Gejala HIV dapat berupa ruam, termasuk pada wanita
Dengan mengetahui gejala HIV pada wanita, Anda dapat mendeteksi penyakit HIV sejak dini dan melakukan pencegahan.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merusak sistem kekebalan tubuh dengan menyerang sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Sementara, AIDS merupakan tahap lanjutan dari infeksi HIV.

Biasanya butuh waktu hingga 10 tahun infeksi HIV berubah menjadi AIDS, tergantung kondisi orang yang bersangkutan. Namun, penting untuk diingat, tidak semua orang dengan HIV akan mengalami AIDS berkat obat antiretroviral.

Penularan HIV dapat beragam, tetapi tidak dengan sentuhan dan interaksi biasa. HIV bisa ditularkan melalui cairan tubuh (darah dan cairan kelamin), penggunaan jarum suntik dengan orang yang sudah tertular, hingga persalinan apabila sang ibu tidak mengonsumsi ARV.

Infeksi HIV masih menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti. Walau gejala HIV pada wanita termasuk biasa saja dan dapat dihentikan, seseorang yang positif HIV dapat menularkan virus ke orang lain.

Gejala HIV pada wanita yang patut untuk dipahami

Sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui status HIV mereka. Beberapa gejala awal HIV pada wanita sama seperti pria, tetapi tidak mencakup semuanya. Berikut adalah ciri awal HIV pada wanita yang perlu Anda ketahui:

1. Gejala awal HIV pada Wanita Mirip Flu

Penderita kadang tidak menyadari gejala awal HIV pada minggu-minggu pertama setelah tertular HIV. Pasalnya, beberapa kasus terlihat seperti gejala flu ringan, seperti demam, sakit kepala, lemas, ruam, dan lain-lain. Ciri awal HIV pada wanita ini mungkin terasa ringan dan sering hilang dalam beberapa minggu.

2. Ruam kulit dan Luka

Masalah kulit seperti ruam atau luka infeksi adalah gejala awal HIV. Jika muncul ruam kulit, segera berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan tes diagnostik yang diperlukan.

Luka atau lesi dapat muncul pada mulut, alat kelamin, dan dubur. Namun dengan pengobatan yang tepat, dampak masalah kulit bisa diminimalisir.

3. Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening manusia terdapat pada leher, belakang kepala, ketiak, dan selangkangan. Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, kelenjar betah bening akan berusaha untuk melawan infeksi virus. Sakit tenggorokan dapat menjadi salah satu tanda adanya pembengkakan kelenjar getah bening.

Saat HIV mulai menyebar, sistem kekebalan tubuh mulai bekerja dengan cepat. Alhasil, kelenjar getah bening dapat membengkak.

4. Infeksi

Infeksi jamur kerap menyerang sistem kekebalan tubuh wanita dengan HIV, serta lebih sulit diobati. Secara umum, orang dengan HIV juga lebih rentan terhadap infeksi pada area, seperti kulit, mata, ginjal, paru-paru, saluran pencernaan, dan otak.

5. Demam dan Keringat Malam

Gejala awal HIV pada wanita yang umum selanjutnya adalah demam dalam waktu lama. Suhu tubuh mencapai 37,7° C dan 38,2° C.

Demam merupakan “alarm” tubuh saat ada masalah kesehatan. Tetapi, penderita yang tidak menyadari dirinya terinfeksi HIV akan mengabaikan gejala umum yang menjadi tahap awal penyakit ini. Terkadang, keringat yang keluar di malam hari disertai demam juga dapat menganggu tidur.

6. Perubahan Siklus Menstruasi

Wanita dengan HIV dapat mengalami perubahan siklus menstruasi. Masa haid akan lebih singkat atau lebih lama dari biasanya. Bahkan, ada yang tidak haid sama sekali.

7. Meningkatnya Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)

Bila penderita terinfeksi penyakit menular seksual, HIV akan semakin memperburuk gejala yang sudah ada. Virus seperti HPV atau human papillomavirus juga dapat menyebabkan kutil kelamin dan menjadi lebih aktif pada orang yang terinfeksi HIV.

8. Penyakit Radang Panggul (PID)

Umumnya, penyakit radang panggul lebih dikenal dengan infeksi rahim atau infeksi saluran indung telur. PID pada wanita yang mengidap HIV akan lebih sulit diobati. Selain itu, gejala akan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Dengan mengetahui gejala umum HIV pada wanita, penderita dapat mendeteksi penyakit HIV sejak dini untuk segera mendapatkan penanganan yang terbaik.

Tes HIV menjadi langkah terbaik

Gejala awal HIV di atas dapat menjadi acuan untuk berkonsultasi dengan dokter, walaupun tidak serta-merta berarti bahwa Anda terinfeksi virus tersebut. 

Penting pula untuk diingat, beberapa orang mungkin tak menyadari perubahan fisik yang ia alami, seperti penurunan berat badan. Cara terbaik untuk menentukan Anda terinfeksi atau tidak adalah dengan menjalani tes HIV. Tes ini dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk klinik, puskesmas, dan rumah sakit.

Anda juga dapat membantu rekan Anda yang menjadi kelompok berisiko untuk menjalani tes HIV. Apabila ia dinyatakan positif HIV, Anda harus terus mendampingi dan mendorongnya untuk mengonsumsi obat antiretroviral (ARV).

Terapi ARV apat membantu  penderita HIV menjalani hidup yang berkualitas. Tak hanya itu, pengidap HIV yang berkomitmen untuk menjalani pengobatan berisiko kecil untuk menderita AIDS sehingga memiliki harapan hidup layaknya orang non-HIV.

gejala hiv umum wanita

Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-aids/symptoms-women
Diakses pada Februari 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/hivaidsinwomen.html
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed