Masalah kulit seperti ruam atau luka infeksi adalah gejala umum HIV
Dengan mengetahui gejala HIV pada wanita, Anda dapat mendeteksi penyakit HIV sejak dini dan melakukan pencegahan.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merusak sistem kekebalan tubuh dengan menyerang sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Sementara AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. Tidak semua orang dengan HIV akan mengalami AIDS.

Meski demikian, HIV tetap menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti. Walau gejala HIV pada wanita termasuk biasa saja dan dapat dihentikan, seseorang yang positif HIV dapat menularkan virus ke orang lain.

Inilah sebabnya, sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui status HIV mereka. Beberapa gejala HIV pada wanita sama seperti pria, tetapi tidak mencakup semuanya. Berikut adalah ciri HIV pada wanita yang perlu Anda ketahui:

1. Gejala HIV pada Wanita Awalnya Mirip Flu

Pada minggu-minggu awal setelah tertular HIV, penderita kadang tidak menyadari gejala HIV. Pasalnya, beberapa kasus terlihat seperti gejala flu ringan, seperti demam, sakit kepala, lemas, ruam, dan lain-lain. Ciri HIV pada wanita ini mungkin terasa ringan dan sering hilang dalam beberapa minggu.

2. Kulit Ruam dan Luka

Masalah kulit seperti ruam atau luka infeksi adalah gejala umum HIV. Jika muncul ruam, segera berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan tes diagnostik yang diperlukan.

Luka atau lesi dapat muncul pada mulut, alat kelamin, dan dubur. Namun dengan pengobatan yang tepat, dampak masalah kulit bisa diminimalisir.

3. Kelenjar Getah Bening Membengkak

Kelenjar getah bening manusia terdapat pada leher, belakang kepala, ketiak, dan selangkangan. Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, kelenjar betah bening akan menangkis infeksi virus.

Saat HIV mulai menyebar, sistem kekebalan tubuh mulai bekerja dengan cepat. Alhasil, kelenjar getah bening membengkak.

4. Infeksi

Infeksi jamur kerap menyerang sistem kekebalan tubuh wanita dengan HIV, serta lebih sulit diobati. Secara umum, orang dengan HIV juga lebih rentan terhadap infeksi pada area, seperti kulit, mata, ginjal, paru-paru, saluran pencernaan, dan otak.

5. Demam dan Keringat Malam

Gejala umum HIV pada wanita selanjutnya adalah demam dalam waktu lama. Suhu tubuh mencapai 37,7° C dan 38,2° C.

Demam merupakan “alarm” tubuh saat ada masalah kesehatan. Tetapi penderita yang tidak menyadari dirinya terinfeksi HIV akan mengabaikan gejala umum ini. Terkadang, keringat yang keluar di malam hari disertai demam juga dapat menganggu tidur.

6. Perubahan Siklus Menstruasi

Wanita dengan HIV dapat mengalami perubahan siklus menstruasi. Masa haid akan lebih singkat atau lebih lama dari biasanya. Bahkan, ada yang tidak haid sama sekali.

7. Meningkatnya Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)

Bila penderita terinfeksi penyakit menular seksual, HIV akan semakin memperburuk gejala yang sudah ada. Virus seperti HPV atau human papillomavirus juga dapat menyebabkan kutil kelamin dan menjadi lebih aktif pada orang yang terinfeksi HIV.

8. Penyakit Radang Panggul (PID)

Umumnya, penyakit radang panggul lebih dikenal dengan infeksi rahim atau infeksi saluran indung telur. PID pada wanita yang mengidap HIV akan lebih sulit diobati. Selain itu, gejala akan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Dengan mengetahui gejala umum HIV pada wanita, penderita dapat mendeteksi penyakit HIV sejak dini untuk segera mendapatkan penanganan yang terbaik.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-aids/symptoms-women
Diakses pada Februari 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/hivaidsinwomen.html
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed