala HIV pada wanita termasuk biasa saja dan dapat dihentikan, seseorang yang positif terkena HIV dapat menularkan virus ke orang lain.

Gejala HIV pada wanita yang patut untuk dipahami

Sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui status HIV mereka. Beberapa gejala awal HIV pada wanita sama seperti pria, tetapi tidak mencakup semuanya. Berikut adalah ciri awal HIV pada wanita yang perlu Anda ketahui:

1. Gejala awal HIV pada wanita mirip flu

Penderita kadang tidak menyadari gejala awal HIV pada minggu-minggu pertama setelah terkena HIV. Pasalnya, beberapa kasus terlihat seperti gejala flu ringan, seperti demam, sakit kepala, lemas, ruam, dan lain-lain. Ciri awal HIV pada wanita ini mungkin terasa ringan dan sering hilang dalam beberapa minggu.

2. Ruam kulit dan luka

Masalah kulit, seperti ruam atau luka infeksi adalah gejala awal HIV. Jika muncul ruam kulit, segera berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan tes diagnostik yang diperlukan. Luka atau lesi dapat muncul pada mulut, alat kelamin, dan dubur. Namun, melalui pengobatan yang tepat, dampak masalah kulit bisa diminimalisir.

3. Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening manusia terdapat pada leher, belakang kepala, ketiak, dan selangkangan. Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, kelenjar betah bening akan berusaha untuk melawan infeksi virus. Sakit tenggorokan dapat menjadi salah satu tanda adanya pembengkakan kelenjar getah bening.Saat HIV mulai menyebar, sistem kekebalan tubuh mulai bekerja dengan cepat. Alhasil, kelenjar getah bening dapat membengkak.

4. Infeksi

Infeksi jamur kerap menyerang sistem kekebalan tubuh wanita dengan HIV, serta lebih sulit diobati. Secara umum, orang yang terkena HIV juga lebih rentan terhadap infeksi pada area, seperti kulit, mata, ginjal, paru-paru, saluran pencernaan, dan otak.

5. Demam dan keringat malam

Gejala awal HIV pada wanita yang umum selanjutnya adalah demam dalam waktu lama. Suhu tubuh mencapai 37,7° C dan 38,2° C. Demam merupakan “alarm” tubuh saat ada masalah kesehatan. Tetapi, penderita yang tidak menyadari dirinya terinfeksi HIV akan mengabaikan gejala umum yang menjadi tahap awal penyakit ini. Terkadang, keringat yang keluar di malam hari disertai demam juga dapat menganggu tidur.

6. Perubahan siklus menstruasi

Wanita yang terkena HIV dapat mengalami perubahan siklus menstruasi. Masa haid akan lebih singkat atau lebih lama dari biasanya. Bahkan, ada yang tidak haid sama sekali.

7. Meningkatnya risiko infeksi menular seksual (IMS)

Bila penderita terinfeksi penyakit menular seksual, HIV akan semakin memperburuk gejala yang sudah ada. Virus seperti HPV atau human papillomavirus juga dapat menyebabkan kutil kelamin dan menjadi lebih aktif pada orang yang terinfeksi HIV.

8. Penyakit radang panggul (PID)

Umumnya, penyakit radang panggul lebih dikenal dengan infeksi rahim atau infeksi saluran indung telur. PID pada wanita yang mengidap HIV akan lebih sulit diobati. Selain itu, gejala akan berlangsung lebih lama dari biasanya.Dengan mengetahui gejala umum HIV pada wanita, penderita dapat mendeteksi penyakit HIV sejak dini untuk segera mendapatkan penanganan yang terbaik.

Cara sederhana untuk mengurangi risiko terkena HIV

HIV menular melalui cairan tubuh. Cara penularan virus ini dapat melalui jarum suntik yang digunakan lebih dari satu orang atau lewat hubungan seksual.Berikut ini beberapa langkah sederhana yang bisa Anda terapkan untuk meminimalisir penuaran HIV:
  • Selalu menggunakan jarum suntik saat hendak menginjeksikan obat tertentu ke dalam tubuh
  • Memakai profiliaksis pra pajanan (PPrP) atau obat untuk mencegah penularan HIV.
  • Tidak melakukan vaginal douching (metode pembersihan vagina memakai cairan antiseptik) setelah berhubungan seks
  • Berhubungan seks dengan menggunakan kondom

Tes HIV menjadi langkah terbaik

Gejala awal HIV di atas dapat menjadi acuan untuk berkonsultasi dengan dokter, walaupun tidak serta-merta berarti bahwa Anda terinfeksi virus tersebut. Penting pula untuk diingat, beberapa orang mungkin tak menyadari perubahan fisik yang ia alami, seperti penurunan berat badan. Cara terbaik untuk menentukan Anda terinfeksi atau tidak adalah dengan menjalani tes HIV. Tes ini dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk klinik, puskesmas, dan rumah sakit.Anda juga dapat membantu rekan Anda yang menjadi kelompok berisiko untuk menjalani tes HIV. Apabila ia dinyatakan positif terkena HIV, Anda harus terus mendampingi dan mendorongnya untuk mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Jangan lupa juga untuk melakukan pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan olahraga.Terapi ARV dapat membantu  penderita HIV menjalani hidup yang berkualitas. Tak hanya itu, pengidap HIV yang berkomitmen untuk menjalani pengobatan berisiko kecil untuk menderita AIDS sehingga memiliki harapan hidup layaknya orang non-HIV.
gejala hiv umum wanita

hivaidspenyakit wanitainfografis
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/hivaidsinwomen.html
Diakses pada Februari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-aids/symptoms-women
Diakses pada 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait