Mengenal 6 Jenis Delusi yang Ternyata Beda dengan Halusinasi


Delusi adalah suatu kepercayaan yang kuat akan sesuatu namun tidak sesuai dengan kenyataannya. Kondisi ini memiliki 6 jenis yang mungkin tiap penderita berbeda-beda dalam mengalaminya.

(0)
24 Apr 2019|Anita Djie
Delusi merupakan suatu kepercayaan yang kuat akan sesuatu namun tidak sesuai dengan kenyataannyaDelusi dapat dialami oleh penderita skizofrenia, psikosis, dan bipolar serta memiliki jenis yang beragam
Delusi adalah jenis gangguan mental yang membuat pengidapnya percaya dan yakin akan suatu hal yang tidak nyata. Pengidap delusi tidak bisa membedakan mana sesuatu yang fakta dan mana yang bukan. Delusi biasanya diasosiasikan dengan beberapa gangguan jiwa lain seperti gangguan paranoid, halusinasi, skizofrenia, dan gangguan bipolar. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat merusak hubungan penderita dengan orang terdekat dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, jika orang-orang di sekitar Anda mengalami delusi atau psikosis, segera rujuk ke dokter dan ahli kesehatan mental.

Jenis-jenis delusi

Delusi atau waham yang dialami tiap penderita mungkin berbeda-beda. Umumnya, delusi yang sering dialami adalah delusi paranoia. Berikut adalah jenis-jenis delusi:

1. Delusi keagungan (grandiose delusion)

Penderita dengan delusi jenis ini umumnya memiliki rasa keberhargaan diri, kekuatan, identitas, dan pengetahuan yang berlebihan. Penderita dapat merasa bahwa ia telah menemukan sesuatu yang luar biasa atau memiliki kemampuan yang unik.Tidak hanya berupa kemampuan yang unik, penderita juga percaya bahwa dirinya memiliki benda unik tertentu yang tidak dimiliki siapapun ataupun memercayai bahwa dirinya memiliki koneksi dengan orang-orang penting.Pada kasus tertentu, penderita delusi keagungan percaya bahwa ia adalah orang yang terkenal atau merupakan pemimpin dari suatu sekte agama tertentu.
delusi somatik menyebabkan penderitanya percaya bahwa ia sakit padahal sebenarnya tidak
Delusi somatik membuat pengidapnya merasa sakit padahal itu tidak nyata

2. Delusi somatik

Penderita delusi somatik percaya bahwa dirinya memiliki kecacatan pada bagian tubuhnya atau memiliki kondisi medis tertentu. Penderita juga terkadang dapat merasakan sensasi atau disfungsi fisik tertentu.

3. Delusi erotomanik (erotomanic delusion)

Penderita dengan gangguan delusi erotmania percaya bahwa dirinya dicintai atau disukai oleh orang tertentu. Biasanya orang yang dianggap menyukai atau mencintai penderita adalah orang yang terkenal atau penting.Penderita delusi erotomanik berusaha mendekati dan berinteraksi dengan orang yang ia anggap mencintai atau menyukainya, bahkan sampai menguntit orang tersebut secara diam-diam.
Delusi paranoid membuat pengidapnya ketakutan akan hal-hal yang tidak nyata
Delusi paranoia membuat pengidapnya merasa sedanga diintai atau diikuti

4. Delusi paranoia (paranoia/persecutory delusion)

Delusi paranoia menyebabkan penderita memercayai bahwa dirinya tidak diperlakukan dengan benar, meyakini bahwa dirinya sedang diintai atau diikuti, atau seseorang sedang berencana untuk melukainya.Penderita menjadi tidak memercayai orang sekitarnya dan merasa cemas serta takut. Terkadang penderita akan mengisolasi dirinya atau sering mengajukan komplain ke pihak berwajib.

5. Delusi kecemburuan

Orang yang mengalami delusi kecemburuan akan memercayai bahwa pasangannya selingkuh dan tidak jujur dengannya.

6. Delusi campuran

Jenis delusi yang dialami penderita bisa jadi tidak hanya satu jenis saja tetapi bercampur dengan jenis-jenis lainnya.

Kenali gejala delusi berikut ini

Gejala maupun ciri-ciri delusi yang paling khas adalah adanya kepercayaan yang kokoh akan sesuatu yang tidak nyata. Kepercayaan tersebut tidak akan luntur meski sudah ada bukti logis yang menyangkalnya. Tidak semua delusi itu sama. Sebagian orang yang delusi memercayai hal-hal tidak nyata yang sederhana, namun sebagian lagi memercayai sesuatu yang aneh dan fantastis di mata orang lain. Orang yang mengidap delusi biasanya menjadi mudah marah dan suasana hatinya selalu buruk. Selain itu, mereka juga sering mengalami halusinasi yang berhubungan dengan delusi yang dirasakan.Sebagai contoh, seseorang yang berdelusi orang-orang membecinya karena bau badannya tidak enak, benar-benar akan merasa bahwa tubuhnya berbau tidak sedap padahal pada kenyataannya tidak begitu. 
Delusi dan halusinasi adalah dua hal yang berbeda
Delusi dan halusinasi adalah dua hal yang berbeda

Delusi versus halusinasi

Delusi dan halusinasi adalah dua hal yang berbeda, meski banyak orang sering kali menggunakannya silih berganti.Delusi adalah suatu kepercayaan yang kuat akan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Sementara, halusinasi merujuk pada persepsi akan sesuatu yang tidak nyata, seperti mendengarkan, melihat, merasakan, mencium, atau mengecap sesuatu yang tidak nyata.Pada psikosis, penderita bisa saja hanya mengalami delusi atau dapat mengalami halusinasi dan delusi sekaligus. Hal yang serupa juga terjadi pada penderita skizofrenia.

Penyebab delusi

Penyebab pasti dari delusi belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor dapat berkontribusi dalam memicu kemunculan delusi, seperti:
  • Faktor lingkungan

Faktor lingkungan seperti stres serta penyalahgunaan alkohol dan narkotika berpotensi mengakibatkan delusi. Orang-orang yang cenderung terisolasi, seperti orang-orang yang memiliki gangguan pendengaran dan penglihatan, serta imigran lebih mungkin untuk mengalami gangguan delusi.
  • Faktor genetik

Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor genetik berperan dalam menimbulkan gangguan delusi. Gangguan delusi diyakini dapat diturunkan dari orangtua kepada anak, serta lebih mungkin dialami oleh orang yang memiliki anggota keluarga yang juga mengalami gangguan delusi atau skizofrenia.
  • Faktor biologis

Faktor biologis atau kondisi fisik seseorang juga dapat menentukan kemungkinan seseorang mengalami gangguan delusi. Gangguan delusi berpotensi muncul pada orang yang memiliki daerah otak yang tidak normal, khususnya pada bagian otak yang mengatur pemikiran dan persepsi.

Apa yang harus dilakukan?

Penderita harus segera dirujuk ke dokter dan ahli kesehatan mental untuk pemeriksaan secara menyeluruh dan diberikan penanganan khusus untuk mencegah gejala-gejala yang dialami semakin parah.Selain mendapatkan obat dan psikoterapi, penderita akan sangat membutuhkan dukungan dan pengertian dari orang-orang sekitarnya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar delusi maupun gangguan mental lainnya, Anda bisa tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
psikosisgangguan mentalgangguan psikologispsikotikhalusinasi
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9599-delusional-disorder
Diakses pada 18 April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/psychosis#false-realities
https://www.healthline.com/health/mental-health/delusions-of-grandeur
https://www.healthline.com/health/paranoia#symptoms
Diakses pada 18 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizophrenia/symptoms-causes/syc-20354443
Diakses pada 18 April 2019
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/conditions/delusional-disorder
Diakses pada 18 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/schizophrenia/guide/delusional-disorder#2
Diakses pada 29 Agustus 2019
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/definition-of-delusion-4580458
Diakses pada 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait