Nyeri Haid Terasa Mengganggu? Begini Cara Menanganinya

Rasa hangat pada air hangat dapat membuat tubuh rileks dan mengurangi nyeri haid yang dirasakan
Nyeri haid setiap bulan terasa sangat mengganggu? Coba praktekkan tips berikut ini

Nyeri haid saat periode menstruasi dialami oleh sebagian besar wanita dengan intensitas nyeri yang berbeda-beda. Nyeri haid biasanya tidak hanya berupa kram perut di bagian bawah, tetapi dapat juga berupa rasa sakit atau nyeri di bagian punggung, pinggang, dan paha.

Umumnya, para wanita akan mengalami rasa kram dan nyeri yang berdenyut-denyut pada perut bagian bawah yang terasa secara intens. Namun, ada juga yang merasakan nyeri haid berupa rasa sakit yang ringan tetapi terjadi secara terus-menerus.

Nyeri haid biasanya mulai berkurang secara perlahan setelah 2 – 3 hari. Sebagian besar wanita mungkin sudah mengetahui alasan dari munculnya periode menstruasi, tetapi apa yang menyebabkan nyeri haid saat periode menstruasi?

Penyebab Nyeri Haid

Nyeri haid yang Anda alami terjadi karena adanya hormon prostaglandins yang meningkatkan kontraksi pada dinding rahim. Saat periode menstruasi, dinding rahim wanita berkontraksi agar lapisan dinding rahim dapat meluruh.

Kontraksi rahim tersebut menekan pembuluh darah dan menyebabkan berkurangnya suplai oksigen di rahim. Berkurangnya suplai oksigen menyebabkan rahim mengeluarkan hormon yang menimbulkan rasa sakit dan salah satunya adalah hormon prostaglandins.

Hormon prostaglandins tidak hanya meningkatkan kontraksi pada dinding rahim tetapi juga meningkatkan rasa sakit yang menimbulkan nyeri haid.

Wanita yang memiliki tingkat hormon prostaglandins yang tinggi lebih cenderung mengalami nyeri haid yang menyakitkan. Selain nyeri haid, hormon prostaglandins dapat menyebabkan diare, sakit kepala, dan muntah-muntah saat periode menstruasi.

Jika nyeri haid yang dirasakan mengganggu aktivitas sehari-hari, bertambah parah, atau muncul saat Anda berusia 25 tahun ke atas, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab nyeri haid bisa jadi diakibatkan oleh kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan dari dokter.

Durasi Nyeri Haid

Nyeri haid biasanya tidak hanya muncul saat hari pertama menstruasi, tetapi dapat juga muncul sebelum Anda mengalami periode menstruasi. Beberapa wanita dapat mengalami nyeri haid beberapa hari sebelum hari pertama periode menstruasinya.

Durasi dari nyeri haid yang dirasakan bisa berbeda-beda pada tiap wanita. Secara umum, nyeri haid yang dirasakan dapat berlangsung 48 sampai 72 jam.

Penanganan Nyeri Haid

Anda dapat melakukan beberapa hal-hal untuk mengurangi nyeri haid yang dirasakan, seperti:

  • Berolahraga. Olahraga ringan dapat membantu untuk mengurangi nyeri haid. Anda dapat mencoba olahraga seperti berjalan-jalan, bersepeda, dan sebagainya.
  • Mandi air hangat. Rasa hangat dapat membuat tubuh rileks dan mengurangi nyeri haid yang dirasakan. Anda juga dapat menaruh kantong pemanas atau botol yang berisi air hangat di perut.
  • Berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko nyeri haid.
  • Teknik-teknik relaksasi. Melakukan aktivitas yang membuat rileks dapat membantu Anda tidak terlalu memikirkan nyeri haid yang dirasakan. Beberapa teknik-teknik relaksasi yang dapat diterapkan adalah pijat, yoga, meditasi, dan sebagainya.
  • Obat pereda nyeri. Jika sakit yang dirasakan tidak tertahankan, Anda dapat mencoba mengonsumsi obat pereda nyeri, berupa aspirin, ibuprofen, parasetamol, dan sebagainya. Namun, jika Anda memiliki penyakit asma, gangguan perut, gangguan ginjal, atau gangguan hati, Anda tidak disarankan mengonsumsi ibuprofen dan aspirin. Perlu diperhatikan bahwa aspirin tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang berusia di bawah 16 tahun.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-causes/syc-20374938
Diakses pada 08 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/period-pain/
Diakses pada 08 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/menstrual-pain#1
https://www.webmd.com/women/menstrual-cramps#1
Diakses pada 08 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed