3 Cara Mengatasi Kulit Gatal Kering dan Menghitam di Rumah

(0)
Kulit gatal kering dan menghitam atasi dengan pelembap dengan bahan aktifOleskan body lotion untuk mencegah kulit gatal kering dan menghitam
Kulit gatal, kering, dan menghitam terjadi akibat kita terlalu sering menggaruknya. Dalam hal ini, penyebab kulit terasa gatal dan kering umumnya adalahdermatitis kontak dan dermatitis atopik (eksim).
Dermatitis pemicu gatal dan kering
Sesaat setelah menggaruk kulit, kerap muncul bekas keputihan, lalu diikuti bekas memerah. Hal ini disebut dengan dermatographia. Jika terus menerus digaruk, kulit akhirnya luka dan terjadi koreng. Kulit berkeropeng sebetulnya menunjukkan proses penyembuhan luka sedang berlangsung. Koreng juga berfungsi melindungi kulit dari infeksi kuman. Sayangnya, hal ini kerap menimbulkan kulit kehitaman.Kulit gatal, kering, dan menghitam sebenarnya bisa diatasi, kok! Simak di bawah ini.

Cara mengatasi kulit kering dan gatal

Cara mengatasi kulit gatal dan menghitam meliputi tiga langkah, yaitu mencegah kulit kering, mengurangi rasa gatal, dan menyamarkan bekas koreng yang menghitam.Berikut ini adalah cara mengatasi kulit kering dan gatal serta diikuti bekas menghitam:

1. Jaga kulit agar selalu lembap

Temuan yang dipublikasikan pada jurnal The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology memaparkan ada tiga faktor utama yang membuat kulit menjadi kering.Ketiga faktor tersebut adalah tubuh kekurangan pelembap alami, pelindung kulit (skin barrier) kekurangan kandungan lemak (lipid) berupa ceramide, dan kekurangan jaringan yang mengatur air pada kulit, yaitu aquaporin.Untuk menutupi kekurangan ketiga faktor tersebut, kulit pun membutuhkan pelembap (body lotion). Namun, pelembap ini yang bisa dipakai sebagai cara mengatasi kulit kering dan gatal haruslah mengandung formula khusus.Pelembap yang cocok untuk kulit kering gatal dan menghitam memiliki kandungan urea sebesar 5% hingga 10%, ceramide 3, dan glyceryl glucoside.Kandungan glyceryl glucoside bekerja untuk mengikat air ke lapisan kulit stratum korneum. Lalu, air yang sudah ditarik, ditahan oleh pelembap alami pada kulit agar tidak menguap.Sementara itu, ceramide 3 berfungsi menambahkan lapisan lipid pada lapisan pelindung kulit. Ceramide 3 juga mampu memperkuat lapisan pelindung kulit.
Pelembap dengan ceramide 3 perkuat lapisan pelindung kulit
Oleh karena kulit kering kekurangan pelembap alami, urea pun mampu mengatasi kekurangannya dan juga meningkatkan perbaikan lapisan pelindung kulit.Tidak hanya itu. Pilihlah sabun yang tidak membuat kulit kering dan gatal. Biasanya, sabun yang membuat kulit kering mengandung sodium lauryl sulfate (SLS). Sebenarnya, SLS bekerja mengikat kotoran dan minyak agar bisa terbilas bersih. Namun, penelitian yang diterbitkan jurnal Contact Dermatitis menemukan penggunaan sabun yang mengandung SLS dalam jangka panjang mampu menyebabkan dermatitis kontak iritan. Kulit pun juga rentan mengalami eritema, yaitu kemerahan dan gatal-gatal.

2. Redakan gatal dengan obat-obatan maupun krim

Saat kulit gatal kering dan menghitam, pasti ingin terus digaruk. Akan tetapi, terus menggaruk kulit bisa menimbulkan koreng sehingga kulit makin menghitam.Guna mengatasi rasa gatal, kita pun bisa menggunakan krim atau lotion yang bersifat antipruritic (antigatal).Temuan yang diterbitkan pada jurnal Clinical Medicine & Research menunjukkan, lotion mengandung mentol memberikan sensasi dingin sehingga mampu mengurangi gatal-gatal dan menenangkan kulit.Selain itu, American Academy of Family Physicians juga menganjurkan cara mengatasi kulit kering dan gatal akibat dermatitis adalah dengan krim oles yang mengandung kortikosteroid. Biasanya, krim kortikosteroid diberikan pertama kali saat dermatitis muncul.
Krim kortikosteroid cegah dermatitis
Obat antihistamin juga diberikan untuk mengurangi gatal-gatal maupun pencetusnya, seperti alergi, bentol merah, dan dermatographia.

3. Gunakan perawatan kulit yang bersifat mencerahkan

Saat kulit mengalami koreng akibat gatal, kering, dan menghitam, kasus ini disebut juga post-inflammatory hyperpigmentation (PIH). Ini sebenarnya menandakan kulit sedang mengalami fase penyembuhan.Sayangnya, saat melalui proses tersebut, kulit justru menghasilkan pigmen melanin yang berlebihan. Akibatnya, warna kulit bisa jadi lebih gelap. Warna yang ditimbulkan akibat PIH ini biasanya berwarna cokelat tua.Riset yang dimuat pada The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menemukan, produksi melanin berlebihan terjadi akibat adanya produksi zat prostanoid, sitokin, dan kemokin yang menyebabkan peradangan. Hal inilah yang membuat kulit kering, gatal, dan menghitam saat berkeropeng.Untuk mencegah agar kulit tidak semakin menggelap, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30. Penelitian ini menyatakan, radiasi sinar ultraviolet dari paparan sinar matahari mampu menyebabkan kulit lebih menggelap.
Tabir surya cegah bekas koreng menghitam akibat sinar UV
Selain itu, untuk mencerahkan kulit yang gelap akibat radang, gunakan perawatan kulit yang mengandung:Sebagian besar kandungan ini mampu menghambat produksi enzim tironase. Enzim ini bekerja dengan cara meningkatkan produksi melanin pada kulit sehingga kulit menjadi lebih gelap.Krim retinoid segera bekerja membuat kulit menjadi lebih cerah. Sementara itu, niacinamide mengurangi komponen penyusun sel melanosom yang membuat tubuh menghasilkan melanin sehingga warna kulit menggelap. Maka itu, kulit gatal, kering, dan menghitam bisa teratasi.

Catatan dari SehatQ

Kulit gatal kering dan menghitam kerap terjadi beruntutan. Pemicu awalnya adalah kondisi kulit yang kering. Lalu, hal ini menimbulkan rasa gatal yang jika terus digaruk akan menimbulkan luka koreng. Koreng membuat kulit menghitam.Cara mengatasi kulit kering dan gatal bisa dengan obat krim medis atau pelembap (body lotion) untuk memperbaiki dan mempertahankan lapisan pelindung kulit. Selain itu, pelembap mampu menambah kelembapan alami pada kulit. Jangan lupa juga minum air putih 2 liter per hari untuk menjaga kelembapan kulit dari dalam.Jika kulit terasa gatal berkepanjangan ataupun koreng tak kunjung pulih, konsultasikan langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kulit keringpencerah kulitdermatitis
American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2003/0915/p1145.html (Diakses pada 21 September 2020)Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16940-dry-skinitchy-skin (Diakses pada 21 September 2020)Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1050294-overview (Diakses pada 21 September 2020)KidsHealth. https://kidshealth.org/en/kids/scab.html (Diakses pada 21 September 2020)The Journal of Clinical Aesthetic and Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3424590/ (Diakses pada 21 September 2020)Science Alerthttps://www.sciencealert.com/this-common-soap-and-toothpaste-chemical-can-be-a-skin-irritant (Diakses pada 21 September 2020)Contact Dermatitis. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1111/j.0105-1873.2005.00703.x (Diakses pada 21 September 2020)Clinical Medicine & Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5849435/ (Diakses pada 21 September 2020)American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2007/0215/p523.html (Diakses pada 21 September 2020)The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3495392/ (Diakses pada 21 September 2020)Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/post-inflammatory-hyperpigmentation-15606 (Diakses pada 21 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait