Mengenal 5 Panca Indra Beserta Fungsinya yang Mudahkan Hidup Manusia

Menurut peneliti, panca indra penciuman milik manusia, bisa mencium lebih dari 1 triliun aroma.
Panca indra pengecap memiliki ribuan taste bud (perasa) yang ada di bagian lidah.

Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang arti dan fungsi kelima panca indra? Panca indra adalah "media" yang sudah ada di tubuh manusia, sejak dalam kandungan sang ibu. Keberadaan mereka bisa membantu seseorang untuk memahami isi dunia, dan tentunya menjalani aktivitas sehari-hari.

Mengenal kelima panca indra dan fungsinya

Lima panca indra manusia adalah indra peraba,penglihatan, penciuman, pendengaran, serta perasa. Dengan bantuan organ tubuhnya masing-masing, kelima panca indra dapat mengerjakan fungsinya dengan baik, dan mengirimkan “pesan” khusus ke otak, sehingga manusia bisa mengerti dan merasakan banyak hal. Mari kenali kelima panca indra pada manusia.

1. Panca indra peraba

Panca indra yang satu ini berperan agar manusia bisa menyadari adanya sentuhan, tekanan, panasnya suhu di sekitar, getaran, hingga rasa sakit. Semua kemampuan panca indra sentuhan ini, "diterima" melalui reseptor (organ atau sel yang merespons cahaya, panas, atau rangsangan eksternal, dan mengirimkannya ke saraf sensorik) kulit, yang masing-masing memiliki kemampuannya sendiri.

Salah satu fungsi terpenting dari panca indra sentuhan ini adalah untuk menyampaikan rasa belas kasih, terhadap manusia lainnya. Contohnya, anak bayi yang baru lahir, akan merasa aman dan nyaman, saat dibelai dan merasakan sentuhan kedua orangtuanya. Hal itu membantu bayi untuk tidur dan merasakan kedekatan dengan ayah dan ibunya.

2. Panca indra penglihatan

Kelima panca indra sangatlah penting. Namun sepertinya, panca indra penglihatan dianggap menjadi salah satu yang terpenting. Dengan keberadaanya, Anda bisa melihat indahnya alam semesta.

Panca indra penglihatan berfungsi saat cahaya diproses oleh mata dan ditafsirkan oleh otak. Cahaya melewati kornea, kemudian pupil akan membesar maupun mengecil, untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Selanjutnya, cahaya akan diterima oleh retina dan “mengubahnya” menjadi impuls saraf yang bisa dibaca oleh otak.

Ada fakta unik tentang panca indra penglihatan. Studi membuktikan, seseorang yang terlahir tanpa indra penglihatan (tunanetra), memiliki pendengaran, perasa, sentuhan, dan penciuman yang sangat baik. Kemampuan mengingat dan berbicara para tunanetra, berpotensi lebih baik, dibandingkan orang-orang yang terlahir dengan mata normal.

3. Panca indra pendengaran

Telinga manusia adalah “labirin” yang rumit. Sebab, panca indra pendengaran harus bekerja keras, agar suara bisa diterima oleh otak. Pertama-tama, suara masuk ke dalam telinga bagian luar, dan diteruskan ke saluran pendengaran eksternal.

Setelah itu, gelombang suara akan mencapai membran tipani atau gendang telinga. Jaringan tipis ini akan bergetar, ketika gelombang suara telah “menghantamnya”.

Getaran itu mencapai ke telinga bagian tengah. Di sini, ketiga tulang kecil (malleus, incus, dan stapes), juga ikut bergetar. Ketiga tulang ini pun memiliki peran masing-masing, untuk mengantarkan gelombang suara ke otak.
Tulang stapes mengirimkan getaran suara ke corti (organ reseptor untuk pendengaran). Selanjutnya, sel-sel rambut di organ corti menerjemahkan getaran suara menjadi impuls listrik. Melalui saraf sensorik, otak menerima impuls listrik.

4. Pandra indra penciuman

Menurut para peneliti, indra penciuman manusia, dapat mengenali lebih dari satu triliun aroma. Indra penciuman manusia akan bekerja dengan olfactory cleft, yang ditemukan di atap rongga hidung, pada sebelah bagian otak yang berfungsi sebagai “pencium”.

Ujung saraf pada celah penciuman ini akan mengirimkan bau ke otak. Penciuman orthonasal “menangkap” bau di udara, saat Anda bernapas melalui bagian depan hidung.

Pernahkah Anda mencium bau dari makanan yang Anda sedang kunyah? Ya, ini adalah cara kerja lainnya dari indra penciuman pada bagian belakang hidung kita, yang disebut penciuman retronasal.

5. Panca indra pengecap

Berkat indra pengecap, Anda bisa merasakan asam, manis, asin, pahit, dan gurih. Sel perasa di bagian depan, belakang lidah, serta mulit bagian belakang dan atas, mendeteksi kelima rasa tersebut.
Sel reseptor ini terikat dengan molekul makanan dan minuman yang Anda konsumsi, dan akan mengirimkan sinyal ke otak.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa tidak ada rasa pedas di dalam daftar indra perasa. Menurut National Library of Medicine (NLM), rasa pedas sebenarnya adalah sinyal sakit, yang dirasakan oleh lidah.

Kelima rasa di atas, dapat ditangkap oleh taste bud, yang ada pada lidah manusia. Orang dewasa, setidaknya memiliki 2.000-4.000 taste bud. Kebanyakan berada di lidah, tapijuga terdapat di belakang tenggorokan, epiglotis (tulang rawan yang terletak di belakang lidah), rongga hidung, dan kerongkongan.

Terdapat penjelasan terkait kelima rasa di atas, dan letak lidah yang merasakannya. Manis, dirasakan oleh ujung bagian lidah. Rasa asin, dapat dirasakan oleh bagian kiri atau kanan ujung lidah. Kemudian, rasa pahit, terletak di bagian belakang lidah. Sedangkan asam, ada di bagian kiri dan kanan lidah.

Keberadaan kelima panca indra, dapat membantu Anda menjalani keseharian. Jika ada salah satu panca indra yang dirasa tidak menjalankan fungsinya dengan baik, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter, agar gangguan panca indra dapat diobati, untuk mengembalikan fungsi terbaiknya.

Live Science. https://www.livescience.com/60752-human-senses.html

Diakses pada 9 Desember 2019

 

About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=424&language=English

Diakses pada 9 Desember 2019

 

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/8687.htm

Diakses pada 9 Desember 2019

 

Fifth Sense. http://www.fifthsense.org.uk/how-smell-works-2/

Diakses pada 9 Desember 2019

Artikel Terkait